
Tria sudah duduk disebelah Aditya ,ia merasa tak asing dengan pria itu .Namun rasa penasarannya ingin menyantap makanan favoritnya itu mengalahkan rasa curiganya. ia pun menikmati makanan itu tanpa menatap Aditya ,ia menyikat habis hidangan dihadapan matanya kini .
"Jarang - jarang makan gratis,eh kok dia tau makanan favorite ku? ahh,bodo amat yang penting makan!" gumam nya sendiri sembari menikmati makanan itu . Aditya juga menikmati makanan yang ia pesan ,sempat ia melirik Tria yang sibuk dengan makannya sehingga tepi bibirnya belepotan , Aditya menyunggingkan senyum liciknya untuk mengerjai Tria .
"Makan pelan- pelan! tuh mulutnya belepotan !" Aditya mengambil napkin dan menghapus sisa makanan di tepi bibir Tria ,namun ia tak sadar bahwa dirinya sudah tak mengenakan masker lagi saat makan. Sehingga Tria mengenalinya .
"Kak Aditya ! akkkkkkkkk ๐ณ๐คจ masih dengan mulut nya yang menganga ,ia membelalakkan matanya.
"he he he ,udah habisin dulu makan mu!" titah Aditya dengan mengacungkan kedua jarinya membuat simbol peace โ๏ธ
"๐๐๐" Tria mendelik dan berdecak kesal ,tetapi ada kebahagiaan yang ia rasakan saat mengetahui pria itu adalah Aditya .
Setelah menikmati makan malam ,kini Tria menyelesaikan tugasnya hingga restoran itu tutup . Namun Aditya setia menunggu Tria ,ia juga mengobrol bersama pemilik restoran itu . Setelah semua beres ,Tria pun menghampiri Aditya ,ia sudah siap untuk pulang diantar oleh Aditya ,karena tadi Aditya sudah menjelaskan nya kepada Tria .
Di dalam mobil ,Tria dan Aditya tertawa lepas .Mereka mengingat kejadian tadi ,dimana Tria sangat kesal akan kelakuan tamu itu uang ternyata Aditya . Aditya juga lega dan ada kebanggaan pada dirinya sendiri ,karena ia sudah mampu membuat Tria tertawa lepas seperti sekarang . ia tak ingin melihat kesedihan lagi pada diri Tria seperti saat pernikahan Diki .
"Kak,boleh aku menceritakan sesuatu?" tanya Tria yang ragu akan apa yang ia ucapkan ,namun ia tak ingin menyembunyikan sesuatu kepada Aditya ,entah kenapa Tria hanya ingin jujur kepadanya .
"Boleh ,cerita aja! kan aku dah pernah bilang ,jika ingin bercerita maka ceritakan lah !" Aditya memandangi Tria ,ia memberi senyum kepada wanita dihadapannya , senyumnya mampu menenangkan hati Tria .
__ADS_1
"Kita ke taman sebentar,kita bicara disana! ga mungkin kan kamu ceritanya dirumah? yang ada nanti Hendra kepo dan khawatir ."
"Baik kak ,terimakasih! jawab Tria sambil memberi senyum manisnya yang seperti gulali bagi Aditya .
Aditya menepikan mobil nya ,kini mereka berjalan menuju taman dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk bercerita .Setelah mendapat cerita ,ia pun duduk di sebelah Tria dan memberi waktu untuk Tria . Tria pun bercerita
Prov Tria
"Halo,Tria temui aku di cafe x segera penting! pesan dari no tak di kenal
"maaf siapa? dan haruskah saya datang?
"iya ,karena ini sangat penting ! sekarang juga , (Diki)
"Baik ,tapi cuma 20 menit (Tria)
Tria bergegas pergi ke cafe x menemui orang yang tadi mengirim pesan, ia belum tau persisi siapa yang mengirim pesan . Setelah sampai di cafe x ia mencari sosok yang mengajaknya bertemu . Namun ia tak mengetahui itu siapa, Salah satu pria berdiri dan melambai tangan kearah Tria ,Tria tak mengenali pria itu .Perlahan ia mendekat ,karena .pria itu menggunakan masker yang menutupi mulutnya .
