
Ayu sudah sampai di rumah nya, ya rumah yang dia beli dari hasil kerja keras nya selama menjadi seorang Pelakor.
"Nanti saya telpon, kalau mau ngopi di sebelah sana ada warung" kata Ayu.
Supir hanya mangut-mangut mendengar ucapan majikan baru nya itu.
Ayu masuk setelah memastikan supir pergi, saat masuk ke dalam rumah nya Ayu melihat rumah nya yang agak berdebu karena beberapa hari di tinggalkan.
Huh..
Ayu mengikat rambutnya tinggi-tinggi, dia berniat membersihkan rumah nya karena Ayu akan sekali-kali tinggal di rumah penuh kenangan ini.
Hampir dua jam Ayu membersihkan rumah nya hingga kini rumah nya sudah kembali rapih, dan Ayu pun merasa senang melihat rumah yang tidak berdebu lagi.
"Astaga ini sangat melelahkan" ucap Ayu sambil duduk di sofa.
Dengan di temani jus jeruk yang ada di kulkas nya Ayu pun memilih bersantai, dia tidak buru-buru pulang karena Ayu tau di rumah suami baru nya dia hanya akan merasa suntuk.
Karena takut isi kulkas busuk Ayu pun berinisiatif membersihkan kulkas, dia memindahkan beberapa buah-buahan dan daging-dagingan ke kantung kresek yang berbeda.
"Seperti nya aku tau siapa yang butuh ini" Ayu teringat sesuatu.
Karena kulkas sudah bersih tanpa tersisa noda dan bahan makanan lain nya Ayu pun memilih menelpon supir.
Dia menunggu lima menit karena supir sedang nongkrong di warung kopi depan.
"Kemana nona?" tanya supir.
"Ke jalan X, nanti aku kasih tau kalau udah sampai tujuan" balas Ayu.
__ADS_1
Supir hanya mengangguk dan mulai menyalakan mesin mobilnya, mobil melaju dengan kecepatan sedang.
Ayu memainkan ponselnya selama di perjalanan, dia melihat ponselnya yang tidak ada satu pun pesan masuk.
"Harusnya dia menelpon ku, menanyakan kabar atau apa ke" gerutu Ayu sambil melihat ponsel nya.
Lalu sedetik kemudian Ayu menggelengkan kepalanya.
"Ini lebih baik Ayu, dia hanya mau anak dan kau mau uang kalian sama-sama membutuhkan" lanjut Ayu yang kali ini kembali ke mode mata duitan.
Siapa yang tak suka uang semua wanita cinta akan uang, dan begitupun dengan Ayu yang menikah untuk harta yang akan Kevin berikan pada nya.
Saat mengingat akan harta Ayu tiba-tiba teringat akan perjanjian nya, syarat untuk Kevin.
"Dia pergi ke Korea karena bekerja atau karena hal lain, jangan-jangan dia mau mengingkari janji nya" gumam Ayu sambil mengeretakan gigi nya menahan kesal.
Dia sudah dua kali di tiduri dan Ayu tidak rela jika Kevin hanya memanfaatkan nya, dia tidak mau mengandung anak Kevin jika pria itu tidak memberikan harta nya.
"Bilang pada majikan gondrong mu, lakukan saja sesukanya dan jangan salahkan aku kalau saat dia pulang aku akan menguliti pusaka nya" kesal Ayu sambil menatap tajam ke arah supir.
Supir yang mendengar ucapan majikan baru nya itu menelan ludahnya kasar, dia akan menelpon majikan nya dan mengatakan semua nya tanpa terkecuali.
"Lihat saja berani dia melupakan janji nya aku kuliti sampai habis dia" batin Ayu sambil mengepalkan tangan nya.
Ayu tidak tau saja kalau suaminya bahkan lebih kejam dari siapapun, kekejaman Kevin lebih gila dari apapun dan tidak mengenal anak-anak.
Sesampainya di tempat tujuan Ayu memilih turun sendiri, dia masuk gang dan supir yang melihat itu hanya diam karena Ayu melarang nya ikut.
Ayu terus berjalan melewati gang sempit hingga dia berhenti tepat di depan rumah kontrakan sepetak.
__ADS_1
"Permisi"
Lama Ayu menunggu sampai akhirnya pintu terbuka dan terlihat lah seorang wanita empat puluh tahunan yang sedang menggendong anak balita.
"Cari siapa ya?" tanya wanita itu sambil melihat Ayu.
"Aku Ayu kak" Ayu memperkenalkan diri nya.
Dan wanita yang menggendong balita itu nampak terdiam mendengar nama Ayu, dia merasa mengingat nama itu.
"Ayu adiknya Vanessa bukan?" tanya wanita itu logat Sunda.
"Iya kak, aku Ayu adiknya kak Vanes" balas Ayu lagi.
Ayu di persilahkan masuk ke dalam rumah kontrakan sepetak itu, tapi Ayu menolak dengan alasan dia takut mengingat kakak nya.
Teh Sity adalah tetangga Ayu dan kakak nya dulu, saat tidak punya uang Teh Sity lah yang selalu memberi Ayu dan kakak nya sepiring nasi karena pada waktu itu Teh Sity sudah bekerja di laundry.
Keduanya berbincang sebentar akan masa lalu, tapi Ayu memilih mengakhiri cerita nya karena dia tidak mau mengingat kakak nya yang hanya akan membuat nya sedih.
"Aku ada sedikit rejeki untuk kakak, maaf ya nggak banyak" Ayu memberikan satu tas jinjingan besar yang di bawa nya, Ayu juga memberikan beberapa uang nya yang dia masukkan ke dalam amplop.
"Astaga Ayu, teteh nggak nyangka bisa ketemu sama kamu lagi" Teh Sity terlihat sangat terharu dengan apa yang di berikan Ayu pada nya.
Ayu hanya tersenyum, lalu setelah itu dia pun memilih pamitan pada tetangga lama nya itu.
Saat sudah beberapa langkah pergi Ayu melihat kebelakang lagi, dia menghembuskan nafas nya panjang lalu tanpa sadar air matanya menetes.
"Aku sudah mendapatkan semuanya kak, uang dan kemewahan sekarang tidak akan ada lagi yang meremehkan kita kak" batin Ayu sambil menyeka air mata nya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