Pacarku Bukan Jodohku

Pacarku Bukan Jodohku
Episode 22


__ADS_3

Aditya dengan senang hati melayani Tria ,ia rela membukakan pintu mobilnya untuk Tria .


Aditya kini sudah berada di dalam mobil , lalu ia mendekati Tria sehingga wajah mereka hanya berjarak beberapa cm saja,Aditya hendak memasangkan sabuk pengaman untuk Tria ,tak sengaja mata mereka beradu dan saling menatap beberapa detik. Lalu Aditya dan Tria sama - sama mendengar detak jantung satu sama lain, sadar akan hal itu ,lalu Aditya segera mengalihkan pandangannya ke depan dan fokus menyetir .


"Ga salah? Tria degdegan juga ." gumam Aditya tersenyum sembari fokus menatap kearah depan melajukan mobilnya .


"Kak Aditya tadi bikin degdegan aja!" gumam Tria yang kini wajahnya bersemu malu,lantas ia memandang kearah jendela mobil untuk mengalihkan pandangannya dari Aditya .


Di dalam perjalanan mereka tak bergeming, mereka hanya senyum - senyum sendiri mengingat kekonyolan mereka tadi . Sehingga akhirnya Aditya membuka obrolan.


"Tria ,kita mau kemana nih? dari tadi kok diem aja" tanya Aditya yang masih fokus menyetir,namun sekarang ia memberanikan diri menatap ke arah wajah Tria .


" Hmmm, terserah kakak sajalah! kan kakak supirnya ,hi hi hi ." sahut Tria memberanikan diri menatap Aditya dan tertawa kecil .


"Oke ,tuan putri ! aku akan antar kamu ke suatu tempat ,yang mampu membuatmu terpesona akan keindahannya ." sahut Aditya bangga, ia yakin ditempat tersebut Tria akan mampu melupakan kenangannya bersama Diki,mantan kekasih Tria sekaligus teman lama Aditya .

__ADS_1


"Baiklah,terimakasih kak!" Tria tersenyum melihat Aditya yang sekarang rela membuang waktunya hanya untuk mengantar Tria yang tak lain adalah adik sahabatnya .


Selama 1jam perjalanan,akhirnya mereka tiba di suatu tempat . Yaitu Danau yang sudah di jadikan obyek wisata beberapa tahun lalu . Kini Aditya kembali membukakan pintu mobil untuk Tria ,lalu ia menggandeng tangan Tria dan menuntunnya untuk mengikuti langkah kakinya menuju loket . Tria yang sadar akan genggaman tangan Aditya ,lalu ia kembali mengingat masa - masa indahnya bersama Diki .


"Aku rindu genggaman tanganmu,yang dulu pernah menuntunku untuk mengikuti langkah kakimu,namun sekarang hanyalah tinggal cerita." gumam Tria yang tak sadar meneteskan air matanya. Aditya yang melihat bulir air mata itu ,lalu ia menghapusnya dengan ibu jarinya sembari menatap lekat ke wajah Tria dan berkata .


"Tidak usah menangisi apa yang sudah membuatmu sakit dan terluka ! aku sengaja menggenggam tanganmu untuk menuntun mu dan mengikuti langkah kakiku ! bukan untuk mengingatnya kembali!" Aditya membelai lembut wajah Tria ,ia berpesan agar Tria tidak lagi mengingat goresan luka itu .


"Hikz hikz ,terimakasih kak ,karena sudah membantu ku untuk melupakan kenangan itu!" seru Tria dengan isak tangisnya .Kini Tria menyandarkan kepalanya di bahu Aditya ,karena ia merasa nyaman jika berada di dekat Aditya tanpa ia menyadari ,bahwa kehadiran Aditya mampu menutupi kesedihannya .


"Mau disini aja? ga masuk kedalam nih?" tanya Aditya memotong isak tangis Tria.


Aditya kembali menggenggam erat tangan Tria .Lalu mereka membeli tiket dan menuju tempat berselfie yang bagus. Karena disana sudah disediakan beberapa tempat untuk mengabadikan momen pengunjung disana .


Tria dan Aditya menikmati suguhan pemandangan disana ,lalu Aditya diam - diam mengambil foto Tria dan disimpannya di dalam memory hp nya .

__ADS_1


Setelah sedikit berkeliling ,mereka duduk di bangku yang menghadap ke Danau tersebut ,mereka duduk bersebelahan ,bagaikan sepasang kekasih yang tengah berkencan. Diki juga kebetulan berada di Danau tersebut ,ia dan Rani membuat foto praweding disana . Diki melihat Tria dan Aditya dari kejauhan,ia ingin memastikan apakah itu benar Tria mantan kekasihnya bersama Aditya teman lamanya.


Rani yang sudah siap dengan balutan gaun mewah,ia mendekati Diki dan menarik pelan tangan Diki menuju tempat foto yang sudah mereka pilih . Aditya pun melihat Diki dan Rani,karena belum begitu yakin akhirnya Aditya beralasan ingin ke toilet .


"Tria ,tunggu disini! aku ke toilet sebentar !" Aditya beralasan,karena ia ingin memastikan sepasang orang yang tengah membuat foto praweding itu .


"Baik kak !" sahut Tria tanpa curiga .


Aditya mendekati dan mengawasi mereka dari balik pohon ,dan benar ! mereka adalah Diki dan Rani , setelah memastikan bahwa itu benar mereka . Aditya pun kembali menghampiri Tria dan hendak mengajak Tria untuk pergi dari tempat itu .


"Tria ,kita pergi ke tempat lain yuk!" ajak Aditya .


"Gak ah! disini aja,aku suka tempat ini kak !" sahut Tria yang masih menikmati pemandangan Danau tepat di depan matanya .


"Tapi !!! Aditya menggantung ucapannya .

__ADS_1


"Tapi kenapa? apa karena prawedding mereka kakak rela menyuruhku untuk berhenti menikmati keindahan Danau ini? bukankah kakak yang menyuruhku untuk melupakan pria itu ?" Tria kini berdiri dan menunjuk ke arah Diki dan Rani yang sedang berpose untuk pernikahan mereka .


Tria sudah mengetahui keberadaan mereka ,setelah Aditya beralasan pergi ke toilet. Diam - diam Tria memperhatikan langkah Aditya yang tak searah dengan arah menuju toilet . Mata Tria melotot melihat sepasang calon pengantin yang tengah berpose untuk acara pernikahan mereka. Tria menahan air matanya , ia berusaha kuat dan tegar menghadapi kenyataan yang ia lihat dihadapannya sekarang . Sampai akhirnya Aditya datang,lantas Tria berpura - pura menatap indahnya Danau disana.


__ADS_2