Pacarku Bukan Jodohku

Pacarku Bukan Jodohku
Episode 27


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa ,tugas sang mentari adalah menyinari bumi dan memudahkan penghuninya untuk melihat segala hal tanpa bantuan cahaya lampu .Tria perlahan mengerjapkan matanya yang masih sedikit sembab,ia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang .Dia hanya melamun mengenang segala sesuatu hal yang berhubungan dengan Diki ,mantan kekasihnya .Dia pun bertekad harus kuat dan tegar melupakan semua kenangan itu,meski perih namun mau tak mau,ia harus membuka lembaran bari dihidupnya. Karena ia tak ingin mencintai pria yang sudah beristri .


Setelah selesai mencuci muka dan menggosok giginya ,ia segera menuju meja makan, dimana dimeja makan sudah duduk anggota keluarganya yang sedari tadi setia menunggu kehadirannya untuk sarapan bersama .


"Selamat pagi semuanya ,maaf menunggu lama " Sapa Tria yang berusaha bersemangat dan memperlihatkan senyumnya ,supaya anggota keluarganya tidak khawatir lagi akan keadaannya .


"Waaah,cantik banget adik kakak" Hendra melirik adiknya ,ia tak percaya jika adiknya sudah busa kembali tersenyum .


"Yuuuk ,kita sarapan sekarang ." Tria berdiri membalik piring yang ada di hadapan Ayah ,Ibu dan kakaknya seperti hari - hari biasa yang ia lakukan .

__ADS_1


Setelah sarapan ,ia pun membantu Ibunya membersihkan meja dan peralatan makan. Lalu ia membantu Ibunya membuka toko di depan rumahnya. Kini toko ibu semakin besar ,karena hasil dari toko di putar lagi oleh Ibu untuk modal toko tersebut .Begitu juga denganT toko Ayahnya yang ada Di pusat kota . Hendra dengan jabatannya yang sekarang ,ia sudah memiliki mobil pribadi dan dia juga sudah membeli apartemen untuk nya dan istrinya kelak .


Seminggu sudah berlalu ,Tria mampu menyembunyikan lukanya .ia bekerja seperti biasa tanpa memperlihatkan sedikitpun kesedihannya kepada orang - orang terdekatnya . Hanya di dalam kamar lah ia akan mengeluarkan air matanya atas kesedihannya .Perlahan sedikit - demi sedikit ia sudah tidak lagi mengingat kenangan bersama Diki .Kini ia sibuk dengan pekerjaannya dan tak lupa juga ia sering memberi kabar kepada Aditya yang kini sedang berada di Luar Negeri karena perjalanan bisnis Papanya .


Kini Tria berada di dalam kamar kesayangannya yang penuh dengan boneka di ranjangnya yang rapi. Di setiap sudut tertempel fotonya bersama Hendra ,Ayah dan Ibunya . Namun fotonya yang bersama Diki sudah ia cabut dan buang di tempat sampah. Karena mantan adalah sampah ha ha ha ,itulah kata yang terucap di bibir merah muda Tria . Sekarang ia merindukan sosok Aditya,ia pun hendak menghubungi Aditya .


drrrrt ,drrrt ,drrrt setelah 5x memanggil ,namun tak ada jawaban dari Aditya , Itulah yang membuat Tria kini khawatir akan keadaan Aditya . Tanpa Tria sadari saat ini ditempat Aditya menunjukkan pukul 02:00 dini hari . Itulah yang membuat panggilannya tak terjawab dri Aditya ,yang mungkin saja sekarang Aditya tengah asik berkelana di alam mimpinya .


"Sayang ,kamu kok diam aja sih? masih kepikiran wanita itu?" Rani melingkarkan tangannya di leher Diki dan menempelkan bibirnya di bibir Diki dengan gaya anak kecil yang tengah mengharap belaian kasih sayang dari orang tuanya .

__ADS_1


"Tidak,aku hanya kepikiran pekerjaanku !" Jawab Diki beralasan ,tak lupa ia menyunggingkan senyum yang ia paksakan kepada istrinya .


"Mari kita nikmati malam ini! kamu kan tau ,Papa ingin segera memiliki cucu! soal pekerjaan ,kamu bisa tinggalkan sementara waktu ,karena Papa sudah mencarikan pengganti sementara untukmu sayang. Rani masih saja menciumi bibir Diki .Diki yang sadar itu ,ia pun membalas ciuman itu hingga ciuman memanas . Mau tak mau Diki juga harus memenuhi kebutuhan biologis istri sah nya , perlahan ia menyentuh setiap jengkal tubuh istrinya dan memberi tanda merah di beberapa bagian tubuh istrinya .Namun apa boleh buat ,ia tak mampu membohongi kata hatinya .Yang Diki lihat dan bayangkan saat ini adalah ia bercumbu bersama Tria ,sehingga ia bisa melakukannya dengan lembut . Yang terbayang selalu wajah Tria ,Tria dan Tria meski ia dan Tria tak pernah melakukan hal itu saat menjalin hubungan meski sudah empat tahun lamanya .


Malam pertama yang tertunda ,itu lah yang dirasakan Rani saat ini .Sejak hari pertama pernikahannya ,Diki selalu menolak untuk melakukan malam pertamanya dengan alasan masih capek akan acar pernikahan dan pekerjaannya . Namun malam ini merupakan malam kebahagiaan untuk Rani .Bagaimana tidak ? Rani yang sudah seminggu menahan hasratnya untuk mendapatkan belaian dan sentuhan dari sang suami ,akhirnya ia mendapatkan itu semua malam ini .Akan tetapi Rani tak menyadari ,bahwa perlakuan Diki malam ini semata - mata karena rindu akan mantan kekasih suaminya .


Setengah jam mereka berkutit diatas ranjang ,akhirnya hasrat mereka tersalurkan juga . Diakhiri dengan Diki mengecup kening Rani "maafkan aku yang membayangkan Tria saat kita berdua ". Diki merutuki kebodohannya . Mereka pun tertidur pulas dengan memeluk satu sama lain ,karena mereka sudah sangat lelah setelah bertarung diatas ranjang .


__ADS_1


Di kediaman Tria ,kini ia sudah meletakkan hp nya di nakas. Tria pun mencoba memejamkan matanya untuk tertidur ,karena sedari tadi ia sibuk mencopoti foto - fotonya bersama Diki .Perlahan matanya pun terpejam dan tertidur menuju alam mimpinya . \* Di dalam mimpi ia melihat sosok Diki dan Rani tengah bermesraan di pantai menikmati debur ombak ,ia hendak menghampiri mereka berdua .Namun tubuhnya tak kunjung sampai di tempat Diki dan Rani ,ia berteriak mengejar Rani dan Diki yang berjalan semakin menjauh .\*


Saat berteriak ,ia pun mengumpulkan kesadarannya dan ia terduduk di tepi ranjang dengan menyangga dagunya . Tria masih mengingat mimpinya tadi dan akhirnya ia mencuci wajahnya agar tidak memimpikan pengantin baru itu lagi . Tria kembali melanjutkan tidurnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang tersebut .


__ADS_2