Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi

Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi
Mual


__ADS_3

Dua Minggu berlalu..


Hubungan Ayu dan Kevin lebih membaik meski keduanya memiliki kesedihan yang sama, Kevin masih selalu menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang terjadi dengan istrinya.


Dia merasa tak berguna karena telat menyelamatkan istrinya, tapi meski demikian Kevin berjanji akan selalu ada di samping sang istri karena dia yang menjadi penyebab Ayu menderita.


Dan untuk Ayu sendiri hari-hari nya selalu di landa ketakutan, apalagi akhir-akhir ini Ayu selalu memiliki mimpi buruk di mana dia melahirkan bayi yang berwajah seperti kedua preman bayaran itu.


"Tidak, aku tidak akan hamil itu pasti" gumam Ayu mencoba membantah apa yang belum terjadi.


Tak banyak yang Ayu lakukan selama di rumah dia hanya diam diri di kamar, menunggu kepulangan Kevin sang suami yang masih bekerja.


Kevin memutuskan bekerja karena permintaan Ayu, sebenarnya berat untuk Kevin meninggalkan istri yang sedang hancur di rumah tapi Ayu terus memaksa untuk dia pergi bekerja.


Tok..tok.


Ayu melihat ke pintu, suara ketukan pintu itu membuat Ayu semakin mengingat kembali pada kejadian itu.


Dia berteriak histeris dan meminta tolong, Ayu menangis saat memohon untuk tidak di perk*sa tapi sayang kedua pria itu seolah tuli dan tidak bisa melihat rasa takut nya.


"Jangan masuk! pergi kamu!" teriak Ayu ketakutan.


"Nona saya bibi Lin, saya mau mengantarkan makanan" jelas bibi Lin di belakang pintu.


"Tidak, aku tidak mau pergi jangan sentuh aku" teriak Ayu lagi.


Bibi Lin yang ada di balik pintu begitu cemas, dia berniat menelpon sang majikan karena sejak pagi Ayu terus menolak makan.


"Halo tuan"


"Ada apa?" tanya Kevin di sebrang telpon.


"Nona tuan" bibi Lin panik.


"Kenapa dengan istriku?" tanya Kevin yang tak kalah panik.

__ADS_1


"Nona histeris dan tidak mau makan sejak pagi" jelas bibi Lin lagi.


"Apa! kenapa?" tanya Kevin sangat panik.


"Saya tidak tahu tuan, tapi sepertinya nona sangat ketakutan dan pintu pun di kunci" jelas bibi Lin lagi.


Panggilan nya tiba-tiba terputus, bibi Lin melihat pintu kamar majikan nya dengan wajah yang terlihat cuek.


"Ini benar-benar balasan yang setimpal untuk keluarga jahat itu, Lila sayang kamu pasti bahagia karena orang yang menculik mu sudah menderita" gumam bibi Lin sambil tersenyum.


Bibi Lin adalah satu dari sekian banyak nya ibu yang kehilangan anak nya, dan dia tau jika keluarga Kevin lah yang menculik bahkan memperdagangkan organ tubuh putrinya.


Selama ini bibi Lin memang berpura-pura baik, dia sengaja bekerja di sini karena ingin melihat keluarga Kevin menderita, dan melihat orang yang Kevin sayangi menderita rasanya dia begitu sangat senang.


"Kau akan hancur Kevin Angkasa, terimalah kehancuran mu" lanjut nya lalu berjalan menuruni tangga.


Saat menuruni tangga bibi Lin dengan sengaja menumpahkan kuah sup yang di buatnya, dia berharap Ayu akan terjatuh dan mati seperti apa yang putrinya alami.


Di tempat lain Kevin nampak mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat cepat, dia benar-benar takut jika apa yang terjadi pada Celine terulang kembali pada Ayu istrinya.


"Aku mohon jangan berbuat nekat aku takut kehilanganmu" gumam Kevin sambil mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat cepat.


Beberapa menit berlalu..


Akhirnya mobil Kevin sampai di halaman rumah nya, Kevin langsung masuk dan berlari menaiki tangga dan saat masuk ke kamar Kevin melihat Ayu yang sedang menggunting rambut nya.


"Apa yang sedang kamu lakukan, hentikan honey" Kevin mengambil gunting dan melemparkannya ke sembarangan arah.


"Honey" Ayu memeluk Kevin dan menangis di pelukan suaminya.


"Tenanglah aku ada di sini, jangan takut lagi" Kevin mengusap lembut kepala sang istri.


Ayu perlahan tenang tapi hanya beberapa saat kemudian Ayu melepaskan pelukan nya.


"Aku tidak mau hamil" kata Ayu menatap netra tajam suaminya.

__ADS_1


"Kamu tidak akan hamil" balas Kevin tak mau Ayu semakin terbebani.


"Tapi mereka ada di mimpi ku, aku melahirkan anak mereka" wajah Ayu nampak jelas jika dia begitu sangat takut.


Kevin mencoba menenangkan dan Ayu masih belum mau tenang, membuat Kevin merasa semakin bersalah.


"Kamu belum makan bukan? ayo kita makan bersama aku suapi" Kevin mengusap pipi Ayu dengan lembut.


"Aku tidak lapar" balas Ayu masih belum bisa tenang.


"Tidak apa, tapi aku mau makan ayo" Kevin menarik tangan Ayu dan mau tak mau Ayu mengikuti kemana suaminya mengajak nya.


Saat akan menuruni tangga Ayu yang tidak hati-hati hampir terjatuh beruntung Kevin langsung sigap memegang tangan sang istri.


"Hati-hati" kata Kevin dan Ayu hanya mengangguk.


Hingga saat makan Ayu yang tidak mau makan akhirnya mau menerima suapan dari sang suami, Kevin senang Ayu mau makan meski tak banyak.


Hingga tiba-tiba rasa mual menyerang Ayu, membuat dia langsung pergi ke kamar mandi di dekat dapur.


Hoekkk !


Ayu memuntahkan apa yang ada di perutnya lagi, Kevin melihat itu tak bisa menahan kesedihannya dia tau apa yang akan terjadi pada Ayu selanjutnya.


"Honey aku merasa ingin muntah lagi" Ayu masih merasa mual.


Kevin tak menjawab dia memijat leher sang istri dengan pelan membuat rasa mual Ayu bertambah.


Hoekk !


🌹


Di cerita Ayu emang nggak ada pelakor nya karena Ayu yang jadi peran pelakor nya.


Tapi kalau masalah musuh, itu adalah hasil dari masa lalu Kevin sendiri, tidak semua manusia bisa menerima kenyataan dengan ikhlas begitupun para ibu yang kehilangan anak nya, meski mereka melakukan hal yang salah.

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2