Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi

Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi
Awal dari cinta


__ADS_3

Ayu baru selesai berbicara dengan pengurus panti, dan saat keluar Ayu tidak melihat suaminya yang membuat Ayu bingung.


"Apa kakak mencari Om tampan?" tanya seorang gadis kecil.


"Iya, kamu tau dimana Om itu cantik?" tanya Ayu.


Gadis kecil itu mengangguk dan mengulurkan tangannya, Ayu menerima uluran tangan itu lalu keduanya pergi ke taman depan.


Dan saat keluar dari panti Ayu di buat bungkam karena melihat apa yang di lakukan Kevin, dimana saat ini Kevin sedang bermain bola bersama anak-anak panti.


"Apa dia suamiku yang kejam itu?" batin Ayu tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Kevin nampak bisa tertawa lepas bersama anak-anak itu, Ayu bisa melihat jika kebahagiaan terlihat di anak-anak itu dan begitupun dengan Kevin.


"Siapa nama mu cantik?" tanya Ayu.


Gadis kecil itu melirik Ayu lalu mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


"Nama aku Malina" kata Malina memperkenalkan diri nya.


"Nama yang cantik untuk gadis cantik seperti mu, nama kakak Ayu kamu bisa memanggil kak Ayu, oke" balas Ayu ramah.


"Oke, kakak sangat cantik" puji Malina.


Ayu tersenyum dan mengusap pipi Malina dengan lembut.


"Kamu juga cantik, dan kakak harap kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang kamu impikan" sahut Ayu sambil tersenyum.


Malina mengangguk kecil, lalu dia menunjuk anak laki-laki yang sedang menjaga gawang.


"Itu Reyhan, dia adik ku kak" Malina menunjuk adiknya.


Ayu melihat itu dan dia melihat Reyhan yang memang sama-sama memiliki kulit bersih seperti Malina, keduanya juga sama memiliki mata yang sangat indah.


"Dia kebahagiaan ku, dan kami sangat merindukan Mama" lanjut Malina.

__ADS_1


Ayu mengerutkan keningnya, dia berniat bertanya tapi saat akan di tanya Malina yang kini melihat Ayu nampak terlihat sedih.


"Hey kenapa sedih" tanya Ayu memilih duduk di lantai.


Malina melihat Ayu, dia menceritakan jika Mama nya meninggalkan mereka di sini, dan saat ini Malina sudah berusia 7 tahun lain dengan Rayhan yang masih 5 tahun.


"Oh sayang" Ayu memeluk Malina lembut.


Jiwa keibuan nya mulai keluar, dan Ayu paham betul bagaimana rasanya di tinggalkan oleh orang yang di sayang.


Melihat Malina dan Reyhan mengingatkan Ayu kepada hidup nya sendiri dimana dia tinggal berdua bersama kakak nya, beda nya orang tua Ayu meninggal sejak ayu SD.


Cukup lama Ayu dan Kevin berada di panti, anak-anak terlihat senang dengan kedatangan orang baru terlihat dari semangat mereka mengajak main.


"Anak-anak ayo masuk, ini sudah sore" kata ibu panti.


"Apa kakak cantik dan Om tampan akan pulang?" tanya Reyhan.


"Ya kami akan pulang, kalian mau sesuatu?" tanya Ayu sambil mengusap pipi Reyhan.


"Hem, kami mau es krim" balas Reyhan sambil tersenyum.


Ayu mendengar itu melirik suaminya, Kevin mengangguk sebagai jawaban.


"Oke Om ganteng akan mengirimkan banyak es krim, tapi janji harus rajin gosok gigi ya" kata Ayu sambil mengacungkan jari kelingking nya.


Reyhan menautkan hari kelingking nya, dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Ayu dan Kevin pun pulang, mereka akan mengirimkan banyak es krim satu jam lagi karena perjalanan nya cukup jauh.


"Bagaimana?" tanya Ayu.


Kevin yang sedang menyupir melirik istrinya, dia menepikan mobilnya dan tanpa di duga Kevin mengecup pipi Ayu.


Cup..

__ADS_1


"Terimakasih" kata Kevin.


"Oh hanya di pipi, harusnya di bibir juga dong" balas Ayu cemberut.


Kevin tersenyum dan tanpa basa-basi dia langsung mendaratkan ciuman di bibir Ayu.


Tanpa Kevin duga Ayu menahan leher suaminya, dia memperdalam ciuman nya hingga keduanya berciuman cukup lama.


Eughh..


Ayu membuka matanya dan mata keduanya bertatapan, senyuman terlihat di wajah keduanya hingga akhirnya Ayu melepaskan ciumannya.


"Aku senang kamu bisa mengakrabkan diri pada mereka" kata Ayu melirik Kevin.


"Aku beruntung memiliki mu" balas Kevin mengusap pipi Ayu.


"Ya kamu memang beruntung, aku memang sumber keberuntungan orang banyak tapi aneh nya aku selalu di sakiti, di tinggalkan dan di khianati" sahut Ayu sambil tertawa.


Kevin mendengar ucapan Ayu menaikan sebelah alisnya ke atas, dia berpikir mungkin Ayu ingin dia berjanji tidak akan melukai nya.


"Tidak ada janji, tapi kita akan saling melengkapi" kata Kevin sambil menatap istrinya.


"Hem, setuju" sahut Ayu balik menatap suaminya.


Keduanya diam sebentar hingga akhirnya Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah Ayu, dan Ayu sontak mendorong pelan wajah Kevin dengan gerakan tangan nya.


"Nyosor terus kaya soang, ayo ke restoran aku lapar" kata Ayu sambil melihat ke samping.


Kevin melihat Ayu dan senyuman kembali terlihat di wajah nya.


"Fara benar tidak ada cinta yang sempurna, tapi cinta akan di awali dengan memulai dan sekecil apapun kebahagiaan yang aku dapatkan itu adalah awal dari cinta." batin Kevin yang kini memilih menyalakan mesin mobilnya.


Dan setalah itu Kevin melajukan mobilnya tak lupa matanya melihat ke kanan dan ke kiri mencari ke restoran terdekat untuk menghentikan rasa laparnya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2