
Aditya memahami perasaan Tria saart ini . Ia ingin mengajak Tria ketempat yang agak jauh dari Diki dan Rani ,namun Tria menolaknya dan ia ingin menghampiri Diki dan Rani . Aditya hanya menuruti apa yang Tria ingin lakukan,dan ia harus siaga menjaga Tria dalam kondisi apapun yang akan terjadi .
Saat sibuk berpose ,Diki melihat kehadiran Tria bersama Aditya. Lalu Diki menghentikan aktivitasnya dan ia berjalan mendekat ke arah Tria dan Aditya .
"Tria ,kamu disini?" sapa Diki yang kini ingin menyambut tangan Tria ,namun Aditya dengan sigap menghalanginya dan akhirnya ia lah yang menyapa Diki dan menjabat tangannya .
"Halo bro,lo apa kabar? jarang ketemu ,eh udah bikin foto nikah aja lo !" sapa Aditya berpura - pura .
"Aditya? gila, hampir aja gue ga ngingetin lo!" sahut Diki dan sekarang memeluk Aditya .
"Gue baik! lo gimana? kapan nih acaranya,ga undang temen2 lo?" tanya Aditya ,sedangkan Tria hanya terdiam. Sejujurnya ia masih merasakan perih di hatinya .
"Gue ,4hari lagi bakal nikah! gie bakal undang temen2 juga .lo kesini bareng Tria?" tanya Diki penasaran dan dia ingin memastikan hubungan mereka .
"Iya ,gue bareng Tria, kebetulan tadi gue ke rumah Hendra terus sekalian antar dua jalan - jalan ." Kini Aditya mendekat dan menggenggam erat tangan Tria .
"Seharusnya ,gue yang genggam tangan Tria bukan lo !" gumam Diki dengan wajah sedikit murung .
__ADS_1
"Selamat ya ! akhirnya kamu menikah bersamanya!" Tria mengulurkan tangan memberi selamat kepada Diki dengan memperlihatkan wajah gembiranya . Padahal ia sangat terpukul melihat Pria yang ia cintai kini bersanding dengan wanita lain.
"Di tunggu undangannya bro ! gue duluan ya, karena masih mau antar Tria ketempat lain ." Aditya berpamitan karena ia tau mimik wajah Tria saat ini .Namun dia juga membuat Diki cemburu dengan cara memanjakan Tria .
Aditya berbisik di telinga Diki dengan senyum menyindir .
"Jaga calon istri lo baik - baik ! jangan lo hianati dia ,seperti apa yang lo lakuin ke Tria. Gue yang akan jagain Tria ,jadi lo ga usah baper lagi ketemu dia .". Lalu Aditya berjalan beriringan dengan Tria . Langkah demi langkah , akhirnya mereka sudah menjauh dari tempat Diki dan Rani .
" ga perlu sedih lagi!" Aditya mengingatkan Tria ,karena dia tidak ingin melihat bulir air mata Tria membasahi pipinya lagi .
"Aku kuat kak! aku ga nangis ." sahut Tria dengan 1000cara menahan amarahnya saat ini. Sebenarnya ia sangat ingin menangis dan berteriak sekencangnya. Namun ia tahan karena saat ini ia masih bersama Aditya, setidaknunya ia merasa sedikit nyaman akan kedekatan Aditya kepadanya.
"Terimakasih kak !" sahut Tria tenang .
Sebelum menuju Pantai ,Aditya mengajak Tria pergi ke restoran untuk makan siang. Tria hanya mengikuti Aditya tanpa penolakan,karena ia percaya Jika Aditya tidak akan berbuat buruk kepadanya. Setelah sampai di Restoran ,Aditya memesan makanan dan minuman yang ia inginkan karena ia sudah sangat lapar lantaran tidak sempat sarapan . Sedangkan Tria hanya memesan minuman dan cake choklat untuk memperbaiki mood nya .
"Kakak pasti lapar banget ya? kok terburu - buru gitu pesannya ." tanya Tria menyelidiki .
" Ya ,aku lapar,karena ga sempat sarapan ! he he ." jawab Aditya dengan tawa dan sedikit malu .
__ADS_1
"Maaf! gara - gara aku ,kakak ga sempat sarapan ,aku takut jika kakak nanti sakit ,karena lambat makan ."Tria merasa bersalah ,karena keinginannya untuk jalan - jalan .
"Huussahhh,ga lah! Kamu ga pernah bikin aku sakit,aku senang bisa menemani hari - harimu,karena aku tak ingin melihat.mu bersedih lagi !" sahut Aditya kini menggenggam tangan Tria.
Pelayan sudah datang dan meletakkan makanan dan minuman di meja mereka Lalu mereka menikmati hidangan yang mereka pesan tadi. Aditya segera melahapnya,karena ia benar - benar lapar .Tria hanya melihat cara makan Aditya ,tanpa berkedip .Kemudian setelah Aditya selesai makan,di bibirnya masih ada sisa makanan ,lalu Tria mengambil tissue dan mengelap sudut bibir Aditya dengan lembut . Aditya sangat bahagia,karena ia mendapatkan perlakuan yang baik dari Tria ,meski Tria masih terluka .
"Gue janji ,bakal bahagiain kamu!" gumam Aditya menikmati sentuhan tissue di bibirnya , ia tak melewati momen tersebut .Aditya menatap wajah Tria dengan tatapan penuh akan harapan .Dia berharap agar Tria lah yang akan menjadi Ibu dari anak - anaknya kelak .
"Kak Aditya kayak anak kecil aja makannya !" Tria menjahili Aditya dan tertawa kecil .
"Baguslah jika kamu sudah bisa tertawa karena aku !" gumam Aditya .
"Terimakasih ,karena sudah memperhatikanku !" Aditya merasa bangga ,karena sudah muncul sedikit perhatian dari Tria . Lalu Aditya menarik piring yang berisi cake ,ia memotongnya dan menyuapi Tria .
"Kak,,,,,, ucapan Tria terpotong karena sendok yang berisi cake sudah mendarat di bibir manisnya ,lalu ia segera mengunyahnya .
"Sudahlah ,makan aja. ! biar aku yang suapi, habisin ya ! biar kamu makin manis .ha ha ha ." Aditya terus menyuapi cake untuk Tria sampai habis ,lalu Aditya membersihkan sisa cake di bibir Tria dengan menggunakan tangannya .
Tria saat ini tubuhnya bergetar ,jantungnya berdetak kencang,karena sentuhan jari Aditya di bibirnya yang sontak membuat ia tak berkedip menatap wajah Aditya yang sangat dekat dengan wajahnya .
__ADS_1