
Dua minggu lagi adalah hari pernikahan Aditya dan Tria yang sudah ditetapkan oleh kedua keluarga tersebut .
Di hotel x
Angga mengerjapkan matanya perlahan dan mencoba membuka matanya . Setelah berhasil membuka matanya,ia mulai mengumpulkan kesadarannya dan perlahan terbangun duduk di tepi ranjang hotel .ia melihat di segala arah dan menangkap sosok lelaki yang tak asing baginya .
" No,Nok lo ngapain tidur di kamar gue? tanya Angga yang mulai mengguncang tubuh Nino karena ia pikir ,itu adalah kamarnya .
Nino mengerjapkan matanya dan membuka matanya yang masih mengantuk,lantaran kemarin ia tidur sudah sangat larut karena menjaga sahabatnya .
"Lo,udah sadar lo?" tanya Nino uang masih menguap
"Apa lo bilang tadi? kamar lo? lihat noooohhhh ! " seru Nino mengarahkan kepala Angga tepat ke pintu kamar hotel.
Angga menganga melihat kenyataan yang memang ia tidur di hotel dan bermalam bersama dalam satu kamar bersama Nino sahabatnya .
"lo,lo apain gue?" Angga menatap tajam ke arah Nino dan kembali melihat pakaiannya ,ia lega karena pakaiannya masih utuh .
"Gila ,lo kira gue g?"hardik Nino dengan mengangkat kedua bahunya.
"ha ha ha ha ha ha ,berarti lo sahabat sejati gue 😀,lo yang jagain gue semalaman? " Angga tertawa ,ia menertawai kebodohannya semalam
" lo ga tau terimakasih, udah gue bantuin ,untung lo cowok! coba lo cewek udah habis gue telan " ketus Nino sembari melempar bantal ke arah Angga yang tengah tertawa terbahak - bahak .
"Jangan bilang,lo udah perkosa gue ,ha ha ha ha ha ha " tawa Angga semakin kencang ,ia sengaja tertawa untuk menghindari pertanyaan dari Nino .
"ihhh, jijik gue dengernya " sahut Nino menggidikkan bahunya lalu ia menuju ke kamar mandi .
Setelah membersihkan tubuhnya ,Nino keluar dari kamar mandi dan mendapati Angga yang tengah melamun dengan tatapan sendu .Perlahan ia mendekati sahabatnya dan berbisik di telinga Angga .
__ADS_1
"mas ga mandi? mandi dulu gih setelah itu kita sarapan ! "Nino mengerjai Angga yang tengah melamun sehingga membuat Angga terperanjat kaget akan suara yang di buat - buat oleh Nino .
"ihh,geli gue ! lo bikin gue jijik!"Angga menggidikkan bahunya lalu segera ia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya .
Setelah itu mereka sarapan di tempat uang tersedia di hotel tersebut, setelah sarapan Angga akan ke kediaman Papanya untuk mengganti pakaiannya dan pergi kekantor .Namun sebelum ia bangun dari duduknya ,Nino menahan lengan Angga .
"Duduk! mau kemana lo? jawab dulu ,apa uang terjadi semalam!" perintah Nino sembari menyesap kopi dan menatap tajam ke arah Angga .
"Gue udah telat nih! entar Papa marah!" sahut Angga beralasan
"gue mau denger dari mulut lo sekarang!" Nini meninggikan nadanya ,sehingga Angga duduk mengikuti perintah Nino
"gue ,gue ,,,, Ucapan Angga terbata
"Sejak kapan lo gagap?" ketus Nino
"gue ,(menggaruk kepala) ,kemarin gue liat dia wanita yang gue suka .Namun di depan mata gue,gue melihat ia dilamar oleh pria lain, sepertinya pria itu bukan pria biasa ."Anggape ceritakan sedikit masalahnya .
"Baik ,gue ceritain semuanya!". Angga pun menceritakan semua kisah yang ia lalui sampai selesai .Kini Nino memahami perasaan Angga dan ia menyuruh Angga untuk melupakan dan mengiklaskan wanita itu hidup bersama pria lain .
Setelah bercerita panjang lebar ,Nino dan Angga beranjak meninggalkan hotel tersebut .
