
Di pagi yang cerah, sang mentari menyinari dunia .Namun berbeda dengan suasana hati Tria ,yang sekarang masih berada di kamarnya di atas ranjang yang tertutupi oleh selimutnya . Tria sengaja menutup seluruh tubuhnya dengan selimut,agar tidak seorang pun mendengar tangisannya . Meski ia sudah mencoba melupakan Diki ,kekasihnya selama 4tahun belakangan ini ,namun tidak semudah yang ia katakan kepada Aditya .
Ibu yang menyadari putrinya belum bangun , karena tidak seperti biasanya,Ibu lalu bergegas menuju ke kamar Tria ,karena ia sangat khawatir akan keadaan putrinya . Ibu mengetuk pintu ,namun tak di jawab oleh Tria ,lalu Ibu langsung membuka pintu kamar putrinya tanpa ijin terlebih dahulu . Ibu mendekati ranjang Tria .
"Nak ,bangunlah! mari kita sarapan bersama !" ajak Ibu sembari mengelus tubuh Tria dari balik selimut ,Tria masih terisak dalam tangisnya namun matanya masih terpejam ,setelah Ibu membuka selimut di bagian atas .
"Tria ,bangun nak ! kamu kenapa?" tanya Ibu cemas, "ap mungkin dia menangis semalaman dan tertidur,sehingga ia masih terisak dan matanya pun sembab ." gumam Ibu sendiri.
"Ibu,bu Ibu,hikz hikz,Diki bu . Sahut Tria terbata dan ia mencoba membuka matanya yang sembab. Lalu ia terbangun dan langsung memeluk erat sang Ibu uang sekarang duduk diranjang berhadapan dengannya .
"Nak,kenapa dengan Diki ,ada apa?" tanya Ibu cemas
"Bu ,hikz hikz, Diki sudah berhianat !" hikz hikz ,Tria melanjutkan acara menangisnya .
"Coba ceritakan ke Ibu ! apa sebenarnya yang terjadi antara kamu dan Diki nak!" pinta Ibu memelas,agar putrinya mau bercerita .
__ADS_1
"Diki bla bla bla hixz hixz !" Tria menceritakan apa yang terjadi kepada Diki dari A sampai Z ,sehingga Diki harus mengakhiri hubungan dengannya dan menikahi wanita lain.
"Sabar nak! mungkin dia bukan jodohmu! iklaskan saja,tuhan sudah merencanakan yang terbaik untukmu ! percayalah ,Ibu yakin kamu akan menemukan pria yang lebih baik dari Diki." Ibu mengelus rambut putrinya yang masih terisak .
" Sudahlah nak ! jangan menangisi apa yang sudah terjadi ,itu adalah takdir,jadi sekarang kamu harus semangat menjalani hari - harimu, karena waktu masih panjang?" Ibu memberi semangat lalu menangkup wajah Tria dengan kedua tangannya .
"Terimakasih Ibu !" sahut Tria dengan suara seraknya karena semalaman menangis .
"kamu mau Ibu bawakan sarapan kekamar atau kamu kemeja makan? Ayah dan kak Hendra sudah nungguin kamu nak!"
"Aku mau tidur aja,nanti kalo lapar aku ambil sendiri! aku cuti 3hari jadi aku mau bersantai dirumah bu ." titah Tria menjelaskan .
Hendra terbangun dari kursinya ,lalu ia mengambilkan sarapan untuk adiknya dan membawa ke kamar Tria . Hendra melangkahkan kakinya perlahan ,karena ia tak ingin makanan dan minuman yang ia bawa tumpah di nampan. Hendra memang tidak memiliki kemampuan seperti Tria yang dengan santai membawa makanan dan minuman di atas nampan dengan bertumpuk2 .
Hendra mengetuk pintu kamar adiknya , namun tak ada jawaban. Hendra membuka pintu itu dan bergegas masuk membawa nampan tersebut .Hendra melihat adiknya masih di ranjang dengan posisi tengkurap seperti kura - kura .
__ADS_1
"Dek, makan yuk! biar kakak yang suapi !" Hendra mendekati Tria dan membangunkan adiknya. Lalu menarik selimut Tria ,Hendra melihat wajah adiknya sangat pucat dan ia meletakkan tangannya di kening Tria .
"Astaga ,kamu demam dek ? " tanya Hendra ,namun tidak ada jawaban . Tria hanya menggigil lalu Hendra mengangkat tubuh adiknya dan berlari kecil membawa Tria kemobil . Ibu yang melihat itu ,lalu menyusul Ke arah Hendra.
"Ada apa dengan adikmu nak?" tanya Ibu khawatir .
"Adek demam tinggi ,aku harus bawa kerumah sakit ! Ibu masuk ke mobil !" Hendra bergegas menutup pintu mobilnya setelah Ibu sudah di dalam ,lalu ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ,supaya segara sampai di rumah sakit .
Setelah sampai di rumah sakit ,Hendra membopong tubuh Tria lalu membawanya masuk ke rumah sakit,para suster mendekat dengan membawa bes roll dan menidurkan Tria disana. Dokter kini memeriksa Tria di ruang IGD ,Hendra dan Ibu harus menunggu di luar . Pak Johan yang kebetulan membesuk temannya ,ia melihat Hendra dan Ibunya lalu mendekat .
"Nak Hendra, siapa yang sakit? kenapa kamu disini nak ?" tanya pak Johan ,karena ia belum jika Diki sudah menjelaskan semuanya kepada Tria. Hendra yang melihat pak Joha ia emosi dan tak menjawab ,hanya menatapnya dengan sinis.
"Tria yang sakit pak Johan!" jawab Ibu Tria yang tidak ingin ikut membenci pak Johan hanya karena ulah anaknya Diki.
"Sakit kenapa?" tanya pak Johan lagi
__ADS_1
"Tria demam,sudah di tangani oleh Dokter !" sahut Ibu sembari senyum terpaksa .
"Saya harus segera ke restoran karena ada meeting bersama HRD disana ! nanti saya kesini lagi setelah sudah selesai,sampaikan salam saya kepada Tria,semoga ia lekas sembuh !" Pak Johan pamit pulang,karena memang ada meeting hari ini . Hendra hanya diam tak bersuara ,saat ini dia sangat membenci Diki dan juga keluarganya.