Pada Bibir Siapa Air Mata Ini Akan Aku Jatuhkan

Pada Bibir Siapa Air Mata Ini Akan Aku Jatuhkan
Nuri Ameliaku


__ADS_3

Pagi telah muncul membawa embun dari tanah perkampungan. Aku mempersiapkan diri dalam mobil. Itu sudah bagian dari hidupku, menyembunyikan kekuranganku di balik mata semua orang yang melihatku. Selain itu aku juga menulis surat terakhir pada Nuri, dalam surat itu aku sertakan diriku yang sesungguhnya. Seorang anak laki-laki yang lupa kalau ia adalah jantan.


Isi dari surat itu aku tulis sebahagia mungkin, supaya ketika tidak bertemu ada air mata yang dapat mengunjungi. Air mata itu hakekatnya adalah kebahagiaan, semakin besar rasa bahagiamu maka air matamu akan semakin pilu. Sederhananya, air mata paling menyedihkan itu berasal dari kebahagiaan yang hebat


Nuriku yang manis dan yang telah membuatku kagum pada wajah yang belum pernah terdampar di semua umurku.


Nuri semoga engkau selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Aku ulangi kembali kalimat pertamaku padamu, Nuriku yang manis meski detak jarum jam belum mengizinkan kita untuk bahagia tapi percayalah setelah ini engkau mendapatkan cinta yang berumur singkat untuk kenangan yang sangat panjang.


Nuriku yang manis, jika setelah hari ini aku tidak mengirimimu hikayat tentang pertemuan kita, jangan berkecil hati tapi berbahagialah, karna engkau telah berhasil meletakkan hatimu di sekitar jantungku. Sederhananya, urat nadiku akan selalu memberitahukan pada jantungku bahwa dadamu bersedia untuk menerima mereka berdua untuk merasakan getaran hidup yang sesungguhnya.


Nuriku yang manis, jika hari-hari yang kau bawa ke usia penuaan tidak bisa menua dengan baik, maka pejamkan lah matamu untuk mengingat kisah yang tak sempat kita rayakan di usia muda. Jangan khawatir, masa tuamu takkan pernah tau kalau kita pernah berangan-angan untuk bertemu hanya kisah puisi yang dibahagiakan oleh dua orang manusia.


Nuriku yang sendu, meski matahari belum menggambarkan wajahmu di mataku, aku sudah percaya, engkau adalah wujud yang sangat pas untuk aku lihat. Percaya lah Nuriku, Tuhan tidak akan pernah menciptakan pundak yang kuat dalam tubuhku kalau bukan untuk tempat sandaran seorang perempuan, dan itu adalah dirimu.


Hari ini kita gagal untuk bertemu tapi aku yakin setelah kita menemukan kisah dalam waktu yang tak berkisah, Tuhan pasti memberikan kita jalur yang pas untuk bertemu.

__ADS_1


Nuriku yang manis, aku tidak pernah menghararap wajahmu rupawan dan anggun yang membuat mata senang bila di pandang, Aku haya ingin hati yang mengerti dan bersedia menerima kekuranganku.


Nuriku, lewat puisi aku utarakan kalimat yang aku temukan terpapar dalam hatiku, mungkin mulutku tidak mempunyai hak untuk memberitahukannya padamu, sebab itu aku mengiriminya lewat puisi karna hanya puisi yang bebas untuk bicara apa saja, termasuk tentang rasaku padamu.


Nuri, dengan keadaan sehat dan usia yang wajar untuk menjalin hubungan, aku sampaikan padamu, kalau aku sudah bahagia dengan seorang perempuan yang aku temukan dalam puisi.


Nuri perasaanku ini tidak perlu kau pikirkan atau juga kau renung-renungkan. Aku hanya berharap, tolong kau terima dan setelah itu kau bebas untuk membuangnya ke mana saja. Tapi sebelum kau buang, coba beri ia kesempatan untuk bermalam di matamu, hati yang menggelepar itu pasti mampu membahagiakan hatimu yang mungkin sedang menunggu hati yang mengerti seperti hati yang aku berikan.


