
Setelah lama di dalam pesawat, kini Aditya sudah tiba di Tanah air. Sopir setianya sudah siap akan mengantarnya ke rumah utama milik keluarganya . Dengan sedikit membungkuk Pak Mamat sipir pribadinya ,pria itu memberi hormat kepada tuan mudanya sembari menyambut kedatangannya .
"Selamat malam tuan! " sapa pak Mamat sembari membuka pintu mobil dan mempersilahkan tuan mudanya untuk masuk.
"Selamat siang pak Mamat , antar saya ke apartemen saja! mobil saya di apartemen ." titah Aditya memberi tugas kepada sopirnya ,lalu ia duduk di mobil .
Setelah sampai di apartemen ,ia langsung menuju lift . Tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada pak Mamat ,meski ia bosnya ia tak pernah ragu mengucapkan terimakasih atas jasa - jasa para keryawanya . Pintu lift terbuka ,ia segera masuk ke apartemen ,lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang serasa lengket . Setelah menyelesaikan ritual mandinya ,ia pun berpakaian santai . Dan tentunya dengan parfum maskulin yang selalu ia semprot ke tubuhnya ,sehingga para wanita yang berpapasan dengannya menjadi tertarik bagaikan magnet .
Aditya menghubungi Hendra .
"Halo ndra ,kamu sudah dirumah ato masih di kantor? tanya Aditya dari benda pipih nya .
" Masih di jalan otw kerumah,ada apa? dah balik?" tanya Hendra balik
"Udah ,baru ja aku sampe ! oh ya Tria dirumah ato kerja siang?
"Tria kerja siang ,dia pulang jam 10malam ,nanti aku yang jemput karena dia ga bawa motor " Hardik Hendra yang masih fokus menyetir .
"mmm, udah ! aku aja yang jemput, ga papa kan? please!" Penuh harap,Aditya memohon agar diijinkan menjemput Tria ,wanita yang selama 2minggu ini ia rindukan.
"Ga ngerepotin? ga capek? kan kamu baru nyampe ." Hendra merasa tak enak hati kepada anak bos nya .
__ADS_1
"Udah ,kamu pulang aja ! bilang ke Ayah dan Ibu ! aku yang jemput Tria ,bye!". Aditya memutuskan panggilan secara sepihak ,lalu memasukkan ponselnya ke saku celana. ia berencana akan mengerjai Tria .yaaaa !!! Aditya akan makan malam disana sembari menunggu kepulangan Tria . ia sengaja memakai topi dan kacamata hitamnya lalu mengenakan masker ,supaya Tria tidak mengenalinya .
Di tempat kerja Tria
"Kenapa aku rindu kak Adit? lagian dia ngapain sih ga angkat telpon dan balas pesan ku?" ehhh,rindu? sejak kapan aku rindu dia ? ga ga ga paling cuman kangen akan jalan - jalan dengan nya ! hi hi hi " gumam Tria senyum - senyum sendiri .Tanpa ia sadari sepasang mata memperhatikan nya dari tempat parkir . Pria itu terus memperhatikan Tria yang senyum - senyum sendiri sambil menatap layar hp nya .
Pria itu tak membuang kesempatan,ia pun diam - diam mengambil foto Tria yang tengah tersenyum. Lalu ia mencoba menghubungi no Tria . Setelah terhubung lalu ia bersapa ria .
"Halo ,,kak Aditya! " sapa Tria yang kini tersenyum setelah mengetahui siapa yang menghubunginya.
"Halo ,cantik apa kabar mu? kayaknya ada yang bahagia nih " goda Aditya yang masih memperhatikan Tria dari dalam mobil yang terparkir di parkiran tempat Tria bekerja .
"ga ,siapa bilang bahagia? aku tuh sebel ,benci Kenapa kak Adit ga jawab pesankuny dan juga abaikan panggilan dariku? kini Tria mengerucutkan bibirnya ,ia ingat akan pesan dan panghilannya yang diabaikan.
" Kak,kok tau? kakak dimana?" selidik Tria yang kini bangun dari dudunya meknya dan mengarah kan pandangan ke setiap sudut .
