
Didalam mobil ,sepanjang perjalanan .Hendra tak menanyakan apapun kepada adiknya , ia tau jika sekarang adiknya sangat sedih .Entah apa yang terjadi di kamar Diki. Hendra berencana akan menghubungi Diki setelah sampai dirumahnya .
"Kak, kita berhenti sebentar di taman itu !" pinta Tria menunjuk ke depan .
"Loo,katanya mau meeting ?" sahut Hendra .
"Meeting nya ga jadi ,tadi temen aku udah wa !" sahut Tria beralasan .
Hendra menepikan mobilnya dan mengantar adiknya masuk ke taman . Di dalam taman ,Tria duduk memandangi bunga - bunga uang ada disana . Perasaan Tria saat ini sangatlah kacau, namun ia akan menunggu Diki untuk menjelaskan hal yang tadi kepadanya dengan jujur .
Hendra hanya mengikuti adiknya tanpa bertanya apapun. Hendra merasakan kesedihan Tria dan ia pun tak sengaja meneteskan air matanya. Sadar akan itu ,Hendra pun segera menghapus air matanya agar tidak diketahui oleh Tria .
Hp Tria berdering dan segera ia mengambil hp nya ,tertulis disana nama Darling di layar hp nya . Darling adalah Diki , Tria tak memperdulikan panggilan tersebut . Karena ia sangat terpukul mendengar seorang wanita menyebut kekasihnya dengan sebutan sayang. hp pun trus berdering dan Tria memutuskan untuk mematikan hp nya ,karena saat ini ia tidak ingin berbicara dengan Diki kekasihnya .
"kak pulang yuk !" udah siang
"oke!" sahut Hendra dengan senyumnya menyemangati sang adik .
Mereka melajukan mobilnya menuju arah rumah .
Di kediaman Diki
"kenapa tiba - tiba Tria pulang tanpa pamit ?" tanya Papa Johan penuh selidik .
"Pa,tadi Rani telepon berkali - kali ,aku tidak menjawabnya . Tetapi Tria penasaran karena hp ku terus berdering ,maka ia lah yang menjawab. Rani pun langsung memanggil sayang .aku bingung !" seru Diki yang sekarang menjambak rambutnya frustasi .
__ADS_1
" Itu salahmu ! jadi kamu harus beri Tria penjelasan sejujurnya tanpa ada sedikitpun yang di sembunyikan, karena wanita tidak suka kebohongan sekecil apapun itu !" sahut Pak Johan memperingati putranya .
"Baiklah ,aku akan jujur dan aku akan trima semua konsekuensinya !" sahut Diki
"Naaah ,itu bari anak Papa !"
Setelah 20 menit berlalu dari taman menuju rumah Tria ,akhirnya mereka sampai . Tria turun dari mobil dan segera ia masuk kerumah , namun saat ia sampai di teras ,ia melihat seorang pria yang tengah duduk di kursi teras rumahnya sambil berbincang dengan Ibunya . Tria sempat melirik pria itu ,namun ia tak ingin bertanya kepada Ibunya tentang siapa pria itu . Lalu ia melangkahkan kakinya dan di tahan oleh Ibunya .
"Tria , kemarilah ! ini nak Aditya ,dia adalah sahabat kak Hendra . Kebetulan tempat kak Hendra bekerja adalah milik Papanya ,mari nak kenalan dulu,sapa kak Aditya !" seru Ibu memanggil dan menjelaskan kepada Tria .
Tria lalu mendekati Ibu dan Aditya ,lalu dengan senyum manis yang kaku ia mengulurkan tangannya .
"Hai,kak Aditya ! namaku Tria !" sapa Tria .
"Hai,Tria ,nama yang cantik seperti orangnya !" sahut Aditya pelan dengan senyum manisnya ,namun masih bisa di dengar oleh Tria.
"oh, baiklah! kakak nunggu kak Hendra disini !" sahut Aditya . Hendra pun berjalan menghampiri Aditya .
"hey bro, udah lama nunggunya?" sapa HENDRa .
"Gila ,lo janji jam 09:00 ,lihat nih ! sudah jam berapa?" sahut Aditya ketus ,namun sebenarnya ia tidak marah hanya saja lelah menunggu ,karena sekarang sudah pukul 13:00.
"Sorry ! tadi gua anterin adik gue !"
"kuta berangkat sekarang yuk ! keburu sore entar ikannya sudah pada neduh ,ha ha ha !" seru Aditya ,mereka berjanji akan pergi mancing .
__ADS_1
" Tunggu bentar lagi ya !" sahut Jendra memohon .
"lo mau dandan dulu? kayak emak2 lo !" ketus Aditya dengan mengernyitkan kedua alisnya.
"ya kali,gue dandan ! gue juga mau antar adik gue ketempat kerja ,jadi biar sekalian berangkatnya ,gitu !" sahut Hendra memberi alasan .
"Antar adiknya? berarti Teka yang dimaksud! udah ah,ikut aja ,supaya gue tau tempat kerjanya. Siapa tau masih jomblo !" gumam Aditya yang hanya mengangguk .
"kak,aku udah siap,kakak yang anter aku ato aku naik motor aja ?" tanya Tria .
"eee,biar kakakmu yang antar !" sahut Aditya tergesa - gesa . Hendra dan Tria pun tak mengerti akan sikap Aditya .
"Kakak yang antar kamu ! sekalian kakak dan Aditya mau pergi mancing,nanti pas pulang telepon aja! biar kakak yang jemput kamu !" sahut Hendra menengahi.
"Baiklah ,aku ikut kakak aja !"
"Kak Aditya ,boleh aku ikut ?" tanya Tria ,karena ia tahu mobil Aditya yang masih diluar ,jadi sudah pasti mobilnya yang akan di pakai mereka.
"ooh, tentu boleh Ria !" sahut Aditya
"Tria bukan Ria !" sahut Tria kembali
" ga pa pa ,sama aja ! lebih enak manggil Ria ! he he he" seru Aditya
"terserah kakak sajalah! yok berangkat ,entar aku telat gara - gara debat terus hi hi hi !" Tria mencoba tertawa kecil agar ia bisa melupakan kemarahannya terhadap Diki
__ADS_1
"yooouuk gassa !!!!" sahut Hendra dan Aditya bersamaan.