Pada Bibir Siapa Air Mata Ini Akan Aku Jatuhkan

Pada Bibir Siapa Air Mata Ini Akan Aku Jatuhkan
Rencana Terakhir


__ADS_3

Mungkin seperti ini lah kehidupan jika aku berniat untuk mencari cinta dalam dada yang tidak mengerti tentang jantungku. Sulit untuk diberitahukan kalau aku adalah seorang manusia yang memaksa ibunya untuk mengeluarkan aku diusia muda pada akhirnya berangan-angan dalam mata adalah pilihan pertama sebelum kematian datang menarik ruh dari ubun-ubunku. Ibu, aku lelah hidup menderita seperti ini, jika aku tahu usia besarku akan menjadi tanggungannya, lebih baik aku dewasa dan menua dalam perut ibu saja. Lihat lah bu, siapa perempuan yang aku cintai yang juga mencintaiku. Semua itu hanya ada dalam mataku, aku menciptakan seorang perempuan yang teramat cantik lalu aku buat ia mencintaiku seperti aku mencintainya, kami berkencan ke sebuah tempat yang hanya ada waktu kebahagiaan. Aku bahagia bu, hanya saja ketika aku membuka mataku kembali kebahagian itu berubah menjadi duka sepanjang aku masih mengetahui, urat nadiku masih hidup dalam dada yang tak lagi merasakan detak.


*****


Aku memanggil To dan Lol,


"kita harus pindah dari kota ini, supaya keberadaan kita sedikit aman. Dan sebelum kita pergi, terlebih dahulu kita tambah persediaan uang kita. Nanti malam kita pergi ke pusat kota, aku rasa di sana banyak uang atau pun emas yang bisa kita ambil."


Mereka berdua hanya mengangguk seperti terpaksa, mungkin mereka juga sudah mulai merasa berdosa dengan perbuatan ini.


"Tidak usah merasa bersalah, kita hanya mengambil sebahagian kecil dari uang mereka."


Jam masih menunjukkan pukul setengah tiga sore, masih sangat lama sekali menuju tengah malam.


Kalian berdua awasi kembali gerbang kita, jika ada yang mencoba ingin masuk, segera bangunkan aku. Aku istirahat dulu.


Aku sudah merasakan kalau aku sudah berada di dalam dinia mimpi tapi aku tidak melihat siapa pun. Hanya kegelapan yang menerpa penglihatanku. Aku berjalan sambil merasakan dinding batu di sampingku. Tidak ada suara meskipun itu bisikan dari mulut yang tak bertuan, tidak ada cahaya, meskipun itu temaram. Sialan! Ini mimpi paling sial sepanjang mata aku tidurkan.

__ADS_1


"Ladri, aku adalah sosok yang sudah lama dibelenggu hawa nafsumu. Aku belum lepas, aku hanya diberikesempatan untuk bicara dengammu."


"Kau siapa?"


"Aku adalah dirimu, tapi sepanjang usiamu aku belum pernah datang ke dalam mimpimu karna sosok hitam yang menjaga dirimu selalu mengalahkanku dengan keinginanmu. Maaf aku belum pernah menjagamu."


"Siapa sosok hitam itu?"


"Ia juga dirimu hanya saja ia ingin engkau masuk ke dalam api neraka untuk menemani dirinya bersama para iblis yang terkutuk."


"Maksudmu?"


Suara itu telah hilang, beberapa kali aku berteriak memanggil-manggil dirinya tetap tidak ada sahutan darinya.


Seketika, suara panggilan datang padaku suara itu tidak asing di telingaku.


"Bos, bangun bos, bangun!"

__ADS_1


Mereka memegang pundakku dan bertanya setelah aku membuka kedua mataku.


"Bos mimpi buruk lagi ya?"


Aku mengusap mataku sambil duduk dan menatap mereka berdua.


"Ya aku bermimpi, katanya aku sedang dalam bahaya tapi sosok yang tak bertuan itu tidak memberitahukan aku, apa bahaya itu.


Kemaskan semua barang-barang kalian, sekarang kita pergi. Bawa semuanya dan masukkan ke dalam mobil.


Semuanya telah masuk ke dalam bagasi mobil. To sudah duduk dan siap menekan gas mobil itu.


"Kita mau ke mana bos?"


"Ke pusat kota, sebelum pergi jauh kita harus menambah persediaan dulu. yang pasti kita pergi jauh dari kota ini."


Malam semakin dalam, aku dan dua orang anak buahku sudah siap untuk beraksi mengambil hak rakyat miskin seperti kami.

__ADS_1


__ADS_2