
Tria berlari menjauhi cafe tersebut ,lalu ia memanggil taksi yang lewat dan pergi tanpa arah dan tujuan. Tria menangis sekencangnya di dalam taksi, supir taksi memperhatikan penumpangnya dari spion dan ia merasa iba melihat gadis yang tengah menangis itu . Sopir taksi pun bertanya kepada penumpangnya .
"Maaf mbak,kita mau kemana?" tanya nya sopan .
"Jalan aja pak! saya belum tau tujuan saya !" sahut Tria dengan isak tangisnya dan kini ia menghapus air mata tersebut ,karena sadar ada sopir taksi di depannya .
Dibelakang mobil taksi,mobil Aditya mengikutinya . Aditya mendengarkan percakapan Diki dan Tria di cafe dari awal hingga mereka berpelukan. Karena tak kuasa melihat kesedihan Tria ,Aditya pun merasakan apa yang Tria rasakan saat ini .Aditya pun keluar dari cafe menuju parkir ,saat dia hendak melajukan mobilnya,ia melihat Tria berlari sambil menangis .Lalu Aditya memperhatikan Tria dari dalam mobil dan ia mengikuti taksi yang Tria tumpangi sekarang .
Di cafe
Diki masih menangis ,ia meratapi kebodohannya ,ia sangat tidak rela jika harus meninggalkan orang yang ia cintai,namun di sisi lain,ia tak mau orang tuanya yang akan menjadi korban kebodohannya . Diki lalu membayar apa yang ia pesan tadi dan pergi meninggalkan cafe tersebut . Diki menyetir ugal - ugalan sembari berteriak memanggil nama Tria .
Tria kini sudah sampai di suatu tempat ! Sopir taksi itu membawa Tria ke pantai,agar Tria bisa me refresh pikirannya .
"Mbak,sudah sampai ! silahkan turun !" Pak sopir membuyarkan lamunan Tria .
"Mmm,maaf pak ! ini dimana ya. " tanya Tria yang kini mengarahkan pandangannya ke sekeliling tempat itu melalui jendela taksi .
"Maaf mbak,karena mbak sedih dan tak tau tujuan .Maka saya bawa mbak ke pantai ,mbak bisa teriak disini dengan leluasa .Saya akan tinggalkan mbak disini,jika perlu di jemput nanti hubungi saja saya !" Sopir itu memberi no hp nya kepada Tria .
" Terimakasih pak! " sahut Tria yang kini hendak turun dari mobil taksi tersebut .
__ADS_1
Tria melangkahkan kakinya menuju pesisir pantai ,lalu Aditya berpura - pura tidak mengetahui keberadaan Tria lalu ia mendekati Tria .
"Tria??? " dengan nada menebak.
"Kak Adit! kok bisa disini?" tanya Tria menyelidiki .
"Kebetulan dapat tugas di lapangan ,setelah selesai langsung kesini hilangin penat ." sahut Aditya beralasan .
"Kamu ngapain disini sendirian?" tanya Aditya penasaran .
"Aku,,,aku,,,!" jawabnya terbata - bata .
"Yuk,ikut kakak ! kita ke tempat itu, disana kita bisa menikmati pemandangan laut." sembari menunjuk ke arah dermaga .
"Nih, tulis unek - unek mu di kertas ini ! tulis juga harapan yang kamu ingin kan!" sembari menyodorkan kertas dan pulpen .
"Terimakasih kak !" sahut Tria menerima kertas tersebut .Lalu ia menulis permasalahannya dan juga harapannya di balik kertas itu .
*Aku benci Diki,aku ingin mengiklaskan nya bersama wanita lain *
disisi kertas lagi satu ia menulis harapannya
__ADS_1
*Semoga aku menemukan pria yang mencintaiku apa adanya dan tidak pernah menyakitiku *
Lalu Tria menggulung kertas tersebut dan menyerahkannya kepada Aditya . Aditya menerima itu lalu memasukkannya ke dalam botol kecil yang sudah ia sediakan tadi .Setelah itu ia menyerahkan botol itu ke tangan Tria .
"Tria, ini botolnya kamu lempar kelautan ! berteriak lah sekencangnya ! agar masalahmu terlepas dari beban pikiranmu .
"Terimakasih kak !" sahut Tria yang kini hendak melempar botol tersebut .
"haaaaaaaaaaaaaa,haaaaaaa,haaaaaa aku benci kamu ! aku benci kamu ! " seperti itulah teriakan Tria untuk membuang segala permasalahannya . Aditya yang mendengar itu hanya tersenyum menatap Tria .
"Aku akan menjagamu dan tidak akan mengecewakanmu seperti sekarang!" gumam Aditya yang kini mendekati Tria dan menggenggam tangan Tria.
" Gimana ,sudah lebih ringan kan?" tanya Aditya .
"Sudah kak! sekarang aku sudah buang semua permasalahan ku . Semoga harapanku akan aku dapatkan ." Tria kini sudah bisa tersenyum ,namun di lubuk hatinya ia masih sedih memikirkan hubungannya yang sudah di jalin selama 4tahun kandas begitu saja .
"Kamu berhak bahagia!" Aditya tersenyum lalu ia mengelus kepala Tria dan menyandarkannya di bahu kanannya .
"Terimakasih kak ! untung saja ketemu kakak disini, jadi aku ga bertindak bodoh karna permasalahan itu .
"Jika ada yang bisa kakak bantu, kakak akan berusaha membantumu .Bicarakan sajapermasalahan mu !percayakan pada kakak,kakak ga ember kok!" pinta Aditya menawari diri sebagai tempat curhat Tria .
__ADS_1
"Kita pulang sekarang! biar kakak yang antar kamu ,nanti takutnya Ibu khawatir ." Aditya menangkup wajah Tria dengan kedua tangannya sembari tersenyum dan memperlihatkan wajah tampannya di hadapan Tria .
Mereka pun melangkahkan kakinya menuju mobil Aditya ,dan Segera pulang karena hari sudah semakin gelap . Mereka juga berbincang di dalam mobil, Aditya berusaha membuat lelucon agar Tria bisa tertawa dan melupakan masalahnya .Aditya berjanji dalam dirinya sendiri ,bahwa dia akan menjaga Tria ,ia menyukai Tria saat pertama bertemu ,ia sudah jatuh hati pada Tria.