
Dengan waktu satu jam,Angga berhasil sampai di lokasi kejadian. Dengan paniknya ia berlari mencari - cari sosok Aditya .Setelah sepuluh menit mencari akhirnya ia berhasil menemukan Aditya .
"Pak Aditya ,apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Angga membuyarkan tangis Aditya .
"Pak Angga? mengapa anda bisa sampai disini?" tanya Aditya dengan suara serak nya.
"Tadi saya lihat di sosial media!" sahut Angga ketus tetapi ia melihat kesedihan pada Aditya .
"Bagaimana kejadiannya?" tanya Angga dengan menatap tajam ke arah Aditya .
"Kejadiannya !" Aditya menceritakan awal pertemuan mereka saat di mall tadi hingga ia kembali meneteskan air matanya.
"Apakah sudah ada hasilnya? kenapa kau tega membiarkan wanita itu menyakiti Tria?" bentak Angga dengan nada tinggi dan tidak menghiraukan lagi bahwa Aditya adalah rekan bisnisnya .
"Saya sudah menyewa team penyelamat handal,mereka sudah bekerja sama dengan team penyelamat di daerah sini ." sahut Aditya lemas ,ya karena sedari tadi ia menangis menyesali kejadian tadi .
Angga yang melihat kesedihan pada diri Aditya ,ia sadar bahwa Aditya sangat tulus mencintai Tria. Karena setau dia Aditya adalah pria dingin yang hanya sibuk dengan bisnisnya .
Setengah jam kemudian kedua team pengaman berhasil menemukan tubuh Tria yang sudah basah kuyup dan terkulai lemas karena mencoba berenang ketepian namun tidak berhasil karena kelelahan .
Aditya dan Angga menghampiri boat team penyelamat ,lalu membopong tubuh Tria dan membawanya ke tepi danau .
"Tria,bangun sayang !" titah Aditya mencoba menyadarkan Tria dan menekan dadanya ,lalu memberi nafas buatan untuk Tria .
"Tria bangun! " seru Angga menepuk kedua pipi Tria .
Saat ini adalah keselamatan Tria yang lebih utama dibandingkan rasa cemburu yang dimiliki Aditya saat Angga menyentuh pipi calon istrinya .
"Angga , tolong kemudikan mobil saya! biar saya yang mengangkat tubuh Tria ." Aditya memberi kunci mobilnya kepada Angga .
Lalu mereka bergegas menuju mobil,setelah semua masuk ,Angga menginjak pedal gas dan mengarahkan mobil ke rumah sakit terdekat . Dengan kecepatan tinggi dan hampir beberapa kali menabrak mobil .
__ADS_1
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit terdekat ,lalu Angga berlari mencari bed hospital untuk Tria .
"Suster,tolong selamatkan teman saya!" titah Angga memanggil suster yang ia temui
Suster itu mendekati Tria dan Aditya ,lalu menyuruh perawat untuk mendorong bed hospital itu menuju ruang IGD .
"Anda tunggu diluar! kami akan memeriksanya ." pinta suster tersebut dan Dokter pun masuk ke ruang IGD untuk memeriksa keadaan pasien .
Setelah 45 menit berlalu,akhirnya Dokter pun keluar dan memberi kabar tentang keadaan Tria .
Aditya dan Angga serentak berdiri dan menghampiri Dokter itu .
"Bagaimana keadaan Tria dok?" tanya Aditya dan Angga bersamaan .
"Pasien kelelahan dan kehabisan oksigen,namun masih bisa diselamatkan ! beruntung kalian bisa segera membawanya kemari, sekarang pasien masih di beri bantuan oksigen! sebentar lagi akan di pindah ke ruang perawatan!" seru Dokter memberi penjelasan .
"Pindahkan ke ruangan VIP!" titah Aditya ,dan di angguki oleh Dokter.
"Baik pak!" sahut Dokter dan dokter melihat sosok Aditya .
"Tidak masalah! beri perawatan terbaik untuk calon istriku!" titah Aditya memberi perintah.
"Baik tuan! kami akan lakukan yang terbaik!" sahut Dokter Mira dan berlalu meninggalkan Aditya dan Angga .