Nuriku yang manis dan akan selalu mampu membuatku kagum. Hari ini aku beritahukan padamu tentang kondisiku. Aku sakit, tapi tak ada obat untuk sembuh, aku di sekitarmu tapi tak mampu mencari pintu yang menyembunyikan dirimu. Nuri aku dalam tubuhmu haya saja, jantungmu tidak merasakan kalau aku sedang bermain-main dengan urat nadimu, Nuri, engkau ada dalam mataku dan aku dalam matamu, tapi aku sulit untuk membayangkan dirimu berbahagia bersamaku karna mataku ragu dan bahkan tak mampu untuk membayangkan wajah seperti apa yang dipasangkan Tuhan di tubuhmu. Kau tahu Nuri, itu semua bukan hal yang perlu aku khawatirkan karna aku percaya Tuhan menciptakan aku karna juga akan menciptakamu dalam rahim yang berbeda. Sekarang aku dan engkau, atau kita tinggal menunggu gambar-gambar di almanak itu berganti, jika satu musim belum ada waktunya, paling tidak seumur hidup pasti akan ada satu hari waktu untuk melihat sosok yang selalu mengubah hidupku.


Nuri, jika setelah ini aku tidak mengabarimu lagi, jangan beranggapan kalau aku menjauh darimu, tapi masa itu adalah masa paling luar biasa dalam hidupku. Aku harus mampu mengalahkan rasa yang mendesak ingin bertemu denganmu sebelum waktunya. Kesunyian tanpa kabar darimu adalah duka yang paling besar dalam hidupku dan itu harus aku kalahkan sebelum memperlihatkan diriku yang sesungguhnya.


Selamat bertemu orang yang membutku kagum, selamat bertemu. Sekarang mari kita rayakan perpisahan tanpa pertemuan dan kisah ini. Selamat untuk seluruh masa dan waktu yang akan segera kita bahagiakan di dalam masa yang tak tersentuh oleh tanganmu dan tanganku, kecuali cinta yang bersemi di dalam hikayat laki-laki menyesihkan dan bidadarinya


Dari aku Ladri, orang yang sedang berusaha hidup untuk melihatmu tertawa bahagia.

__ADS_1


Semuanya telah beres sebagaimana hari-hari sebelumnya, tapi ada sesuatu yang membuatku tidak berdaya. Dalam puisi yang ia tulis ia menyampaikan kalau surat ini adalah surat terakhir, dan ia ingin bertemu denganku, karna ia akan melanjutkan studinya ke luar negeri.


Di bagian akhir suratnya ia tulis kalau ia menungguku selama 5 hari di depan taman kampus.


Di pojok kiri suratnya tertulis tanggal hari pertama ia akan menungguku. Dan aku berpikir mengingat tangal dan hari ini.


Sialan! Hari ini adalah hari terakhir ia akan menungguku.


Aku pergi ke arah taman, di sana aku banyak melihat perempuan. Sulit aku bisa menerka siapa Nuri di Antara mereka semua.


Nuri, teriakku pada semua perempuan yang duduk di taman itu.


Aku melihat seorang perempuan yang seperti terkejut dan memandangi di sekitarnya.


Aku mendekatinya, dan berpura-pura disebelahnya. Tiba-tiba seorang perempuan datang mendekatinya dan mereka bercakap-cakap. Sudah sangat jelas sekali perempuan di sebelahku ini adalah Nuri, aku mendengar suara panggilan pada dirinya, ketika perempuan yang datang itu bertanya, "Nuri sudahkan kau menemui dosen?"

__ADS_1


Jika ada yang ingin bertanya padaku tentang Nuriku, aku tidak akan mampu menjelaskannya, karna keluarbiasaan pada dirinya tidak akan mampu diberitahukan oleh mulutku kecuali puisi.


Nuri, aku sungguh bahagia, meski saat ini engkau tidak tahu, ternyata orang yang kau tunggu selama lima hari itu sedang duduk di sebelahmu.


__ADS_2