Pacarku Bukan Jodohku

Pacarku Bukan Jodohku
Episode 19


__ADS_3

Dokter sudah selesai memeriksa Tria, lalu ia keluar menemui keluarga pasien .


"Keluarga pasien?" tanya Dokter kepada Hendra dan Ibunya .


"Ya Dok ! kami keluarganya , bagaimana keadaan adik saya?" tanya Hendra serius .


"Pasien baik - baik saja ,namun karena ia memendam masalah di hatinya maka ia menjadi demam ,syukurlah ia tidak vertigo juga, sekarang ia masih tertidur ,nanti setelah bangun sudah boleh pulang!" Dokter menjelaskan kepada Hendra ,sedangkan Ibu hanya mendengarkan perbincangan Hendra dan Dokter tersebut .


"Ini obat yang harus di tebus!" Dokter menyodorkan selembar kertas yang bertuliskan obat yang harus ia tebus di apotek .


"Terimakasih Dok!" sahut Hendra sembari menerima kertas tersebut .


"Ingat ! jangan biarkan dia berfikir keras ,supaya tidak sakit di bagian kepala dan mengakibatkan vertigo. Sekarang ia hanya memendam masalahnya di hatinya ." pinta Dokter lalu pergi meninggalkan Hendra dan Ibunya .


Hendra pamit kepada Ibunya,karena dia harus ke apotek menebus obat untuk Tria ,sedangkan Ibunya masuk ke ruang IGD untuk melihat kondisi anaknya .


"Bangun nak! jangan pendam masalhmu itu ! iklaskan lah yang telah pergi dan sambutlah yang akan datang!" Ibu berbicara sendiri ,karena ia yakin bahwa putrinya bisa mendengar ucapannya .


Tria masih tertidur dan belum sadarkan diri, karena semalaman ia menangis . Menangisi hubungannya dengan Diki yang ia jalani selama 4tahun ,namun kini hanya tinggallah kenangan .Sejatinya Tria sangat terpukul mendengar pengakuan Diki kemarin di cafe ,namun ia berusaha tegar ,ia tak ingin terlihat lemah dihadapan Diki mantan kekasihnya itu .


Saat menebus obat ,Hendra bertemu dengan Aditya ,kebetulan Aditya membeli obat untuk Bibi yang bekerja dirumahnya .


"Aditya, lo ngapain pagi - pagi di apotek?" tanya Hendra menyapa

__ADS_1


"Gue beliin bibi obat ,tadi dia pusing!" sahut Aditya singkat ,. "Nah lo juga ngapain disini ?" tanya Aditya kembali


"Beli obatlah ,masa beli marmer ha ha ha,. Sahut Hendra dengan tawa kecilnya,ia tak ingin memperlihatkan kesedihannya kepada sahabat sekaligus anak dari bos nya .


"Oh ya , thanks ya ,kemarin lo udah awasi adik gue dan antar dia pulang kerumah !" Hendra berterimakasih kepada Adit ,karena kemarin ia tak sempat mengucapkannya .


"Serius gue tanya, lo ngapain disini ? ada yang sakit?" tanya Adit kembali


"Tria yang sakit,ia demam !" sahut Hendra dengan wajah murungnya.


"what? Tria , bukannya kemarin dia fine fine aja bro?"


"Tadi dia demam,ya gitu deh ,galau kali !" jawab Hendra tersenyum masam .


"Ga, setelah sadar ,dia boleh pulang kok ! gue juga sudah ijin ke kantor melalui telepon !" sahut Hendra memberi penjelasan ,karena Aditya juga Direktur di perusahaan tempat Hendra bekerja .Aditya memegang 2perusahaan Papanya .


Hendra dan Aditya menuju ruang IGD ,mereka akan menjenguk Tria bersamaan.


Setelah sampai di IGD mereka melihat Tria sudah sadar dan kini sudah duduk di ranjang IGD ,lalu mereka mendekat ke arah Tria.


"Hei,Tria apa kabar? sudah baikan?" tanya Aditya dengan senyum tampannya .


"Sudah kak ! seperti yang kakak liat he hehe !" sahut Tria dengan tawa kecilnya .

__ADS_1


"Kemarin kamu fine - fine aja, ke apa sekarang K,O ? ha ha ha?" tanya Aditya menertawai Tria


"Iisss, kak Adit ,orang sakit juga di ketawain sebel deh!" sahut Tria yang berpura - pura ngambek dan memalingkan wajahnya ke arah jendela ruang IGD.


" Bercanda kok ! jangan ngambek dong, entar kakak antar kamu jalan - jalan sebagai permintaan maaf dari kakak ." pinta Aditya memelas ,ia tak ingin Tria ngambek dan marah padanya.


"Janji?" tanya Tria meyakinkan dan ia tersenyum ke arah Aditya yang masih memohon maaf padanya .


"Janji ! gitu dong senyum kan lebih cantik hi hi semangat ya ! biar cepat sembuh"


"Terimakasih kak Aditya !" sahut Tria


Ibu dan Hendra hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang seperti anak kecil . Lalu Hendra dan Ibu memecah percakapan mereka .


"Makan dulu nak ! terus minum obatnya !" Ibu menyodorkan makanan ke mulut Tria ,ia menyuapi putrinya dan Tria pun membuka mulutnya menuruti perkataan Ibunya .Setelah beberpa suap lalu Ibu mengambil obat yang tadi di tebus oleh Hendra dan memberikannya kepada Tria . Setelah minum obat ,Ibu bersiap - siap akan kembali kerumah ,lantaran Tria tidak perlu dirawat inap .


"Bu ,Aditya ,Adek ! tunggu sebentar ,aku mau bayar administrasinya ,lalu kita pulang . Hendra meninggalkan ruangan tersebut segera ia menuju loket pembayaran .Setelah membayar ia kembali menemui yang lain, lalu ia mendudukkan Tria di kursi roda dan Aditya lah yang mendorong Tria sekarang . Aditya dan Tria tertawa kecil karena sepanjang langkah menuju parkiran ,Aditya membuat lelucon sehingga mampu membuat Teia tertawa lepas dan melupakan masalhanya sejenak.


Ibu dan Hendra saling menatap ,mereka hanya tersenyum melihat tawa di bibir Tria .Mereka mengikuti langkah kaki Aditya menuju parkiran . Sesampainya di parkiran ,Hendra segera membuka pintu mobilnya dan mendekati Tria ,namun ia kalah cepat .Aditya sudah mengangkat tubuh Tria dan membawanya kedalam mobil Hendra.


"Cepat sembuh! sampai jumpa lahi !" Aditya melambaikan tangan kepada Tria dan Tria membalas lambaian tangannya juga.


"Semoga kamu bisa bahagia lagi dan aku lah yang akan membahagiakanmu!" gumam Aditya sembari tersenyum penuh arti menatap wajah Tria .

__ADS_1


__ADS_2