
"Kita pergi kesana bersama !" Tria memutuskan akan ikut menghadiri pernikahan Diki dan Rani . Sontak membuat Ayah Ibu dan Hendra sempat tak percaya akan keputusan Tria . Mereka akhirnya menyetujui keputusan itu,dan sepakat akan pergi bersama .Namun Hendra akan meminta Aditya untuk menemani Tria .
Hari demi hari terlewati, tentu saja Tria berusaha untuk meng iklaskan semuanya. Apa boleh buat ,ia tak mampu menghianati perasaannya .Ya ,dia masih sangat mencintai Diki ,bagaimana tidak? sudah 4tahun mereka menjalin hubungan dan mampu melewati masalah demi masalah. Namun kali ini sungguh tidak bisa dirubah,nasi sudah menjadi bubur ,kesalahan hanya bisa di sesali di akhir .
"Aku harus bangkit! harus semangat,iklaskan yang telah pergi . Cinta tidak harus memiliki,mungkin tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untukku ."Tria menyemangati dirinya sendiri ,agar bisa melupakan semuanya .
Hari ini adalah hari pernikahan Diki dan Rani ,Keluarga Tria sudah bersiap dan segera akan melakukan perjalanan menuju tempat pesta pernikahan Diki dan Rani . Hendra menyalakan mesin mobil ,dan yang lain sudah masuk dan duduk di bangku mobil .Saat Tria akan menutup pintu mobil ,namun tangan Hendra segera membuka kembali pintu mobil itu .
"Dik,kamu berangkat bareng Aditya,bentar lagi dia datang!" Jelas Hendra
"Tapi kak,,,,,,," ucapan Tria terpotong dan dia menoleh ke arah belakang,dimana mobil Aditya sudah membunyikan klaksonnya.
"Tria,mari kamu ikut bareng kakak kesana!" Aditya kini sudah menarik pelan tangan Tria menuju mobilnya. Tria pun tanpa ragu mengikuti langkah Aditya menuju mobilnya, ia paham akan ke khawatiran kak Hendra sehingga kak Hendra menyuruhnya bersama Aditya .
Di sepanjang perjalanan Aditya dan Tria hening tanpa obrolan .Tria mengalihkan pandangannya melihat jalanan yang padat melalui jendela mobil. Aditya sempat melirik ke arah Tria ,dia memahami akan perasaan Tria sekarang .Sehingga Aditya membuka obrolan supaya mereka tidak canggung .
__ADS_1
"Tria,apakah kamu baik - baik saja?" Aditya sesaat melirik ke arah Tria dan kembali fokus mengemudikan mobilnya .
"Aku,baik - baik saja! tidak perlu khawatir ." Kini Tria menatap kearah Aditya dan menepuk pelan lengan Aditya yang masih fokus menyetir .
"Baguslah,oh ya! apakah kamu ada rencana untuk kuliah?" Aditya menawari Tria untuk melanjutkan pendidikannya .
"Sebenarnya Tria ingin,tetapi Tria ga mau membuat orang tua dan kak Hendra kerja keras untuk biaya kuliah Tria kak! tetapi Tria udah coba mencari beasiswa namun yang ada cuman di Singapore kak,Tria berfikir dulu ." Aditya hanya mengangguk dan mengiyakan apa yang Tria ucapkan .
Kini mobil Hendra dan juga mobil Aditya sudah tiba di parkiran ,segera mereka memasuki tempat acara pesta pernikahan Diki dan Rani . Aditya sengaja berjalan beriringan dengan Tria,agar ia bisa mengawasi keadaan Tria saat melihat acar pernikahan Diki nanti .Setelah sampai ,segera mereka menghampiri kedua mempelai untuk memberi selamat dan memberi hadiah yang sudah mereka siapkan .