Setelah dokter pergi lalu Angga membuka obrolan .
"Pak Aditya yang terhormat,tolong jaga ,cintai dan lindungi Tria! saya tidak ingin melihatnya sedih dan tersakiti seperti hari ini!" ucap Angga penuh penekanan dengan sorot mata tajamnya .
"Pak Angga, sebelum anda meminta ! saya sudah melakukannya!" sahut Aditya dengan nada sedikit tinggi
"Jika ia kenapa hari ini ia celaka? itu semua karena kehadiran mantan anda! jadi selesaikan dulu urusan anda dengan mantan anda ,supaya ia tidak menyentuh Tria sedikitpun!" Angga juga meninggikan nadanya.
__ADS_1
"Saya sudah membawanya ke kantor polisi!" sahut Aditya mengalah,
Karena bagaimanapun ini terjadi karena ulah Ririn mantan kekasihnya ,dan ia juga menyadari bahwa benar kata Tria . Angga menyukainya ,namun Angga tidak egois ,ia hanya khawatir akan keadaan Tria .
"Jika anda menyakiti Tria ,maka saya sendiri yang akan membawa Tria pergi dari hadapan anda!" ucap Angga penuh penekanan .
Aditya hanya terdiam tak menjawab ucapan Angga. Jika ia meladeni Angga yang tengah emosi ,maka pertengkaran pun akan berlangsung. Sehingga Aditya mengalah dan tak bergeming .
"Anda boleh pulang! terimakasih karena sudah mengantar saya sampai di rumah sakit ini! sebentar saya hubungi sopir saya untuk mengantar anda ." seru Aditya yang kini tengah mencari ponselnya .
"Tidak terimakasih! asisten saya sudah menjemput saya! tolong jaga Tria dan kabari saya jika dia sudah pindah kamar!" pinta Angga dan berpamitan kepada Aditya .
"Baik! terimakasih!" sahut Aditya kini mereka saling merangkul dan menyadari kesalahan mereka masing - masing .
Aditya sudah menghubungi keluarganya dan juga keluarga Tria .Sehingga mereka kini sudah tiba di rumah sakit bersamaan . Mereka menghampiri Aditya yang tengah menundukkan kepalanya saat duduk di kursi tunggu .
"Bagaimana keadaan Tria?" tanya mereka bersamaan .
"Tria masih dibantu alat oksigen,sebentar lagi akan di pindah ke ruang FIV !" sahut Aditya lemas .
Aditya lemas bukan karena belum makan,akan tetapi ia lemas memikirkan calon istrinya yang belum sadarkan diri. Hingga ia pun terjatuh dan pingsan . Papa Aditya segera memanggil Dokter untuk menolong anaknya ,dengan segera Dokter menghampiri mereka dan memberi perawatan khusus untuk putra pemilik rumah sakit tersebut .
Kini Tria sudah di pindahkan ke ruangan FIV ,disana juga Aditya di rawat. Papa Aditya sengaja menempatkan mereka dalam satu ruangan besar dengan dua tempat tidur ,supaya mereka tidak kesana kemari melihat kondisi Tria dan Aditya .Setelah Tria sadar ,ia meneteskan air matanya dan teringat akan kejadian tadi siang yang hampir merenggut nyawanya .
Ibu dan Ayah mendekati Tria dan menenangkannya. Lalu selang Sepuluh menit Aditya pun tersadar dan segera ia bangun dari bed hospital dan menghampiri Tria .
"Sayang,kamu sudah sadar? ada yang sakit?" tanya Aditya khawatir ,karena saat dia sadar dari pingsannya ia mendapati Tria tengah menangis tanpa suara.
Tria hanya menggeleng dan menatap sendu kearah Aditya .Lalu kedua keluarga itu keluar dan memberi ruang untuk kedua pasang kekasih itu .
"Aku takut ,dia ingin membunuhku!" lirih Tria dan kembali meneteskan air matanya .
__ADS_1
"Jangan takut! polisi sudah menangkapnya! ada aku disini dan tak kan ku biarkan siapapun menyakitimu!" titah Aditya membelai rambut Tria yang tengah terisak dalam tangisnya .
.