Angga yang kembali ke kediaman Papanya sedangkan Nino pergi ke kantornya untuk bekerja .Ya Nino dan Angga sama - sama bekerja di kantoran namun berbeda perusahaan . Jika Angga bekerja di LCG (Leon Company Group) milik Papanya ,berbeda dengan Nino .Nino bekerja di kantornya sendiri ,ia memiliki perusahaan kecil yang sudah menyebar di kota ini ,itu semua dari hasil kerja kerasnya.karena setelah kepergian kedua orang tuanya akibat kebakaran yang direncanakan oleh musuh bisnis Papanya .
Semenjak itu Nino belajar sendiri melanjutkan perusahaan yang masih tersisa .Beruntungnya Nino ,sebelum kejadian itu Papa Nino sudah mengatasnamakan ahli warisnya dan memberi semua aset uang mereka punya untuk Nino Putra tunggalnya . Kini Nino sudah berhasil mengembangkan bisnis Papanya ,meski tak sebesar milik Angga dan Aditya .Namun ia tetap semangat dan terus berusaha untuk membesarkan perusahaan yang dulu di rintis dari nol oleh Papanya .
Setelah sampai di kediaman Papanya,Angga segera menaiki tangga menuju kamarnya . ia mengganti pakaian dan segera menuju kantornya . Di kediaman tersebut ada 5 pelayan di dalam rumah,2security dan 2sopir pribadi yang dipekerjakan oleh Papa Leon .
"Tuan muda,apakah anda ingin sarapan dulu?"tanya salah satu pelayan yang menghampiri Angga.
__ADS_1
"Tidak bi ,terimakasih! aku sudah sarapan tadi dan aku buru - buru ingin ke kantor ." dengan melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.
"Maaf tuan! Kemari Tuan besar menunggu kepulangan anda, namun anda tak kunjung tiba . Sehingga Tuan besar berjaga di sofa dan baru saja beliau sarapan ,setelah itu beliau ke kamar ! maaf ,mungkin alangkah lebih baiknya anda menemui tuan besar dulu sebelum berangkat ke kantor ,karena beliau menghawatirkan anda ." Pelayan itu menjelaskan semua hal tentang Tuan besarnya .
"Jadi Papa di kamar?"tanya Angga dengan mengangkat kedua alisnya
"ia tuan!" sahut Pelayan itu dengan menundukkan kepalanya tanda memberi hormat .
"Terimakasih bi!" sahut Angga dan sekarang ia memutar langkah kakinya menuju kamar Papanya .
Selang beberapa menit ia sampai di depan pintu kamar Papanya ,ia segera mengetuk pintu ,tok tok tok tok
"Pa,,,,Papa, boleh Angga masuk?" tanya Angga dari balik pintu .
Papa Leon yang mendengar suara putranya ,kini ia lega karena putranya sudah kembali kerumahnya lagi .Awalnya ia pikir Angga akan meninggalkannya lagi seperti dulu .
"Masuklah nak!" sahut Papanya dari dalam kamar dan terdengar suaranya yang serak karena berjaga semalaman.
Angga segera membuka pintu ,cklek,,, ia pun masuk kedalam kamar Papanya .Lalu ia berhambur memeluk Papanya yang terduduk di tepi ranjang .
"Maafin Angga pa! Angga ga sempat beritahu Papa kalo Angga dan Nino nginep di hotel semalam,karena teman Angga merayakan ulang tahun disana !"Angga memberi alasan palsu ,agar Papanya tidak semakin khawatir akan suasana hatinya saat ini .
"Tidak apa - apa nak ! kamu sudah sarapan di hotel? " tanya sang Papa dan di angguki oleh Angga .
"Baiklah ! segera ke kantor! uruslah perusahaan kita supaya almarhum Mama mu bahagia disana melihat kedekatan kita kembali ."Papa Leon memberi tugas untuk Angga sembari membelai pucuk kepala putra tunggalnya .
"Baik Pa ! Angga akan fokus dinperusahaan. Papa ,Angga ga mau kecewain Papa dan almarhumah Mama lagi ,karena hanya Papa yang Angga miliki saat ini ." Angga pun meneteskan air matanya dan membasahi tangan Papanya .
"Jangan menangis! karena pria tangguh tidak akan menangis ." titah Papa memberi semangat kepada Angga dan Angga pun mengangguk mengiyakan perintah Papanya ,ia semakin mempererat pelukannya lalu ia berdiri dan meninggalkan Papanya di kamar .
__ADS_1
Segera Angga menuruni anak tangga menuju mobilnya yang terparkir ,setelah menyalakan mesin mobil ,ia pun melajukan mobilnya menuju kantor LCG . Dia bersungguh - sungguh akan mengelola perusahaan PApanya .