
Mobil Diki akhirnya tiba di cafe ! dia dan Hendra sudah membuat janji akan makan siang di cafe ini . Diki melihat jam yang melingkar di tangannya dan tangan yang satunya ia masukkan ke dalam saku celananya.
" Baru jam 11:50 ! gue tunggu Hendra di dalam aja, sambil pesen minum ! gerah banget hari ini !" gumamnya sendiri dan kini sudah menempati kursi paling ujung,agar terasa lebih nyaman .
"gue kirim pesan aja ! supaya order makanan dulu ,entar kan langsung makan! he he heee bergumam sendiri .
" Bro ,gue udah di cafe ! lo order makanan apa? entar pas lo sudah datang , kan enak tinggal makan ! Diki mengirim pesannya ke pada Hendra dan dibalas langsung oleh Hendra .
"Boleh ! samain aja orderannya ,tapi jangan terlalu pedas !" itulah balasan dari Hendra .
Diki sudah memberikan orderan kepada pelayan cafe . Dia menikmati minuman yang tadi ia order ! sambil menunggu kedatangan Hendra . Hendra tiba di cafe dan ia langsung masuk ,mencari keberadaan Diki .
"Sudah lama bro ? " tanya Hendra yang tengah menarik kursi dan dia langsung duduk berhadapan dengan Diki .
"Belum lama ! gue udah orderin buat lo ,tunggu bentar !
" Oke thanks bro !" sahut Hendra dengan tersenyum sedikit sinis. ia akan menanyakan keraguannya setelah makan ! agar suasana tidak terlalu tegang .
Makanan sudah datang ! lalu mereka saling mengadu pandangan dan mereka membuka lebar tangannya . Sendok dan garpu sudah berada di kedua tangan mereka dan seperti biasa mereka mengangkat kedua alisnya ! sedang memberi kode untuk menyantap makanan yang ada di hadapan mereka .
Dengan lahapnya mereka makan, bagaikan sedang mengikuti lomba makan! mereka pun selesai dan kini mereka kembali saling beradu pandang .
" Dik, gue mau tanya ! bukannya gue ikut campur urusan lo !" sembari melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya .
"Tanya apa bro ? tanya aja ga pa pa ! kita udah kayak saudara ,meski sempat terpisah karena beda sekolah ." sahut Diki dengan santainya .
"Gimana hubungan lo sama Tria?"
"Hubungan gue? baik - baik aja ! selama ini ga pernah ada masalah !"
" Lo yakin ? apakah lo sudah jujur padanya ?" tanya Hendra dengan tatapan tak percaya ,karena ia melihat kejanggalan saat kemarin mendengar alasan Diki kepada Tria .
"deg deg deg ,,,,apakah Hendra tau ? apakah Hendra ngikutin gue? gumamnya tanpa menjawab pertanyaan Hendra .
__ADS_1
"Dik,,,,,Dik,,,Diki ?" helooooo ,,,kesambet lo? Hendra menjentikkan jarinya dihadapan Diki ,agar ia tersadar dari lamunannya .
"ehh,,, sory ,sory ! boleh ga gue cerita sama lo?
"Cerita apa ?" sahut Hendra,sekaran ia menumpukkan kedua tangannya dimeja ,bersiap mendengarkan cerita dari Diki.
"Gue ,sayang dan cinta banget sama Tria adik lo! bahkan gue sering ajak dia menikah ,namun selalu di tolak dengan alasan usianya masih muda ! dan gue menyadari itu ,gue bakal tunggu dia sampai siap menikah dengan gue !"
"Di kantor,gue sekarang diangkat menjadi Marketing untuk produk2 terbaru di yang masuk di perusahaan tempat gue kerja . Jabatan itu gue dapat karena bantuan Rani !
Rani adalah putri tunggal bos gue. Mengapa dia lakuin itu ? karena dia suka sama gue .
"gue jadi bingung! di satu sisi gje sangat mencintai Tria dan ha mau kehilangan Tria .
Disisi lain ,gue kasian kepada Rani ! gue harus gimana bro ? jangan diem aja ! beri gue solusi !" pinta Diki yang menjelaskan semuanya ! dengan kedua tangannya berada di kepala dan menjambak2 rambutnya .
Hendra menarik nafas ! dan membuangnya dengan kasar ,lalu ia menatap tajam ke arah Diki .
"Gue belum sempat cerita ke Tria soal ini! gue takut dia salah paham dan ninggalin gue !"
Diki masih menjambak2 rambutnya .
" Terus Rani gimana?" tanya Hendra dengan nada ketusnya .
" Gue udah jelasin ke Rani ! bahwa gue udah punya Tria ,gue ga mau kehilangan Tria ! gue udah jelasin semuanya bro !" Diki bingung dan menggeleng2kan kepalanya .
"Trus,apa jawaban Rani ?"
."Rani bilang ! dia cinta gue ! dia tau gue udah punya pacar ! tapi dia ga mau jauh dari gue ! dia ingin tetap menjadi pacar gue tanpa ninggalin Tria !" Jawab Diki penuh penjelasan tanpa ada kebohongan sedikit pun.
"gue tau lo jujur ke gue ! tapi kenapa lo ga jujur sama Tria ?" gumam Hendra yang masih menatap tajam ke arah Diki .
" kenapa lo diem !" jawab ndra ! hue harus ngapain?
__ADS_1
"Apakah cewek kemarin itu Rani?
"Dari mana lo tau ?
" gue liat lo kemarin di taman kota dan hampir saja Tria nyamperin lo kemarin .
"Terus Tria tau ?
" ga! karena gue mencegahnya !
"Diki ! kalo lo beneran cinta sama Tria, lo jujur sama dia ! lo bilang semuanya !
"Tapi gue takut ! setelah gue jelasin,nanti di mutusin gue !"
" Lo lebih takut jujur ke Tria atau takut ketauan? lagian belum nikah aja udah selingkuh ! gimana nanti kalo sudah nikah ?
" Gue ga selingkuh !
" terus ,sekarang apa namanya? ttm? hts ?
gila lo! jadi cowok ingin menang sendiri .
"Gie bingung! ndra ,bingung gue haaaaaaaakkk
"Jangan kecewain adik gue! jangan sakiti dia dengan kelakuan bodoh lo ! jika itu terjadi ,gue bakal paksa dia buat lupain lo ! paham .
" Kalo lo beneran sayang dan cinta dia ,jauhi Rani ! jangan lo beri harapan palsu kepada Rani .
"kalo lo udah ga mau pertahanin hubungan lo dengan Tria ! silahkan dekati Rani !"
Hendra sangat geram akan kebodohan Diki yang masih bingung untuk mengambil keputusan .
Diki hanya menjambak2 rambutnya dan selalu membuang nafas kasarnya .Diki sangat tidak rela jika ia harus mengakhiri hubungan dengan Tria .Diki juga tidak ingin Rani kecewa ,karena bagaimana pun ,Rani lah yang membuat posisi nya di perusahaan itu terangkat dengan singkat .
__ADS_1