
Satu bulan sudah Angga bergabung di perusahaan Papanya ,kini ia sudah resmi dilantik menjadi CEO di perusahaan itu . Angga bekerja sangat profesional seperti apa yang di kerjakan oleh CEO CEO lainnya ,karena kepintarannya dalam waktu sebulan ia mampu menguasai strategi bisnis seperti Papanya . Ibaratkan buah jatuh tak jauh dari pohonnya .
Angga sudah semakin menyukai kesibukannya sebagai CEO sehingga ia melupakan rencana liciknya untuk Tria . ia menyadari jika cinta itu tak bisa dipaksakan ,dia juga sudah iklas merelakan Tria bersama pria lain .Kini ia kembali akan menghubungi Tria dan mengajak makan di salah saru cafe dengan tujuan ingin mengajak Tria bergabung di perusahaannya untuk menjadi salah satu staf disana . ia segera mengambil hp di saku celananya .
Terhubung dan di jawab oleh Tria
Tria: halo Angga,apa kabar? cie yang sekarang sudah ga kerja di resto lagi,masih ingat sama aku?
Angga: halo Tria ,aku baik! gimana kabarmu? maaf aku ga sempat bilang ke kamu saat mengundurkan diri,karena waktunya mendesak .
Tria: terus sekarang kamu kerja dimana? syukurlah kamu undur diri bukan karena alasan malam itu ,
Angga: hmm,ga lah ,kan kita sudah jadi teman. oh ya kita makan di cafe x ! aku tunggu disana ,kita ngobrol disana yuk pas jam makan siang ku .mau ya please?
Tria. : oke bos ,aku bisa ! kebetulan hari ini aku libur .
Angga: siap ,aku yang teraktir ! bye
Tria: bye
__ADS_1
Mereka mengakhiri panggilan tersebut ,lalu Tria bersiap - siap akan ke cafe x dengan ijin dari Ibunya .Tria juga menghubungi Aditya ,dan memberi tau bahwa dirinya akan ke cafe x bersama teman pria yang dulu kerja bareng di restoran ." Aneh kan ga ada hubungan apa - apa ,tapi minta ijin dulu dan memberi kabar " .Ya ,itulah Tria dan Aditya mereka selalu saling memberi kabar saat akan keluar tidak dengan mereka berdua . Setelah memberi kabar ,Tria segera mengendarai motor matic nya menuju cafe x .
Setelah sampai di cafe x ,Tria memarkirkan motornya ,lalu melangkah menuju ke dalam cafe ,ia mengarahkan pandangan ke setiap tempat ,agar melihat sosok Angga .Namun ia tak melihat Angga disana ,segera ia mencari tempat duduk yang dekat dengan taman. Karena ia lebih suka melihat keindahan taman dibandingkan suasana jalanan yang macet . ia merogoh tas kecilnya lalu mengirim pesan melalui aplikasi whatsapp nya kepada Angga .
"Aku udah di cafe! kamu dimana? buruan ,entar aku tinggal looo ,😀😀"
"Tunggu bentar! sabar,be tar lagi nyampe ,maaf sudah bikin kamu nunggu ✌️😊
"ya buruan! 😆"
Tria mengakhiri chat tersebut ,lalu ia memanggil pelayan cafe untuk memesan minuman sembari menunggu kedatangan Angga . Setelah selesai memilih ,ia segera memesan makanan dan minuman untuknya sendiri ,namun Angga menghentikan langkah pelayan itu yang hendak pergi menjauhi Tria .
"Maaf,mbk pesanan tadi dobel ya! terimakasih " Angga memberi senyum karismatik kepada pelayan cafe itu ,sehingga membuat pelayan itu grogi .Lalu Angga menarik kursi untuknya duduk berhadapan dengan Tria ,wanita yang dulu pernah ia sukai ,namun di tolak saat itu juga .
"biasa aja kali! ga usah penasaran gitu,kayak ga pernah liat sisi tampan aku aja ,ha ha ha" Angga mengangkat kedua alisnya sembari menggoda Tria yang semakin penasaran .
"Udah deh buruan cerita,sebelum makanan datang!" Tria terus memelas agar Angga segera memberitahunya.