"Silahkan duduk,kita minum dulu!" titah pria itu ,yang sudah menarik kursi untuk Tria
__ADS_1
"Siapa dia? suaranya aku kenal!" gumam Tria penuh selidik,ia mengamati wajah pria yang tertutup masker itu .
Pria itu mulai membuka maskernya ,ia tersenyum ke arah Tria ,wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah wanita yang sangat ia cintai . Pria itu bersuara lembut dan membelai tangan halus Tria yang dulu sering ia belai. Tria yang sudah tau bahwa pria itu adalah Diki ,segera ia berdiri dan ingin meninggalkan Diki disana .
Namun tangan Diki lebih cepat bergerak meraih lengan Tria, dan mengajak Tria duduk kembali .
"Duduklah ! beri aku waktu sebentar saja ,setelah ini aku janji tidak akan mengganggu mu . Pinta Diki memelas dengan mata yang sudah berkaca - kaca
"Baiklah ,cuman sebentar!" sahut Tria ketus ,ia tak ingin menatap pria itu ,karena hanya akan membuatnya kembali mengingat masa lalu ,sedangkan ia sudah berjanji kepada Aditya bahwa dia tidak akan bersedih lagi hanya karena masa lalu nya .
"Tria ,maafkan aku yang sudah menghianatimu ! aku sudah menghancurkan hubungan yang sudah kita jalin lama , aku sangat bodoh ,tolong maafkan aku!" pinta Diki yang tetap menggenggam tangan Tria agar Tria tidak lari dan menghindar .
"aku sudah maafin kamu! aku juga sudah melupakan semuanya ,meski kamu menepikan hubungan kita dan pergi bersamanya .Aku iklas karena dengan iklas hati ku akan lebih baik dan tenang. Berjanjilah padaku! jangan mengganggu ku lagi, aku tak ingin istrimu salah paham .Bagaimana pun juga aku dan dia adalah wanita ,wanita yang sama akan marah dan cemburu juga kecewa jika pria miliknya dekat dengan wanita lain,meski itu adalah kerabatnya . Berjanjilah padaku ,jaga pernikahan kalian dengan baik jangan sampai kau menghianati nya . Karena aku tau bagaimana rasanya dihianati dan ditinggalkan .
"Baiklah ! aku akan selalu mengingat pesan mu,maaf kan aku ! jangan takut lagi,aku tidak akan mengganggumu lagi ,karena aku dan dia akan tinggal di Luar negeri atas perintah Papanya . (Diki memberi kartu namanya kepada Tria) jaga dirimu baik-baik dan hubungi aku jika kamu memerlukan ku! sekarang kita berteman .
"Baiklah,kita berteman!" sahut Tria dengan memasang senyum palsunya ,jika boleh jujur ,Tria sangat lega akan keputusan Diki yang tak akan mengganggunya lagi dan sekarang menjadi teman .
Setelah panjang lebar menyelesaikan pembicaraan mereka ,mereka kini sudah berpisah dan kembali kerumah masing - masing . Mereka tak sadar ,jika ada Rani juga duduk di cafe itu yang jaraknya tidak terlalu jauh . Rani sengaja mengikuti suaminya secara diam - diam , kini Rani pun lega karena tidak ada lagi ke khawatiran jika ia melihat Diki dan Tria bertemu suatu saat dengan sengaja atau tidak sengaja. Karena ia sudah mendengar langsung pembicaraan mereka yang disepakati dengan pertemanan .
__ADS_1
Rani berencana akan menemui Tria sebelum mereka berangkat ke Luar Negeri untuk menetap disana ,lantaran bisnis yang di berikan oleh Papanya . Rani berdiri dan mengikuti Tria dari belakang tanpa Tria ketahui . Rani sengaja meninggalkan mobilnya di cafe x ,agar lebih mudah mengikuti Diki tadi dan sekarang mengikuti Tria dengan alasan,ia akan meminta maaf kepada Tria . Rani sadar ,karena ke egoisan nya sehingga membuat Diki dan Tria terpisah . ia bersungguh - sungguh akan meminta maaf dan ia akan meminta restu dari Tria ,agar mengiklaskan Diki hidup bersamanya .