
Malam kian larut ,kini sudah menunjukkan pukul 23:00 . Aditya masih setia mengantar Tria dengan berputar - putar di jalanan Ibu kota menggunakan mobilnya. Namun Tria tidak menyadari itu,ia hanya fokus pada kesedihannya saat ini . Sebelumnya Aditya sudah mengirim pesan kepada Hendra,bahwa dia dan Tria akan pulang terlambat lantaran Tria masih terpukul akan pernikahan kekasihnya ,ups tepatnya mantan kekasihnya.
"Kau tepi kan rasa cinta ini disaat aku masih menyayangimu ,benar kata orang2 bahwa cinta itu buta dan tuli .Namun apa boleh buat aku tak kan pernah mampu membencimu ,sungguh ku tak mampu melupakanmu ." Tria bergumam sendiri sehingga tak terasa bulir air mata telah membasahi pipinya,namun ia tetap memandangi cahaya lampu di sepanjang jalan sembari mengingat kenangan bersama Diki ,pria yang telah menghianatinya .
"Ehm, Tria , maaf! bukannya kak Aditya ga mau antar kamu, tetapi ini sudah pukul 23:10 kakak takut jika keluargamu menghawatirkan mu ." Aditya memecah keheningan ,karena ia tak ingin Tria larut dalam kesedihan .
Namun Tria tak menghiraukan perkataan Aditya ,tepatnya ia tidak mendengar . Karena saat ini ia masih sibuk menciptakan hujann lokal di wajah cantiknya itu. Mata Tria kini sudah sembab ,bagaimana tidak? sedari tadi ia mengeluarkan bulir air matanya .Ibaratkan dari rintik hujan menjadi hujan deras. Tria sangat sangat terpukul akan pernikahan ini , meski ia sudah mencoba melupakan semuanya .Apa boleh buat? namanya juga wanita,wanita akan selalu mengingat kejadian yang membuatnya sedih ,bahkan wanita akan mengingat jam,tanggal ,bulan tahun dan tempat dimana dirinya dibuat kecewa oleh pria yang ia cintai .Begitulah wanita yang tidak mudah akan melupakan kekecewaan yang telah ia terima .
"Tria,Tria, kamu kenapa?" Aditya mencoba menyadarkan Tria dari lamunannya. Sebelum itu Aditya sudah menepikan mobilnya ,tanpa Tria sadari.
"Hikz,hiks,hiks, kak Adit." sahut Tria dengan mata sembab dan masih terisak tangis .
"Kamu kenapa? bukankah kamu sudah bilang ke kakak,bahwa kamu kuat ? ayo bangkit! buka lembaran baru di hidupmu ,jangan biarkan masalalu membuatmu terpuruk seperti ini ." Aditya berbicara penuh penekanan ,kini ia refleks memeluk Tria dan mencoba untuk menenangkan. Namun Aditya malah ikut bersedih,tak terasa ia pun mengeluaarkan bulir air matanya dari manik coklat itu .
__ADS_1
"Kak,terimakasih sudah menemaniku! maaf selama ini Tria menyusahkan kak Adit " Tria masih terisak dan ia bersyukur,karena disaat terpuruk seperti ini masih ada Aditya yang setiap menimpalinya .
"Kakak,iklas! jangan pernah berfikir jika kamu membuat kakak susah ." Aditya masih memeluk Tria dan mengusap - ngusap lembut rambut Tria . Lalu Aditya melepaskan pelukan itu ,saat Tria sudah tidak terisak lagi dan ia juga menghapus sisa air mata di wajah cantik Tria . "Sungguh cantik " gumam Aditya sembari melengkungkan bibirnya membentuk senyuman .
"Tria,kita pulang sekarang! sudah malam .Pasti keluarga mu sangat menghawatirkan keadaanmu saat ini .
"Baiklah kak! kita pulang sekarang " Tria merapikan rambutnya dan menghapus sisa air mata diwajahnya menggunakan tisu basah,berharap keluarganya tidak mengetahui kesedihannya .Namun ia tak sadar jika matanya yang sudah sembab ,justru akan membuat pertanyaan dari keluarganya .
