
Masih dengan posisi duduk berhadapan ! Diki terlihat sangat bingung ,seperti orang stress. Hendra hanya menatap sinis ke arah Diki yang masih frustasi akan kebodohannya .
"gue mau balik ke kantor ! lo mau balik ato masih disini? tanya Hendra dan ia mengernyitkan alisnya ,karena melihat Diki yang tengah membaca menu minuman yang akan membuatnya mabuk .
" Gue masih mau disini ! lo duluan aja !" sahut Diki yang masih fokus memilih minuman yang mengandung alkohol .
"Oke ,biar gue bayar makan siang ini !" Hendra meninggalkan Diki seorang diri dan ia menuju kasir untuk membayar makanan mereka .
" Permisi,saya mau bayar bill meja 08!
"Baik! ini totalnya !"
"Terimakasih !" Hendra menyodorkan uang dan bill tadi,di bill tersebut ia mencatat no hp nya .
"Ini kelebihan pak !" seru staf kasir dan mengembalikan uang lebih itu .
" Tidak ! itu untuk tip kalian , tolong ! jika nanti teman saya mabuk dan tak bisa pulang ! maka hubungi saya ,di nomor ini !"
Hendra menunjuk tulisannya di kertas bill tersebut dan berlalu meninggalkan cafe itu .
Hendra mengambil mobil dan kembali ke kantornya ! "mudah2an Diki aman!" gumam Hendra sambil fokus menyetir .
Di cafe ,Diki memesan minuman beralkohol berkali2 . Diki terus meminumnya sembari mengoceh tak karuan .Namun ia tetap berada di tempatnya tanpa berpindah sedikit pun .
__ADS_1
Di sisi lain ,Tria merasa khawatir tanpa sebab . Dia tidak tau apa yang ia rasakan saat ini! mungkin itu insting seorang wanita terhadap pria yang ia cintai .Tria mencoba menghubungi Hendra dan memastikan apakah kakaknya baik2 saja . Ternyata Hendra ,Ayah dan Ibunya baik2 saja ,setelah ia menghubungi mereka . Kini Tria mencoba menghubungi Diki kekasihnya .
Tria sudah mencoba menghubungi Diki sampai 5x ! namun tak diangkat . Tria juga mengirim pesan ,namun tidak terbaca oleh Diki . Tria merasa sangat khawatir akan keadaan Diki,karena tidak biasanya Diki mengabaikan panggilan dan pesan darinya .
Tria sangat cemas ,hanya ke khawatiran yang menyelimuti pikirannya! ia belum tahu tentang hubungan Diki dan Rani anak bos Diki .
"oh ya,kemarin kak Hendra bilang makan siang bareng Diki ! gue coba telpon kak Hendra !" ia menemukan ide dan langsung menghubungi kakaknya.
"Halo Tria ,ada ap? kakak masih di kantor !" sahit Hendra santai .
"Kak,tadi jadi makan siang bareng Diki ?"
"Jadi ! ada apa?
dengan nada cemas dan khawatir .
" gue harus bohongi Tria ,agar Tria ga khawatir !" gumam Hendra yang masih berfikir mencari alasan ,agar adiknya percaya.
" Ooh, tadi dia bilang langsung me kantor , karena ada masalah di kantornya ! jadi dia harus membatalkan liburnya ,mungkin sangat penting ! jadi dia ga bisa terima pesan atau panghilan kamu !" Hendra beralasan dan berharap agar Tria percaya .
"Baik ,terimakasih kak ! tadi aku cuman khawatir !" ia mengakhiri panggilannya .
"Maaf Tria,kakak telah berbohong padamu ! tetapi kakak ga mau ,kamu nyamperin Diki yang tengah mabuk,karena akan membahayakannya .
__ADS_1
Hendra menghela nafasnya dalam! ia menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya .Dia masih memikirkan kebodohan Diki ! hanya karena jabatan ,ia rela membohongi Tria . Hendra tak ingin melihat adiknya bersedih karena seorang pria .
Di cafe ,Diki semakin mabuk ! ia sudah minum banyak. Sekarang Diki tertidur di meja tadi ! dengan posisi duduk di kursi dan meletakkan kepalanya di meja .Diki terus memanggil nama Tria ! Tria ! Tria! sehingga pelayan cafe tidak lagi memberikan minuman kepada Diki .
"Sepertinya dia sudah mabuk !" kata pelayan cafe kepada staf kasir .
"ia benar ! sudah jangan terima pesanannya ,kasian dia pasti lagi frustasi !" sahut staf kasir .
"lo hubungin aja temennya ! kan tadi di kasi no nya ! " kata pelayan yang mengingatkan kasir itu .
"Ooh ,iya ! baik gue hubungi dia !"
Staf kasir menghubungi Hendra ! setelah di jawab ,ia pun menceritakan keadaan Diki yang sekarang sudah tak sadarkan diri . Hendra dan staf kasir mengakhiri panggilan tersebut ! dan Hendra bergegas menuju cafe untuk menjemput Diki .
Sesampai di cafe Hendra mendekati Diki dan memapahnya ke mobil dengan bantuan security disana . Setelah sampai di mobil ,Hendra kembali ke dalam dan membayar bill minuman Diki .
" whaaaaatttt? banyak banget ? dia minim sendiri?" tanya Hendra kepada staf kasir .
"ia tuan ! jika anda tidak percaya ,anda bisa cek cctv disini ?" staf kasir menjawab dengan senyumnya .
" He he bukan itu maksudnya! tapi saya heran , teman saya minum sebanyak itu ! pasti dia sangat stress ! apakah dia sempat mengatakan sesuatu ?" tanya Hendra memastikan .
"Ya ! teman anda selalu menyebut nama Tria !" sahut staf kasir dengan penjelasanya !
__ADS_1
"Terimakasih ! ini pembayarannya ,terimakasih sudah memperhatikan teman saya !" jawab Hendra dengan sopan dan ia kembali ke mobilnya ! lalu mengantarkan Diki ke rumahnya .