Hendra ,Ibu dan Ayah sudah memberi selamat terlebih dahulu dan di sambut hangat oleh kedua mempelai, Kini giliran Aditya dan Tria yang akan memberi selamat ,mereka saling mengulurkan tangan memberi selamat . Dan itu juga disambut hangat oleh Diki ,namun ada bulir air mata yang sedari tadi di bendung oleh kelopak mata Diki saat menerima ucapan selamat dari Tria wanita yang sangat ia cintai .Rani yang menyadari tatapan sendu Diki kepada Tria,ia pun dengan manjanya bergelayut di lengan Diki dan menyandarkan kepalanya di bahu Diki .Diki hanya pasrah tak merespon apapun .
Kini Tria dan Aditya tengah duduk di bangku taman hotel tersebut . Aditya sengaja menuntun Tria menjauh dari kedua mempelai itu,kini mereka menatap kearah pantai ,hotel tempat pesta pernikahan itu memang menghadap pantai .Sehingga setiap tamu undangan dapat menikmati sajian dari catering hotel tersebut sembari menikmati indahnya pemandangan laut .Setengah jam mereka duduk disana menghirup segarnya udara laut di malam hari,Tria menyilangkan tangannya di depan dada ,karena terasa dingin .Aditya yang melihat itu ,lalu ia membuka jasnya dan mengenakan ke tubuh Tria .Tria tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Aditya .
"Kita pulang sekarang yuk!" ajak Tria dengan menarik pelan tangan Aditya yang sedari tadi menggenggam tangannya .
__ADS_1
"Oke! yuk kita berangkat sekarang ." Aditya terbangun dari duduknya lalu kembali menggenggam tangan Tria .
"Eh,sebentar ! Ayah ,Ibu dan kak Hendra mana? ga mungkin kan kita pulang ga bareng mereka "Tria menghentikan langkah kakinya dan mengarahkan matanya ke seluruh arah.
"Tadi kak Hendra wa kakak,katanya mereka pulang duluan." Sahut Aditya yang selalu memberi senyuman penuh harapan kepada Tria .
Kembali Tria mengikuti Aditya sehingga mereka sampai diparkiran .Sesaat Aditya akan menutup pintu mobil yang tadi di buka untuk Tria ,tiba - tiba seseorang menahan pintu tersebut .
"Tolong ,biarkan aku bicara sebentar bersama Tria ." ya orang itu adalah Diki ,ia sengaja berlari mengejar Tria dan Aditya untuk berbicara empat mata bersama Tria .
"Tria,apakah kamu mau berbicara bersamaku sebentar saja?" tanya Diki yang kini berada di depan pintu mobil Aditya . Aditya hanya berdiam diri menyaksikan mereka berdua, dan akhirnya Tria pun langsung berbicara tanpa keluar dari mobil Aditya .
"Bicara disini saja! dan kak Aditya tetap disini!" Tria berbicara penuh penekanan ,agar Aditya tidak meninggalkannya berdua .Karena ia sadar bahwa Diki sudah menjadi milik wanita lain .Dan Tria berharap agar Diki tidak berbicara panjang lebar yang ujung - ujungnya akan membuatnya menangis lagi .
"Maafkan aku! aku tak bermaksud membuatmu bersedih dan kecewa, tolong jangan pernah membenciku ."Itulah kata -kata yang terucap dari mulut Diki,hingga ia meneteskan bulir air matanya yang membuat Tria hampir saja ikut meneteskan air matanya Namun segera Tria mengalihkan pandangannya .
__ADS_1
"Sudahlah! aku tidak membencimu dan berjanjilah padaku agar kamu tetap mempertahankan pernikahanmu dalam keadaan apapun ." Hanya itu yang Tria mampu ucapkan dan ia langsung menutup pintu mobil tersebut. Aditya segera menuju kursi kemudi dan menyalakan mobilnya ,lalu meninggalkan Diki yang masih mematung ditempatnya yang memandangi mobil Aditya yang semakin menjauh dan tak terlihat lagi .
Di dalam mobil Tria kembali sendu,ia hanya menatap kelap kelip dari cahaya lampu yang ada disepanjang jalan. Hanya mengalihkan pandangannya melalui jendela mobil ,ia tak ingin Aditya mengetahui kesedihannya saat ini .Maka dari itu ia tak berani menatap ke arah Aditya lagi .