"Kasi tau ga ya? btw ngapain senyum - senyum sendiri? kangen ya?" kembali Aditya menggoda Tria ,dan Tria mematung karena ia tak menyangka jika tebakan Aditya benar dan mampu membuat wajah nya memerah .
Tria memutuskan panggilannya ,karena banyak tamu berkunjung untuk makan malam .Jadi dia harus melayani tamu - tamu disana dengan memberi menu dan menerima orderan dari mereka . Tria melangkahkan kakinya kedalam ,lalu ia merapikan dirinya beberapa saat dan segera menuju meja yang dimana tamu itu belum mendapatkan pelayanan . Namun Aditya tetap memperhatikan Tria yang perlahan menghilang dari pandangannya .
Aditya akhirnya turun dari mobil dan a masuk restoran r itu ,supaya ia mendapat tempat untuknya duduk dan menikmati makan malam . Sebelum itu ,ia menemui pemilik restoran dan meminta ijin enga mengajak Tria makan di restoran tersebut . Tentu ia mendapat ijin dari sang pemilik restoran ,karena kebetulan pemilik restoran itu adalah saudara asisten pribadi Aditya di Perusahaan utama .
__ADS_1
Aditya sudah duduk di tempat yang nuansanya romantis dengan dua kursi bersebelahan. Dia memanggil salah satu pelayan restoran ,lalu ia memesan makanan dan minuman untuknya dan Tria . ia terus memperhatikan Tria yang sibuk melayani tamu ,ia akan memanggil Tria setela..h makanan sudah siap di mejanya .
Tria sempat melirik ke arah Aditya ,ia merasa tak asing dengan sosok pria tersebut ,namun ia masih penasaran dimana dia pernah melihat pria itu'. Pria itu masih menggunakan topi,kacamata hitam dan maskernya .Setelah selesai menerima orderan tamu,Tria segera memberi orderan kepada staff kichen ,lalu ia mencatat pesanan tadi kedalam bill. Namun Tria terus saja memandangi pria itu , membuat pria salah tingkah lantaran diperhatikan oleh Tria .
Makanan sudah sedia di meja ,lalu Aditya berbisik kepada pelayan yang tadi membawakannya makanan. ia menyuruh pelayan itu memanggil Tria dan menjelaskan bahwa dia sudah mendapat ijin dari bosnya langsung . Lalu pelayan itu mengangguk daan melangkahkan kakinya menghampiri Tria ,pelayan itu juga bersikap sedikit genit Aditya . Siapa pun wanita yang melihat Aditya ,secara dia tampan dan berkelas juga maskulin .,pasti akan mencari perhatian Aditya .
Tria masih berdiam diri di tempatnya,karena ia tidak mengenal lelaki itu,meski atas persetujuan bos nya ,namun ia tak mau gegabah. Setelah berfikir sedikit lama ,Tria mencoba melangkahkan kakinya menuju meja pria tersebut,lalu dengan sopan ia bertanya .
"Permisi ,maaf ! apa ada yang bisa saya bantu?" sapa Tria sopan
"Duduklah! dan temani saya makan!" titah Aditya menunjuk kursi disebelahnya dengan tatapan tajam,masih mode mengerjai Tria .
"Maaf,apa saya kenal anda? disini saya hanya melayani tamu untuk mengorder makanan bukan makan ! tuan" ketus Tria dengan nada sedikit meninggi
"Duduk! saya hanya ingin ditemani makan oleh mu! " kini Aditya berbicara dengan nada tak kalah tinggi ,sehingga membuat Tria menunduk tak bergeming
"Baiklah ! tapi ada syaratnya" tantang Tria
"Apa?" tanya Aditya ketus ,namun ia masih menahan tawanya .
"Setelah anda makan, jangan meminta lebih dan beri tip kepada pelayan yang sekarang menggantikan posisi saya !" Tria mengutarakan keinginannya.
__ADS_1
"hanya itu? baiklah sekarang duduk dan makanlah! itu kan makanan favoritmu " Aditya mengarahkan matanya memberi isyarat dan Tria pun menurutinya tanpa berdebat lagi .
a