"Terimakasih kak! " hanya itu yang terucap di bibir Tria yang masih sesenggukan menahan tangisnya.
15menit ,mereka menempuh perjalanan untuk sampai di rumah Tria . Memang seharusnya ia sudah tiba satu jam yang lalu ,namun karena Tria yang masih sendu ,akhirnya Aditya mengulur waktu pulang dan berputar - putar di jalanan Ibukota . Sudah sampai di rumah,Aditya dengan sigap turun dan membuka pintu mobil untum Tria. Aditya juga tidak tahu ,apa sebenarnya yang ia rasakan saat ini terhadap Tria . Yang ia tahu hanyalah ,ia menyukai Tria sejak perkenalan pertamanya .
"Tria,jaga diri kamu! beristirahatlah dan jangan memikirkan hal yang membuatmu sedih . Kakak langsung balik,salam sama Ibu dan Ayah ." Aditya wanti - wanti memberi pesan agar Tria tidak mengingat masalahnya lagi ,karena Aditya tak ingin wanita yang ia sukai saat ini bersedih kembali hanya gara - gara pria b**** ek itu .
__ADS_1
"Hendra,aku langsung balik ! takut Papa Mama khawatir ." Kini Aditya menghampiri Hendra dan saling merangkul .
"Aku? tumben?" batin Hendra ,karena baru kali ini ia mendengar Aditya menyebut kata aku dan bukan gue lagi . Hendra pun merangkul Aditya dan tak lupa ia mengucapkan banyak terimakasih ,karena Aditya sudah menjaga adiknya dan mengantarkan pulang dengan selamat .
Aditya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ,mumpung jalanan sudah sepi,ia menancap gasnya sehingga waktu uang ia tempuh hanya 10menit saja . Tiba di kediamannya yang bagaikan istana itu ,ia memarkirkan mobilnya dan menuju pintu utama. Di sana ia sudah disambut oleh 4 pelayannya .Seperti biasa ada uang menerima jas nya,ada yang merapikan alas kakinya,ada yang memberi face towell dan minuman. Seperti pelayanan hotel bintang5 bukan??. Ya karena Aditya adalah salah satu keluarga terkaya di Negeri ini ,tepatnya terkaya di urutan no 3 .
Aditya menaiki anak tangga dan melangkah dengan tergesa ,karena ia ingin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu ,lalu ia akan beristirahat .Setelah mandi ,ia menuju ranjangnya dan berbaring sembari menatap foto Tria di layar hp nya . Jangan salah,saat ini Aditya sudah mengenakan piyamanya . ia menggeser - geser layar hp nya yang entah berapa banyak foto Tria yang sudah ia simpan,ada juga fotonya bersama Tria yang sengaja mereka ambil saat di taman dan di danau buatan beberapa hari yang lalu .
"Entah apa yang ku rasakan saat ini? apakah ini cinta? mengapa saat bertemu dengannya hati ini selalu bergetar .Mengapa saat melihatnya bersedih ,hati ini ikut bersedih " Pertanyaan itu yang selalu ada di fikiran Aditya ,ia hanya ingin memastikan perasaannya dan ia tak ingin menyukai Teia hanya karena rasa kasihan . Aditya pun terbangun dan duduk di ranjangnya dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang .
"Apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama? " kembali Aditya bergumam dan berfikir ,tanpa ia sadari matanya sudah tak mampu terbuka .Hingga perlahan ia menutup matanya dan tertidur dengan posisi duduk dan bersandar di kepala ranjangnya .
Disisi lain ,Tri pun sudah membersihkan tubuhnya. Kini dia sudah terlihat segar kembali ,tanpa banyak kegiatan ,ia langsung membaringkan tubuhnya di ranjang. Karena ia merasa sangat lelah ,sedari tadi tenaganya hampir habis hanya gara - gara menangisi Diki yang kini sudah menjadi suami sah dari wanita lain .
__ADS_1