Pada Bibir Siapa Air Mata Ini Akan Aku Jatuhkan

Pada Bibir Siapa Air Mata Ini Akan Aku Jatuhkan
Aku Tidak Sadar Ternyata Jajiku Telah ikut Istirahat di Dalam Kubur Nenek.


__ADS_3

Setelah aku dan dua orang anak buahku lelah untuk merayakan keberhasilan kami. To dan Lol memberitahukan padaku, kalau kebahagiaan ini belum akan lengkap jika belum pergi ke tempat yang luar biasa.


"Maksud kalian aku belum bahagia begitu?"


"Bukan seperti itu bos, maksudnya agar keberhasilan ini semakin sah untuk kita rayakan apa salahnya jika kita pergi ke tempat ke ramaian."


"Begitu, aku kira tadi kalian menuduhku belum mampu untuk bahagia. Kalau begitu baiklah, ke mana kita akan pergi?"


"Bukan sekarang bos, tapi nanti malam, supaya lebih gelap sedikit."


"Baiklah, kalau begitu, aku istirahat dulu, jangan bangunkan jika belum akan pergi."


Aku beranjak dari hadapan mereka dan memaksa tubuh untuk bisa beristirahat di atas kursi sofa yang sudah lapuk.


Belum lama aku tertidur, aku tahu itu karna seingatku baru sekitar sepuluh menit yang lalu aku masih sadar dan sedikit berbahagia dalam mataku, hingga pada akhirnya aku betul-betul terlelap.


Saat itu aku sedang menikmati tidurku, tiba-tiba seorang perempuan cantik datang menghampiriku.


sungguh sangat cantik sekali. Ia mendekatiku lalu memegang tanganku, aku sedikit mundur tapi ia memegang dengan erat tanganku.


"Kamu siapa?" Tayaku


"Aku adalah perempuan yang akan kau temui beberapa jam lagi, meski ini mimpi tapi aku lah nanti yang akan menemanimu. Sekarang peluklah aku"


"Tidak! Kau bukan istriku,"


"Meski bukan istrimu, bukannya aku sudah engkau bayar. Tenanglah dan nikmatilah mimpimu ini. Tidak ada yang perlu kau cemaskan, ini kan hanya mimpi. Tuhan tidak akan mencatatnya sebagai dosa."


Ia semakin mendekatiku, dan kemudian memeluk tubuhku.


"Bagaimana, apa engkau masih tidak ingin bersamaku?" Ucapnya seperti yang pernah aku ucapkan pada To dan Lol.


Aku tidak mampu berbuat apa-apa lagi, aku betul-betul hanyut dengan kenikmatan yang ia berikan. Sungguh luar biasa, jika aku mempunyai istri yang cantik. Tak terbayangkan olehku setiap malam yang segera aku istirahatkan.


Belum selesai aku bermimpi, dua orang bocah ***** itu membangunkanku dari mimpi yang sama sekali belum pernah aku temui.


"Kenapa kalian bangunkan aku," ucapku dengan nada sedikit gusar.


"lho, bukannya bos yang memberi tahukan, jika waktunya untuk pergi bos menyuruh kami untuk membangunkan bos,"


"Ya sudah lah, sekarang berkemas lah supaya kita pergi"


Aku menyeka kedua belah mataku, dan berusaha untuk berdiri dari mimpi yang menyadarkanku dari nesta kehidupan.

__ADS_1


***


"Sebetulnya kita mau ke mana ini Lol?"


"Bos tenang saja, tempat itu memang diperuntukkan orang-orang seperti kita."


Hampir 30 menit kami berjalan kaki. Lelahnya sungguh luar biasa.


"Bos, baiknya kita beli mobil, supaya ketika berpergian kita tidak jalan kaki lagi. Kalau masalah supir, aku sudah pandai," ujar To sambil menahan sesak dalam dadanya.


"Ya, aku juga berpikir demikian, tapi kita harus bertindak beberapa kali lagi supaya kendraan yang kita beli layak untuk kita naiki. Orang melarat tidak akan pernah di penjara jika mereka memiliki kendraan khususnya mobil mewah. Nanti saja kita pikirkan itu, sekarang masih jauhkan tempatnya itu? Sudah hampir kita menjadi orang gila karna berkeliaran dengan telapak kakinya."


"Kita akan segera sampai bos."


Sebuah pintu yang dijaga oleh dua orang scurity menyambut kami bertiga dengan baik.


"Silakan masuk tuan, apa kalian ingin kami hantarkan ke dalam?"


"Terimakasih, kami saja yang masuk," jawab To singkat.


"Ini tempat apa?" Tanyaku pada To sambil menahan aroma asing yang masuk dalam hidungku.


"Ini yang di sebutkan orang-orang kaya itu, ini tempatnya, Surga para penguasa."


