Pacarku Bukan Jodohku

Pacarku Bukan Jodohku
Episode 12


__ADS_3

Selama perjalanan menuju tempat kerja Tria , Hendra dan Aditya asyik mengobrol sedangkan Tria hanya memandang kearah luar jendela mobil Aditya .


"Dit ,lo ga cape jomblo? kerja mulu kapan cari jodoh lo? tanya Hendra menatap ke arah Aditya .


"Sial lo! emang lo udah ga jomblo? sejak kapan lo punya cewek? " tanya Aditya balik


"mmmm,,, ada deh ! lo ga pingin gitu ,punya cewek trus lo pacarin lalu nikah dan jadiin dia ibu dari anak2 lo kelak? lo kan anak tunggal .


"Gue belum kepikiran situ, gue sibuk urusin perusahaan Papa! lo kan tau gimana gue kalo udah kerja pasti lupa waktu !" sahut Aditya sembari melirik ke spion dan menatap Tria yang tengah melamun .


"Heh, Tria ! kok sepi banget ga ada suaranya , jangan - jangan sariawan ya? ha ha ha ."Aditya menertawakan Tria yang tengah melamun dan Tria yang mendengar itu hanya tersenyum kecil .


"Jangan godain adik gue ! dia ceweknya si Diki ! " sahut Hendra sembari memandang adiknya yang duduk di belakang .


"Diki? Diki siapa?" tanya Aditya serius .


" Diki ,temen kita SMA dulu !" jawab Hendra memastikan apakah Aditya masih mengingat Diki .


"Oh ya ! sekarang gue inget , Diki yang,,,,!" perkataan Aditya terpotong karena Tria minta berhenti,lantaran mereka sudah sampai di tempat kerja Tria .


"Kak,terimakasih ! tumpangannya ,lain kali kalo ada meeting ato reuni adain disini saja ! tapi jangan lupa kasi tips yang banyak ha ha ha !" Tria menawarkan restoran tersebut sembari tertawa kecil .


"Gila, cantik dan manis!" gumam Aditya dalam hati .


"Udah,nanti kakak jemput kamu ! byeee ." seru Hendra dari sebelah Aditya .


"Bye Tria !" seru Aditya yang kini hendak melajukan mobilnya .


"Bye , kalian hati - hati ! " sahut Tria dengan melambaikan kedua tangannya .

__ADS_1


Di sepanjang jalan ,Hendra dan Aditya kembali berbincang .Mereka membicarakan hari - hari mereka ,meski Aditya adalah putra dari bos Hendra ,namun mereka tetap bersahabat seperti dulu .


"Hen ,beneran si Diki pacarnya Tria ?" tanya Aditya penuh selidik .


"yoi! kenapa? lo naksir adik gue?" tanya Hendra balik .


" Awalnya sih ia,gue naksir dia ,karena dia cantik ,manis ,lembut dan ga manja ." sahut Aditya kembali .


"Sayangnya lo lambat ,udah dimiliki Diki . ha ha ha ." Tawa Hendra membuat Aditya sedikit malu ,karena sudah berkata jujur akan pandangan pertamanya terhadap Tria .


Di kediaman Diki


"Bodoh! kenapa gue terima bantuan Rani? padahal gue bisa kerja sama Papa di restoran sendiri tanpa mengejar jabatan!" Diki berkata - kata sendiri di dalam hati .


Saat ia di kamar ,ia merasa sangat frustasi dan bergumam sendiri . Rani pun kembali menghubunginya.


drrtt ,drrrt,drrrt


"Iih, sayang kok gitu? aku salah apa?" ranya Rani .


"Kamu tak salah! tetapi aku yang bodoh karena menerimamu dan menduakan wanita yang aku cintai ." sahut Diki menyindir Rani .


Namun Rani tak merasa tersindir oleh ucapan Diki . Justru dia merasa senang karena ia akan sangat mudah memutuskan hubungan Diki dan Tria .


"gue bakal singkirin lo perlahan Tria !" gumam Rani . yang kini akan merayu Diki dengan suara manjanya .


"Sayang,aku kangen ! kita ketemuan yuk?" seru Rani manja.


"Ga bisa,aku lagi sakit dan tolong jangan ganggu aku!" titah Diki dengan penuh penekanan dan langsung mengakhiri panggilan tersebut .

__ADS_1


"Sial,main dimatiin! oh ya,tadi dia bilang saki. Berarti gue harus jenguk dia di rumahnya ! tapi di mana alamatnya?" gumam Rani bingung .


" Ahaaaa,gue bisa minta informasi di kantor Papa!" gumam Rani mendapat ide . Rani pun dengan sangat mudah mendapatkan informasi alamat Diki ,karena ia adalah putri tunggal di perusahaan tempat Diki bekerja .


Tanpa membuang waktunya,ia pun bergegas ke garasi dan memilih mobil yang akan ia pakai ke rumah Diki . Keluarga Rani memiliki 7 mobil pribadi yang terparkir di rumahnya,maka dari itu Rani bisa memilih mobil mana yang ia inginkan. Rani adalah putri tunggal pemilik perusahaan tempat Diki bekerja.


Di sepanjang jalan ia fokus menyetir dan tertawa bahagia, karena ia berfikir jika Diki sakit karena bertengkar dengan Tria ,maka Rani berencana akan datang untuk menghibur dan mendapatkan perhatian dari Diki .Rani pun membeli sesuatu untuk orang sakit dan membawanya sebagai oleh - oleh buat Diki .Sekarang Rani sudah tiba di rumah Diki dan ia memarkirkan mobilnya ,lalu ia mengetuk pintu .


tok,tok,tok


cklek...,,,...Bibi Diki membuka pintu dan menyapa orang yang baru saja datang di rumah majikannya .


" Selamat sore non ! apakah ada yang bisa saya bantu? sapa Bibi Diki .


"Selamat sore,aku mau menjenguk Diki ! apakah Diki ada dirumah?" sapa Rani sambil bertanya .


"Den Diki masih dikamar,sebentar saya panggilkan! silahkan duduk dulu non! oh siapa nama non ?"


"Namaku Rani! pacar Diki!" sahutnya dengan senyum sumringah penuh harap .


"Rani,pacar den Diki? lantas non Tria?" gumam Bibi yang hanya tersenyum dan hendak menuju kamar Diki . Belum sampai melangkahkan kedua kakinya,tangan Bibi ditahan oleh Rani dan dia berkata .


"Bi, biar aku saja yang ke kamar Diki menghampirinya,kasian Duki harus turun!" seru Rani memohon dengan senyum liciknya .


"Tapi non?"


"Sudahlah, yang mana kamar Diki?" tanya Rani bersemangat , karena ia memiliki ide licik untuk Diki .


"Dilantai dua non !" sahut bibi .

__ADS_1


"Non Rani dan Non Tria sangat berbeda, non Tria lebih sopan dan tidak agresif .Tetapi non Rani tidak ada sopan santunnya masuk ke kamar orang . Sungguh berbeda jauh ,kok aku jadi curiga akan tingkahnya!" gumam bibi dan bibipun memiliki ide untuk mengikutinya dengan alasan membawa minuman .


n


__ADS_2