
Setelah selesai melepas ketakutannya ,kini Tria sudah sedikit tenang .Lalu Aditya berdiri dan keluar untuk memanggil orang tua Tria dan memberi waktu kepada mereka. Ibu dan Ayah pun masuk menemui putrinya untuk memastikan keadaannya .
Di luar ruangan Papa Aditya menanyakan kejadian tadi .
"Aditya,apa yang terjadi? kenapa sampe Tria tenggelam di Danau?" tanya Papa Aditya dengan penuh ke khawatiran.
"Pa ,Ririn tiba - tiba muncul !" sahut Aditya dan memandang Papanya .
"Nak,jangan khawatir ,nanti biar Papamu yang mengurus dia !" seru Mama Bianka memeluk putranya dan menepuk pelan bahu putranya .
"Wanita j**** g itu!" hardik Papa Andra dengan mengepalkan tangannya .
Papa Andra masih ingat akan penghianatan wanita itu terhadap Aditya . Dimana wanita itu hanya memanfaatkan kebaikan Aditya yang polos dan loyal .
"Oke,Papa yang akan urus dia ,supaya dia jera!" seru Papa Andra sembari merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya .
"Pa ,dia sudah Adit kirim ke kantor polisi! jadi Papa urus dia disana ,bilang ke polisi untuk memberi dia hukuman yang berat!" pinta Aditya kepada Papanya .
"Bagus! Papa akan segera ke kantor polisi! Mama tunggu Adit dan Tria disini ya! Papa tak ingin saat pernikahan nanti dia kembali datang merusak acara kalian!" Papa Andra kini pergi meninggalkan rumah sakit .
"Sayang,kamu fokuslah pada pernikahanmu dan jangan hiraukan wanita itu! yang sudah membuatmu terpuruk!" pinta Mama Bianka yang masih merangkul putranya .
"Ma,Adit ga mau terjadi apa - apa dengan Tria ! Adit ingin mengurus Tria di rumah sakit ,bisakah Adit meminta sesuatu?" tanya nya kepada sang Mama
"Apa nak?" tanya Mamanya kembali
"Bisakah,kita lakukan pernikahan malam ini? hanya ijab Qabul saja dulu ! supaya Adit dan Tria sah dan halal di Hukum dan Agama. Setelah itu acara resepsinya bisa kita adakan sesuai waktu yang tertera di kartu undangan tersebut ." lirih Aditya memohon kepada Mamanya,karena ia ingin mengurus Tria di rumah sakit tanpa dipandang bukan muhrim lagi .
"Baik ,Mama akan bicarakan kepada orang tua Tria dan Papamu ." sahut Mamanya dengan nada lembut seorang Ibu .
"Kita pergi kedalam dan beritahu Tria juga orang tuanya tentang niat dan tujuanmu nak!" pinta Mamanya dan diangguki oleh Aditya.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju ruangan Tria dan Mama Bianka melihat kondisi Tria yang masih sedikit lemas ,karena kekurangan oksigen.
"Bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Mama Bianka
"Tria sudah mendingan tante! cuman masih susah bernafas!" sahut Tria sopan.
"Tria, Ibu dan Ayah Tria ,kami berencana untuk melakukan ijab Qabul malam ini di rumah sakit ini!" Tutur Mama Bianka mewakili putranya .
"lo kok bisa seperti itu? bukannya mendadak sekali? lagian Tria masih sakit !" titah Ayah dan Ibu bersamaan
"Tante ,kok jadi malam ini? bukannya Tria menolak! tetapi tante liat sendiri kondisi Tria masih lemah!" lirih Tria yang kini tengah terkejut akan rencana dadakan itu .
"Tria ,Ibu dan Ayah Tria ,sebelumnya maaf! ini niat baik dari Aditya ,ia ingin!" Mama Bianka menjelaskan maksud dan tujuan mereka untuk melakukan ijab Qabul malam ini.
Tria dan orang tuanya memahami akan hal itu dan mereka setuju akan rencana Aditya .
Mereka melihat kesungguhan Aditya untuk menjaga dan melindungi Tria .
"Terimakasih! nak Aditya silahkan bantu Mamanya dulu,biar om dan tante yang jagain Tria disini!" Ibu Tria akan menjaga putrinya .
Aditya dan Mamanya akan mempersiapkan semuanya ,setelah mereka selesai ,barulah orang tua Tria akan pulang mempersiapkan diri mereka .
