
Suasana rumah Kevin seketika menjadi panik takalah saat dokter menemukan seorang wanita yang bersimbah darah di dekat pecahan guci.
Kevin dan Ayu juga keluar dari kamar dan Kevin meminta supir untuk mengantarkan bibi Lin ke rumah sakit.
Dua pelayan ikut ke rumah sakit sedangkan satu pelayan lagi tetap di rumah karena harus membereskan guci yang pecah.
"Kasihan bibi Lin" ucap Ayu merasa kasihan.
Kevin tak menjawab dia mengeluarkan sapu tangan milik nya dan turun tangga hingga setelah beberapa langkah dia berhenti.
Ayu melihat apa yang di lakukan suaminya, dan dia begitu kaget melihat suaminya yang sedang mengelap minyak di tangga.
"Honey jangan bilang kamu" Ayu menutup bibirnya.
Kevin melihat istrinya dan dia membawa Ayu tak lupa juga dengan sapu tangan di tangan nya ke balkon.
Ayu melihat lagi apa yang di lakukan suaminya, Kevin nampak membakar sapu tangan itu hingga menjadi abu.
"Jelaskan padaku, bibi Lin orang baik honey tak seharusnya kamu melakukan__" ucap Ayu terhenti karena Kevin memberikan ponsel.
Ayu mengambil ponsel di tangan suaminya, matanya membulat saat melihat Mom Cilla yang ternyata pernah datang ke rumah ini dan mengobrol dengan bibi Lin.
"Jadi mereka__" Ayu tak bisa melanjutkan ucapan nya.
Dia merasa di tipu, kenapa semua orang terdekat nya begitu jahat padahal dia..
Ayu terdiam, dia juga pernah menyakiti banyak hati seorang istri yang suaminya pernah dia dekati.
"Bibi Lin adalah salah satu ibu dari anak yang menjadi korban Oma" jelas Kevin.
"Jadi dia balas dendam?" tanya Ayu tak percaya.
__ADS_1
"Hem mungkin seperti itu, aku hanya membuat dia jera karena kemarin aku melihat banyak semut mati di tangga dan aku rasa sup itu beracun" jelas Kevin lagi.
Sup?
Ayu semakin tak percaya dengan apa yang telah dia dengar, bibi Lin yang dia anggap seperti ibu sendiri ternyata diam-diam ingin membunuh nya.
"Tapi aku takut kalau bibi Lin Mati" meski sedih karena orang terdekat nya ternyata jahat tapi Ayu masih memikirkan kondisi bibi Lin yang terlihat parah.
Kevin hanya menjawab dengan gedikan bahu nya, membuat Ayu malah semakin cemas.
"Bagaimanapun kalau bibi Lin mati, dan kamu di penjara, anak kita? siapa yang akan memeluk ku di saat aku takut?" Ayu memeluk Kevin.
Kembali rasa takut datang pada nya, Kevin mengecup kening istrinya dan menatap lembut mata yang sudah berkaca-kaca itu.
"Dia tidak akan mati, aku hanya membuat dia merasakan rasanya di rawat di rumah sakit dan jika dia sudah sembuh kita akan mengirimkan nya ke tempat dimana dia tidak akan berulah" kata Kevin sambil tersenyum.
Ayu mangut-mangut mendengar penjelasan suaminya, sekali lagi dia memeluk tubuh suaminya dengan penuh sayang.
"Mereka sudah tamat" bisik Kevin lalu masuk ke dalam kamar.
Ayu ikut masuk dan memeluk Kevin dari belakang, membuat Kevin gemas dan membalikan tubuhnya.
"Kamu sudah tak takut lagi kan?" tanya Kevin.
"No selama ada kamu, aku hanya butuh kamu" balas Ayu sambil tersenyum.
"Bagaimana dengan harta ku, bukan kah kamu hamil apa masih berniat untuk nama pemilik kekayaan dan aset ku?" tanya Kevin lagi.
Ayu menggelengkan kepalanya, dia memeluk suaminya dan mencium bibir Kevin dengan gemas.
"Aku hanya butuh satu Kevin, dan untuk harta biarkan itu menjadi milik mu karena aku yakin kamu tak akan berpaling dari ku" Ayu mencium bibir Kevin sekali lagi.
__ADS_1
Kevin tersenyum lagi, meski dia masih merasa hancur dan tidak terima tapi melihat istrinya bisa kembali tersenyum Kevin merasa lega.
"Aku tak akan berpaling dari mu, promise" kata Kevin sambil menatap wajah cantik Ayu.
Perlahan tangan Kevin memegang pinggang Ayu, membuat Ayu sedikit kaget tapi Ayu mencoba untuk tak menolak.
"Aku akan membuat mu melupakan mereka" hidung keduanya bertubrukan.
Ayu tersenyum dan mengecup bibir suaminya, "Aku mau, bantu aku melupakan jejak mereka" Ayu melingkarkan tangan nya di leher sang suami.
Keduanya bertatapan untuk beberapa saat sampai akhirnya Ayu merasakan jika resleting nya perlahan mulai menurun, siapa lagi kalau bukan ulah Kevin.
Hingga..
Buggk !
Ayu memukul dada Kevin, dia langsung berlari ke kamar mandi membuat Kevin khawatir.
Dan saat masuk ke kamar mandi Kevin melihat Ayu yang muntah kembali, melihat itu Kevin memijat leher istrinya membuat Ayu lebih mual lagi.
"Maaf" kata Ayu merasa tak enak hati.
"Tidak apa, bayi kita menyulitkan mu maafkan dia" kata Kevin mengelap sudut bibir Ayu dengan tisue.
Ayu menggelengkan kepalanya.
"Dia tidak menyulitkan ku, tapi seperti nya anak kita sedang ingin menggalakan Dad nya menjenguk nya" balas Ayu sambil mengusap perut nya yang masih rata.
🌹
Yang mau tau cerita anak Ayu ada di si Oren Faijoo ya, judul nya ^^Jerat Gadis Misterius^^
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