"Aku,gabung di perusahaan Papa ,dan sekarang aku sudah diangkat sebagai CEO di perusahaan Papa ku." titah Angga menceritakan kebenarannya ,namun Tria tidak percaya karena setau dia ,Angga adalah anak kos yang selalu hidup sendiri .
__ADS_1
"Hmm, kamu bohongin aku? sejak kapan kami punya Papa dan perusahaan? sementara setau ku kamu hanya anak kos yang tinggal sendiri ." Tria mengintimidasi Angga ,ia tak mudah percaya sebelum Angga menjelaskan semua keraguannya .Angga menarik nafaa panjang dan membuangnya dengan kasar ,mau tak mau ia harus menceritakan cerita kehidupannya kepada Tria ,ia percaya dengan wanita yang ada dihadapannya sekarang ini . Bahwa wanita itu akan mengerti akan perasaan dan cerita hidupnya yang kelam dan sempat jauh dengan Papanya.
"oh,jadi seperti itu ceritanya ! maaf aku ga tau dan aku turut berduka cita atas kepergian Mamamu,jadi sekarang fokuslah di perusahaan Papamu ,supaya Papamu tidak kecewa .Lagian lambat laun perusahaan itu juga akan menjadi milikmu kelak .Cari lah wanita yang mencintai mu apa adanya ,bukan dengan kemewahan dan kekayaanmu sekarang ." Tria memberi pesan panjang lebar setelah mendengar penjelasan dari Angga .
"Apakah dengan penpilanku yang sekarang ini,kamu mau menerimaku? " Angga menatap Tria dan memainkan kedua alisnya mengerjai Tria .
"ha,ha,ha kamu pikir aku cewek matre?yang bisa Nerima Kamu setelah kamu berubah menjadi kaya? ha ha ha " Tria terus tertawa akan pertanyaan konyol sahabatnya itu .
"Angga Saputra Pratama yang terhormat! aku lebih memilihmu untuk menjadi teman dan sahabat ku ,agar aku lebih bebas mengobrol dan bertemu tanpa canggung ,kamu sahabat terbaik ku,yang selalu mendukungku disaat aku terpuruk .Terimakasih sudah hadir di kehidupanku dan menjadi sahabat baik Ku .* Tria menekankan kata Sahabat yang membuat Angga sedikit murung .
"ya ,ya hanya sahabat tidak lebih dan selamanya kamu akan menolak ku ,ha ha ja karena ada pria lain yang lebih tampan dari ku ha ha ha" Angga tertawa terpaksa akan pernyataan dari Tria dan ia teringat sosok pria yang pernah dilihatnya bersama Tria malam itu .
"Pria tampan ? maksudmu" tanya Tria menghardik Angga ,ia tak mengerti pria mana yang ia maksud.
"Pria yang dulu menjemputmu di tempat kerja malam itu ,tepat sebulan dua hari yang lalu ." sahut Angga mengingat malam itu
"Oh,itu . itu kak Aditya teman kak Hendra " sahut Tria santai namun membuatnya senyum sendiri .
"masihkah ada kesempatan untukku?" gumam Angga yang kini memalingkan wajahnya,ia tak mampu menatap wajah Tria ,yang ada hanyalah rasa ingin memilikinya .Namun Tria sudah menekankan kata Sahabat kepadanya .
__ADS_1
Pelayan sudah siap mengantarkan makanan dan minuman ke meja mereka ,segera mereka menyantapnya .Sempat Angga menjahili Tria dengan mengambil makanan yang Tria sukai,sehingga membuat Tria kesal .Angga pun mengembalikan makanan itu lalu menyuapi Tria ,segera Tria membuka mulutnya tanpa memikirkan perasaan Angga yang sudah degdegan . makanan itu ia kunyah segera setelah sampai di mulutnya . Berbeda dengan Angga ,Angga merasakan seutas tali kasih sayang tersambung saat ia menyuapi Tria . ia berharap semoga kelak Tria bisa menerimanya .
Penasaran kan? siapa diantara Aditya dan Angga yang akan menjadi kekasih Tria . yuujk baca terus ceritaku! jangan lupa wajib like dan vote ua ? terimakasih 🙏🙏🙏