Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi

Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi
Masih belum mau kalah


__ADS_3

"Calon istri tua?" Fara menatap Ayu dari atas sampai bawah.


Glekk.. !


Ayu menelan ludahnya kasar melihat tatapan mata yang sangat menusuk itu.


"Aku kasih tau apa reaksi ku melihat wanita seperti mu" Fara semakin mendekati Ayu.


Membuat Ayu mundur dan tubuhnya sampai mentok di dinding, Fara menaikan sebelah tangan nya.


"Kamu mau a_apa?" tanya Ayu gelagapan.


Fara menaikan sebelah alisnya ke atas, dia tersenyum menyeringai.


"Menurut mu apa yang harus aku lakukan?" Fara tersenyum misterius.


Ayu semakin takut tapi dia mencoba berani dengan mengangkat wajahnya hingga keduanya saling bertatapan.


"Wajah mu cantik, sayang wajah cantik seperti ini di salahgunakan" Fara menjeda ucapan nya.


Tangan nya terulur untuk memegang dagu Ayu, dan dia cukup tertegun saat merasakan kulit wajah Ayu yang sangat lembut seperti baby.


"Astaga, kulit wajah ku bahkan tak selembut ini" batin Fara menggerutu dalam hati nya.


"Lepas!" kata Ayu sedikit berteriak.


"Hem, aku yakin kau perawatan kan tidak mungkin kulit mu sangat lembut, coba katakan salon mana yang selalu kau pakai jasa nya" tanya Fara, memiliki beberapa cabang salon yang sekarang sedang naik tentu membuat Fara sedikit tersaingi.


Dia ingin tau salon kecantikan mana yang membuat Ayu menjadi secantik ini, apalagi Ayu memiliki kulit wajah yang selembut baby.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" Ayu tak paham.


Fara menggelengkan kepalanya, dia lupa akan niat awal nya dan kini tatapan nya kembali ia tajamkan.


"Kamu tak pantas menjadi pelakor, jika kau mau kau bisa menjadi kakak ipar ku" ucap Fara entah kenapa bisa mengatakan hal itu.


Ayu mengerutkan keningnya aneh mendengar ucapan Fara, dia menepis tangan Fara yang ada di dagu nya, lalu membenarkan pakaiannya.


"Aku masih belum kalah, aku masih penasaran dengan calon hot Daddy ku" kata Ayu santai.


Dan setelah itu Ayu berbalik, dia pergi meninggalkan Fara yang terlihat mengeretakan gigi nya menahan kesal.


"Enak saja mau Aldy, aku mendapatkan dia butuh perjuangan dan dia seenak nya mau mengambil Papa anak-anak ku, huh.. tidak akan aku biarkan" geram Fara sungguh teramat sangat kesal.


Di luar Ayu memilih kembali ke perusahaan, dia memakai jasa taksi karena Ayu memang belum kepikiran untuk membeli mobil.


Sesampai nya di perusahaan Ayu langsung ke toilet nya, dia melupakan makan siang nya karena mengirimkan makan siang.


"Tuan" Ayu menunduk hormat pada sang Bos.


Galih yang melihat Ayu tak pernah memberikan tatapan manis nya lagi sedikit kecewa, dia pun langsung masuk ke dalam ruangan nya.


Ayu yang melihat sikap Bos nya itu hanya bisa mengangkat bahunya ke atas karena tak perduli.


Sore nya setelah selesai jam kerja Galih keluar lebih awal, dia melihat Ayu yang sedang membereskan berkas-berkas yang ada di meja nya.


"Ekhem.."


Ayu melirik, dan Galih mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


"Batuk tuan?" tanya Ayu.


"Jangan panggil aku tuan, ini sudah di luar jam kerja" kata Galih tegas.


"Tapi tu__" ucap Ayu terhenti karena Galih tiba-tiba berjalan mendekati nya.


"Anda mau apa?" tanya Ayu bingung.


Galih terhenti seketika, dia melihat ke sana kemari lalu melihat pada Ayu.


"Aku tunggu di mobil" ucap nya sambil berlalu pergi meninggalkan Ayu sendirian.


Ayu sekali lagi mengangkat bahunya ke atas, dia merasa aneh tapi dia juga merasa bodo amat dengan sikap Galih yang memang agak berbeda itu.


Setelah selesai membereskan berkas-berkas nya Ayu langsung bergegas pergi, Ayu masuk ke dalam lift dan saat Ayu sudah sampai di lobby dia melihat Galih yang sedang mengobrol dengan seorang wanita cantik.


"Tadi ngajak pulang bareng sekarang malah sama cewek lain, emang laki-laki nggak bisa fokus sama satu wanita" gumam Ayu tak habis pikir.


Galih yang sedang bersama seorang wanita juga melihat ke arah Ayu, tapi sayang nya Ayu keburu pergi naik taksi.


"Sial" batin Galih kesal.


"Gal pliss" ucap wanita itu.


"Aku bilang aku sibuk Lau" sahut Galih.


"Sibuk apa sih? kamu sudah pulang kerja lagi pula Mama dan Papa kita sudah tau kok, Ayo" wanita bernama Laura itu menggandeng tangan Galih.


Galih hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang, dia tidak bisa menolak jika sudah membawa nama Mama nya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2