Pacarku Bukan Jodohku

Pacarku Bukan Jodohku
Episode 21


__ADS_3

Keesokan harinya,Tria terbangun sembari menjerit ,karena ia mimpi buruk .


Flash back ke mimpi Tria.


Tria melihat Diki berjalan beriringan dengan seorang gadis. Gadis itu adalah Rani ,mereka mendekat ke arah Tria yang masih memandangi mereka tanpa berkedip . Rani dengan senyum liciknya menghampiri Tria dan tepat di depan telinga Tria ia membisikkan kata dengan senyum licik meremehkan .


"Gue lah pemenangnya !" kata Rani sembari meniup telinga Tria .


Karena ucapan itu ,tubuh Tria bergetar dan memanas. Sedangkan Diki,ia hanya diam menatap Tria dan mengikuti langkah Rani lalu meninggalkan Tria yang masih mematung disana .Tria tak percaya ,jika Diki dengan sangat mudah mengacuhkan nya .


Tria berteriak sangat kencang ,aaaaaaakkkkkkhhjh,aaaaakkkhhhh, Tria menangis terisak ,karena mendapat sikap acuh dari Diki. Kini Rani dan Diki sudah menjauh ,namun Tria terus memanggil mereka .


"Diki ,Diki, Diki!" itulah kata yang disebutkan saat Diki dan Rani menghilang .


flash off


akkkkkhh, Tria terbangun ,lalu duduk di ranjangnya dan mengelus dadanya yang degdegan dengan perlahan.


"huffhhh,cuma mimpi!" gumam Tria ,yang sekarang sedang berusaha mengambil air di nakas ,untuk diminumnya .


" Apakah Diki dan Rani akan segera menikah? apakah aku akan mampu mengiklaskan nya bersama Rani? aku sangat mencintainya ! kenapa dia tega terhadapku ?" Tria bergumam sendiri .


"Hari ini masih cuti, aku jalan - jalan aja lah ! biar ga mikirin Diki terus ." Tria segera bangun lalu menuju kamar mandi . Dia membersihkan tubuhnya lalu berdandan santai, setelah selesai berdandan ,ia keluar kamar menemui keluarganya dengan memasang senyum yang terpaksa,agar keluarganya tidak mencemaskan nya .


"Selamat pagi semuanya !" sapa Tria yang berusaha tersenyum lebar ,meski hatinya sangat perih .

__ADS_1


"Selamat pagi !" sahut Hendra ,Ibu dan Ayah bersamaan .


"Ibu,Ayah,Kak Hendra ! nanti setelah sarapan aku mau ijin keluar jalan - jalan! bosen di rumah terus , cuti ku juga masih 2hari !" Tria meminta ijin kepada keluarganya ,karena memang ia sangat bosan berada di kamarnya Jika terus di kamar maka ia akan terus mengingat kenangannya bersama Diki .


"Boleh! kamu jalan bareng siapa dek?" tanya Hendra mengangkat satu alisnya.


"Sendiri aja kak! naik taksi." sahut Tria sambil mengisi piringnya dengan beberapa roti dan buah .


"Kamu ga coba hubungin kak Aditya?" tanya Hendra memberi saran,supaya adiknya tidak pergi sendirian,karena ia khawatir akan keadaan adiknya yang masih sakit hati pastinya .


"Belum kak! takutnya kak Aditya sibuk,lagian aku ga mau ngerepotin dia !" Tria menjawab pertanyaan Hendra dan menggelengkan kepalanya .


"Ga coba aja dulu? kakak khawatir jika kamu pergi sendiri,karena kamu masa pemulihan." Hendra benar - benar khawatir ,ia pun mengambil hp nya lalu menghubungi Aditya tanpa persetujuan dari Tria .


"Halo bro ,kangen gue lo ? ha ha ha ." jawab Aditya dari seberang telpon .


"Lo hari ini sibuk ga bro?" tanya Hendra tanpa basa - basi.


" Kalo dibilang sibuk,ya ga juga sih .Ada Toni dan Yudi yang bisa tangani kerjaan gue!" Aditya menjelaskan pekerjaannya kepada Hendra.


"Gue hari ini harus ke kantor! tapi Tria ingin keluar jalan - jalan .Gue masih khawatir akan kesehatan dan perasaannya." Hendra bermaksud meminta bantuan .


"Maksud lo ,gue yang antar dan jagain Tria gitu?" tanya Aditya berpura - pura malas. Namun ia sangat bahagia ,karena bisa jalan bareng lagi bersama Tria .


"Ya aaaa gitu deh! ha ha ha,kalo lo bisa sih! kalo ga ,juga gapapa .Dia bisa naik taksi dan gue nanti bakal sempetin jemput dia ."

__ADS_1


"Okelah ! gue yang jemput dia sekarang kerumah!" sahut Aditya bersemangat .


"Thanks bro! maaf gue ngerepotin lo!"


"Santai, kita udah seperti keluarga !" sahut Aditya ,yang sekarang bergegas mengganti pakaian kantornya dengan pakaian santai .Lalu ia menuju garasi dan menyalakan mesin mobil dan melajukan kejalan.


"Dek,Aditya yang akan antar kamu jalan - jalan !" seru Hendra menjelaskan kepada adiknya .


"Kak, aku malu! takutnya kak Aditya lagi sibuk di kantor ,tapi bela - belain antar aku ." sahut Tria terlihat kesal ,karena Hendra memutuskan sebelah pihak .


"Udah! kak Aditya tadi bilang ga sibuk ,dia juga ga keberatan kok antar kamu ! ha ha ha."Hendra tertawa kecil meledek adiknya .


"Serah kak Hendra sajalah! aku ngikut, toh kakak tau mana yang baik dan buruk untuk ku!" kini Tria tersenyum menatap ke arah kakaknya .


Mereka menyelesaikan sarapan ,Lalu Aditya tiba di depan rumah mereka . Aditya langsung masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu .


"Gila! kilat banget lo datangnya?" tanya Hendra heran .


"gue !" sahut Aditya bangga dengan senyumnya ,sembari menatap Tria yang masih duduk terdiam .


"Tria ,kamu udah siap?" tanya Aditya langsung mendekat ke arah Tria .


" Sudah! bentar aku ambil tas dulu dan pamit sama Ayah dan Ibu ."


"Oke!" Aditya mengacungkan jempolnya dan memberi senyum karismatik nya kepada Tria.

__ADS_1


Tria yang melihat itu ,lalu ia bergumam .


"waaah,keren banget! senyumnya bikin aku degdegan."


__ADS_2