"Baru kali ini juga, tapi aku sering dapat cerita mengenai kebahagiaan di tempat ini. Itu sebabnya aku mengajak bos datang ke tempat ini."


Aku bicara dalam hatiku sendiri, apa ini Surga orang-orang yang di ceritakan To itu. Sangat aneh, baru kali ini aku melihat Surga yang beraroma busuk, pengab dan suara yang terdengar tidak pula suara yang baik untuk dengarkan, hanya teriakan tak jelas yang bergema dalam ruangan itu. Tiba-Tiba To datang membawa perempuan untukku dan mempersilakanku untuk duduk di atas kursi sofa. Aku melihat wajahnya, persis seperti wajah perempuan yang aku temui dalam tidurku tadi.


"Salam," Ia tersenyum mendengarkan kata-kataku.


"Jangan malu-malu, anggap saja kita sudah sering bertemu."


Ia mengambil satu batang rokok, lalu ia hidupkan dengan korek api.


"Kau merokok?" Ucapnya padaku sambil menghembuskan asap di dalam mulutnya.


"Maaf aku tidak merokok."


Tidak lama setelah itu, satu botol minuman yang tidak aku tau enta minuman apa terhidang di depanku dengan dua gelas berukuran kecil. Aku menatap To dan Lol, mereka berdua hanya memberikan kode supaya aku meminum, minuman ini. Apakah ini minuman keras itu, jika benar berarti malam ini lah sejarah pertama aku akan mengingkari janji dengan nenekku. Tidak apa-apa mungkin betul yang diberitahukan To, aku harus terbuka lagi supaya Surga-Surga yang terletak di dunia tidak merasa asing dengan kehadiranku.


Aku menuangkan air dalam botol itu, lalu aku berikan satu pada perempuan cantik yang duduk di sebelahku.


"Mari kita bersulang,"

__ADS_1


Ia pun tersenyum, aliran pertama minuman itu masuk ke dalam tenggorokanku sunguh lain sekali, tak dapat aku sebutkan bagaimana rasanya. Tapi bukan tentang soal rasa yang terbayang olehku, tapi wajah mendiang nenekku. Setiap kali aku meminumnya sekian kali pula wajah nenekku muncul.


"Kamu kenapa?" Tanya perempuan itu padaku. Mungkin ia melihat sesuatu yang asing dari tindakanku, wajar saja dia bertanya.


"Oh, tidak. Aku tidak apa-apa," timpalku dengan nada seperti terburu-buru.


"Jangan beritahukan, kalau kamu belum pernah ke tempat seperti ini."


"Sebetulnya ia, aku belum pernah ke tempat yang seperti ini."


"Sudah aku duga, pantas saja kelakuanmu aneh. Apa dua bocah ingusan itu yang membawamu ke mari?"


"Iya, merekalah yang membawaku ke sini."


Aku memaksa nafsuku untuk tetap bisa aku perintahkan, air minum dalam botol itu aku tuangkan terus ke dalam gelas kecil di atas mejaku. Rasanya memang tidak baik, tapi setiap kali aku meminumnya aku selalu ingin menuangnya lagi, dan lagi. Sampai aku tidak sadar, ternyata aku sudah tertidur di samping perempuan yang menemaniku tadi.


Ketika aku terbangun, perempuan itu juga ikut bangun. Sialan! Apa yang sudah aku perbuat tadi malam. Aku memandangi perempuan itu, aku akan bicara ia sudah bicara terlebih dahulu.


"Ternyata tubuhmu ada kekurangannya."


Sontak aku memegang kepalaku.


"Tidak apa-apa, tidak perlu merasa asing. Aku sudah terbiasa melihat yanhmg seperti itu.


Aku betul-betul malu pada diriku, harusnya yang mengetahui bagaimana aku sesungguhnya adalah istriku. Aku gagal.


Dengan cepat aku memperbaiki diriku dan meninggalkan perempuan itu. Di depan pintu kamar itu aku sudah melihat To dan Lol tersenyum tipis padaku.


"Kenaps aku bisa di sini?"


"Itu permintaan bos tadi malam. Ketika bos mabuk keras, bos meminta supaya perempuan yang ada dalam kamar itu menemani bos untuk tidur."


"Aku bicara demikian?"


"Iya, bos meminta kami berdua untuk menjaga bos, itu sebabnya kami menunggu bos dari tadi malam di sini."


"Di depan pintu ini?"


"Di mana lagi bos."


Ternyata tidak semua orang ***** itu seperti yang aku pikirkan. Mereka sangat setia padaku, buktinya untuk meluapkan hawa nafsuku mereka masih setia untuk menemaniku.


kami pun pergi.

__ADS_1


__ADS_2