Ayah dan Ibu Tria sudah menghubungi Hendra sebelumnya, dan Hendra pun menyetujui alasan dan niat baik Aditya .Setelah pulang kantor ,Hendra menjemput kedua orang tuanya ke rumah sakit dan menyuruh mereka pulang untuk berganti pakaian juga mempersiapkan keperluan Tria . Hendra sudah berganti pakaian di kantornya ,jadi ia tidak kerumah lagi. Kini ia lah yang menjaga adiknya di rumah sakit .
Ibu dan Ayah Tria sudah tiba di parkiran ,mereka segera masuk ke mobil Hendra dan bergegas menuju kerumahnya.
"Ayah,Ibu ga nyangka Tria akan menikah mendahului Hendra! rasanya baru kemarin kita mengasuh putri kita !" Ibu terlihat sendu saat membicarakan putrinya yang sebentar lagi akan menikah .
"Sudahlah bu,jangan menangis ! iklaskan saja ,sekarang atau nanti Tria akan meninggalkan kita dan tinggal bersama keluarga barunya ." sahut Ayah yang masih fokus menyetir ,ia tak ingin melihat istrinya larut dalam kesedihan saat pernikahan putrinya .
Setengah jam perjalanan ,akhirnya mereka tiba di rumah . Mereka saling merangkul untuk menguatkan .Setelah selesai akan semua keperluan mereka dan juga keperluan Tria ,mereka kembali menuju ke rumah sakit .
__ADS_1
Disisi lain ,Aditya dan Mamanya sibuk memilih cincin untuk pernikahan mereka . Setelah mendapatkan cincin ,mereka mencari mahar untuk Mas kawinnya . Setelah semua selesai ,mereka pulang dan membersihkan diri . Lalu Aditya mengenakan pakaian yang tadi di pilih oleh Mamanya. Pakaian yang senada dengan pakaian Tria yang sudah mereka beli di butik terkenal di kota ini .
Setibanya mereka di rumah sakit ,Aditya memberi pakaian Tria kepada Ibunya dan menyuruh mengenakan pada tubuh Tria .
Semua sudah siap ,kini ijab Qabul akan segera di mulai diruangan FIV di rumah sakit milik Keluarga Aditya .Pak penghulu sudah mulai menjabat tangan Aditya dan mengucapkan kata- kata ,lalu Aditya menirukan itu dan Sah !
sah! semua yang ada diruangan itu bertepuk tangan. Kini Aditya dan Tria sudah sah menjadi suami istri ,sah di hukum dan negara.
Tria mencium punggung tangan suaminya dan Aditya mengecup kening istrinya .
Lalu mereka meminta restu kepada orang tua mereka juga kepada Hendra selaku kakak Tria . Setelah acara selesai ,kini keluarga mereka kembali kerumah masing - masing . Sedangkan pengantin baru itu ,harus menginap di rumah sakit tanpa ada malam pertama untuk mereka ,lantaran mempelai wanita masih sakit .
Setelah semua pulang,kini mereka tinggallah berdua dan Papa Andra sudah menyewa 2 bodyguard untuk berjaga di depan ruangan Tria .
"Terimakasih,karena kamu sudah mau menerimaku menjadi suamimu!" lirih Aditya yang kini menggenggam tangan Tria dan mencium tangan tersebut .
"Terimakasih sayang! karena kamu juga sudah menjadikan aku pendamping hidupmu! aku harap kita bisa menjalin bahtera rumah tangga dengan baik,meski badai menghadang kita akan lalui bersama ,berbahagia bersama selamanya!" seru Tria dengan amta berkaca- kaca karena kebahagiaan mereka malam ini.
"Maaf,kita tidak bisa melakukan malam pertama hari ini!" bisik Aditya di telinga Tria
"Sayang,jangan ngomong gitu dong! aku kan masih sakit!" titah Tria yang kini menahan malu akan ucapan suaminya tadi .
"Sudah,kita tidur sekarang ! kamu pasti capek, geser dikit ! lkita tidur disini bersama."
Aditya menggeser tubuh mungil istrinua ,lalu ia berbaring disebelah istrinya dan memeluk istrinya dengan lembut ,lalu ia mencium puncak kepala istrinya .
"Selamat tidur sayang! cup"
Hai hai ,gimana nih? makin seru kan ceritanya? yuk readers tinggalkan jejaknya ya! supaya aku lebih semangat lagi up ceritanya !!!!
Terimakasih 🙏❤️🙏❤️🙏❤️
__ADS_1