Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi

Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi
Cara jitu Ayu


__ADS_3

Selesai membersihkan darah dan membalut tangan Kevin yang sudah di obati Ayu memilih keluar kamar, dia akan membiarkan Kevin sendirian dulu.


Kevin yang di tinggalkan nampak sangat bingung, dia tidak tau kenapa dia bisa bersikap emosional seperti di awal-awal dia keluar dari lapas.


Beberapa menit berlalu..


Ayu pun masuk ke dalam kamar dengan membawa makanan, dia masih melihat Kevin yang sedang duduk di ranjang.


"Kenapa aku merasa kalau dia begitu menyedihkan" batin Ayu melihat Kevin yang diam saja.


"Buka mulut mu, ayo" Ayu mencoba untuk mengesampingkan masalah nya.


Dia menyuapi Kevin tanpa berniat membahas masalah tadi, sedangkan Kevin dia menerima suapan nya dengan ragu.


Setelah menyuapi Kevin Ayu pun ikut makan, keduanya makan satu piring berdua tanpa ada yang membuka suara.


Selesai makan keduanya masih diam di kamar, perut kenyang dan tubuh juga sudah segar dan saat inilah Ayu bisa membahas masalah Kevin.


"Kamu mau tau caranya agar tidak merasa bersalah lagi?" tanya Ayu.


Kevin sontak melirik Ayu dengan wajah penuh beban nya.


"Cara apa?" tanya Kevin melihat Ayu.


"Kita ke dokter dulu dan setelah itu kita pergi ke teman yang aku maksud" balas Ayu sambil berdiri.


Kevin melihat Ayu yang terlihat serius, tidak punya pilihan Kevin memilih ikut Ayu yang entah akan membawa dia kemana.


Seperti yang di katakan Ayu dia membawa Kevin dulu ke rumah sakit, Ayu takut jika di tangan Kevin masih ada banyak pecahan kaca yang belum Ayu ambil.

__ADS_1


Selama satu jam Kevin di rumah sakit karena ternyata memang masih ada beberapa pecahan kaca, yang membuat Kevin kembali di obati dan merasakan sakit saat obat alcohol menyentuh luka nya.


"Jelek, jangan perlihatkan wajah seperti itu lagi" kata Ayu yang mengejek ekspresi wajah Kevin saat kesakitan.


Kevin yang mendengar ucapan Ayu seketika eskpresi nya kembali datar, dan melihat itu Ayu mencubit pipi Kevin.


"So cool" lanjut nya.


"Suami kesakitan dan kamu masih bisa mengejek" kesal Kevin melirik Ayu dengan wajah sebal nya.


"Ya ya, aku hanya merasa aneh saja orang kejam seperti mu masih bisa merasakan sakit" balas Ayu sambil tersenyum kecut.


Dan kali ini wajah Kevin menjadi tidak biasa, Ayu melihat perubahan Kevin yang terlihat berbeda tapi dia malah bodo amat dan lebih fokus pada suster.


Selesai dengan urusan di rumah sakit keduanya langsung ke tempat yang Ayu maksud, Kevin dan Ayu turun dari mobil dengan wajah bingung.


"Rumah panti?" Kevin masih bingung.


"Ya, ini rumah panti dan sengaja membawa mu kesini agar bisa berbagi" balas Ayu santai.


"Kamu pernah kesini?" tanya Kevin.


Ayu menggeleng sebagai jawaban.


"Aku tidak pernah kesini jujur saja aku itu orang nya pelit" ucap Ayu jujur.


"Tapi tadi saat di dapur aku mendengar ceramah di ponsel bibi Lin, di sana di katakan kalau dengan berbagi ke anak-anak yatim dan orang kurang mampu kita bisa meringankan sedikit beban mereka serta merasakan apa yang mereka rasakan" jelas Ayu.


Sedikit kagum pada sosok Ayu, tapi saat tau Ayu mengetahui semua itu dari ponsel bibi Lin Kevin hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


Ayu melirik Kevin dan di saat bersamaan itu Kevin juga melihat nya.


"Ayo" ajak Ayu sambil memegang tangan Kevin yang tidak terluka.


Kevin melihat tangan Ayu yang memegang tangan nya, dia terdiam sampai akhirnya terdengar suara Ayu lagi.


"Sayang, ayo" ajak Ayu manja.


"Hem" balas Kevin sambil berjalan dengan tangan yang berpegangan dengan Ayu.


Keduanya masuk ke panti bertemu banyak anak-anak yang tersenyum menyambut kedatangan nya, jantung Kevin bergetar melihat senyuman itu.


Kevin merasa takut, dia tahu betapa banyak korban Oma nya, berapa banyak tangisan anak-anak tak berdosa yang tidak tahu apa-apa.


"Halo anak-anak, salam kenal panggil aku kak Ayu dan ini Om Kevin ya" ucap Ayu memperkenalkan dirinya dan sang suami.


Kevin yang di landa kegelisahan seketika wajah nya masam, istrinya benar-benar ingin mengejek nya.


Ayu melihat itu dia langsung tersenyum dan mendekati suaminya.


"Senyum, jangan so mahal kamu di sini tugasnya membuat mereka tertawa, dan aku akan mengurus santunan yang akan kita berikan, oke sayang" bisik Ayu sambil tersenyum.


Kevin melihat Ayu pergi dan setelah itu dia melihat anak-anak yang menatap nya dengan bingung.


"Om main Om" salah satu anak laki-laki mendekati Kevin, membuat Kevin sedikit merasa luluh.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2