
Hendra sudah berada di dalam mobil ,mereka menempuh perjalanan 15menit dari rumah sakit menuju rumahnya .Kini Hendra yang menggendong Tria untuk masuk kerumah ,lalu ia mengantar Tria kedalam kamarnya .
"dek, kamu istirahat ya ! jangan pikirkan yang tak penting lagi, lupakan apa yang membuat mu sakit ! buka lembaran baru untuk hidupmu,karena perjalanan hidupmu masih panjang!" Hendra menasehati adiknya ,ia tak ingin jika Tria sakit lagi ,hanya karena memikirkan Diki .
"Baik kak! aku kuat kok, boleh ga kalo aku mau jalan ,minta diantar oleh kak Aditya ?" tanya Tria gugup ,karena ia takut jika tidak diijinkan oleh kakaknya .
"Boleh! tapi kamu tanya dulu sama dia ,sibuk ato ga ! dan ingat jangan permainkan perasaan Aditya !" pesan Hendra penuh penekanan .
"Aku hanya butuh teman curhat dan teman main! aku ga akan mempermainkan perasaan siapa pun! karena aku pun tau bagaimana sakitnya dipermainkan ." jelas Tria yang sekarang wajahnya sendu .
" Kakak mau kekantor dulu! kamu jangan berbuat uang ga masuk akal dirumah! Nanti kakak suruh Ibu liatain kamu !" Hendra segera keluar dari kamar Tria karena ia sudah ijin 3jam .
"Hati - hati dijalan kak!" seru Tria sembari melambai tangan kepada kakaknya .
Hendra menuju mobilnya ,di dalam mobil ia menghubungi Aditya dan panggilannya terhubung .
"Halo bro, ada yang bisa gue bantu?" tanya Aditya dengan nada bercandanya .
"Sok lo! emang lo kira publik informasi?" sahut Hendra ketus .
__ADS_1
"ha ha ha sensi amat lo ! btw lo udah di kantor? " tanya Aditya dengan nada masih tertawa .
"Nih,gue mau berangkat ! maaf bos gue ijin 3jam ! ha ha ha !" kini Hendra ynag tertawa karena ia telat ke kantor lantaran mengurusi adiknya .
"Gapapa ,kan lo udah ijin langsung di kantor, trus lo ngapain telpon gue?" Aditya memastikan tujuan Hendra menghubunginya .
" Tadi Tria ,nanya ke gue , boleh ato ga jika dia minta bantuan lo untuk diantar jalan- jalan ,karena dia butuh teman bercerita !" Hendra menjelaskan maksud dan tujuannya .
"ooh, siap laksanakan! gue bakal temenin adik lo ,tenang aja !"
" ok ,thanks bro! gue kekantor dulu .Hendra mengakhiri panggilannya lalu ia mengemudikan mobilnya ,segera ia menuju kantor tempatnya bekerja .
Aditya membuka laptopnya ,lalu memulai pekerjaannya seperti biasa .Aditya saat ini memegang dua perusahaan sekaligus , Di kantornya ini ia sebagai CEO sedangkan di kantor tempat Hendra bekerja Aditya dijadikan Direktur oleh Papanya . Jadi Aditya harus mengatur waktunya untuk kedua perusahaan tersebut, selama ini ia tidak pernah kewalahan akan tugas yang ia emban di perusahaannya .
Aditya tentu tidak sendirian ,dia dibantu oleh sekretaris pribadi handalnya yang bernama Toni .Toni selalu membantu Aditya dalam segala urusan kantor nya ,sedangkan Yudi ,Yudi adalah asisten pribadi Aditya saat di kantor tempat Hendra bekerja . Selama ini Toni dan Yudi lah yang sudah membantu memudahkan segala urusan pekerjaannya. Sehingga Aditya merasa tidak terbebani sama sekali oleh kedua perusahaanya .
Di kediaman Diki
Pak Johan dan Ibu Mila hari ini mereka hanya dirumah,tidak ada kegiatan di restoran utamanya . Pak Johan mendekati Diki dan ingin meminta penjelasan akan hubungannya dengan Tria . Saat ini Diki hanya melamun dan terus melamun ,ia masih tidak percaya akan hubungannya yang sudah berakhir bersama Tria .
__ADS_1
"Diki ,gimana? apakah kamu sudah berbicara kepada Tria?" tanya Papanya yang sekarang duduk di sebelah Diki .
"Pa , Ma ,aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Tria !" jawabnya singkat dengan menundukkan kepalanya sembari menjambak rambutnya frustasi .
"Loo kenapa nak ?" tanya Mama dan Papanya bersamaan,karena mereka tak yakin jika Diki akan bisa melupakan Tria ,wanita yang ia cintai selama 4tahun belakangan ini .
"Ma ,Pa maafin aku ! ini salahku ,karena kebodohan ku ,aku harus mengakhiri hubunganku dengan Tria ,wanita yang aku cintai !" jawab Diki masih dengan posisi menjambak rambutnya sendiri .
bu
"Sebenarnya ada apa? ceritakan lah pada Mama dan Papa ,siapa tau kamu bisa bantu untuk memperbaikinya !"
"Tida mungkin Ma ,Pa ! karena aku bla bla bla nla bla !" Diki menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir ,ia sangate menyesali perbuatannya yang dijebak oleh Rani .
"Jadi seperti itu, Rani memang licik ! tapi kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu ! baguslah jika kamu sudah menjelaskannya kepada Tria, jadi dia tidak mendengar nya dari Rani .Sekarang kamu harus bisa menerima Rani meski terpaksa !" Papa memeluk Diki dan menyemangati Putranya yang sebentar lagi akan menikah dengan wanita yang tidak ia cintai .
Diki hanya pasrah menerima keadaan saat ini ,ya karena kebodohannya lah ia harus bertanggung jawab,meski ia belum sempat merenggut kesucian Rani . Pernikahan Diki dan Rani direncanakan minggu depan . Sanggupkah Diki menerima Rani sebagai istrinya yang akan menemani hidup nya???
Yuuukkkk baca terus ceritaku !!!! jangan lupa like dan vote nya dong! biar semangat up episode selanjutnya .
__ADS_1