Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi

Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi
Ujian


__ADS_3

Satu bulan berlalu..


Kevin membawa bunga mawar putih di tangan nya, kaki nya melangkah masuk ke dalam ruangan VIP.


"Honey aku datang" Kevin masuk dan penampilannya kembali gondrong karena selama sebulan istri nya belum bangun.


Menolak di lepas alat medis yang menempel di tubuh sang istri Kevin sangat yakin jika istrinya akan bangun.


Kevin mengambil bunga di nakas dan menggantikan nya dengan bunga yang baru, sedangkan yang kemarin dia buang ke tong sampah.


Wajah Ayu nampak begitu pucat, selama sebulan ini Kevin menunggu istrinya yang koma.


Dokter tak bisa berbuat apa-apa, hanya keajaiban yang bisa membantu Ayu bangun karena kondisi Ayu tanpa alt medis sudah pasti akan langsung tidak tertolong.


"Kapan kau bangun, Zoe sebentar lagi akan pulang apa kamu tidak ingin melihat putri kita honey" ucap Kevin lagi wajah nya nampak jelas jika dia begitu merindukan sosok istrinya.


Ayu memang sudah melewati masa kritis nya tapi setelah itu kondisi Ayu berbalik menjadi koma, dan selama Ayu koma putri mereka yang Kevin beri nama Zoe Alvina masih belum pulih.


Kevin harus berbesar hati dengan apa yang di katakan dokter jika putrinya memiliki kelainan dalam matanya, Zoe terlahir dalam kebutaan.


Semua itu tentu begitu menyayat hati seorang Kevin Angkasa, Tuhan benar-benar membuat nya merasakan karma yang berkali-kali lipat.


"Zoe sudah 2,5 kg" lanjut Kevin suara nya menahan sesak di dada.

__ADS_1


"Dia cantik, putih seperti mu" Kevin tak mampu mengatakan jika putri nya berbeda dari orang lain.


Kevin yakin jika di dalam tidurnya Ayu mendengarkan semua ucapan nya, dia tak mampu melihat istrinya syok akan apa yang terjadi pada sang putri.


"Honey" Kevin sedikit kaget karena melihat sudut mata istrinya mengeluarkan air mata.


Dokter juga mengatakan jika Ayu akan mendengar ucapan Kevin, hanya saja ada sesuatu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika karena semua itu hanya bisa di jawab jika sang pencipta sudah berkehendak.


Karena menjelang sore Kevin akhirnya pergi ke ruangan sang putri, air matanya menetes melihat bayi mungil cantik itu harus merasakan dunia yang gelap.


"Zoe sayang, ini Daddy" ucap Kevin sambil mengusap tangan sang putri.


Zoe akan bisa di bawa pulang dalam seminggu ke depan, Kevin senang untuk hal itu tapi dia juga mungkin akan sedih karena Zoe kecil tak mampu merasakan asi sang ibu.


Pelan tapi pasti Zoe kembali tenang dan mulai menutup matanya, beginilah hari-hari Kevin dia harus bulak balik ke rumah sakit dan kantor karena tidak mau melewati perkembangan dari istri dan anak nya.


Hari-hari berlalu..


Tepat di hari Zoe akan keluar dari rumah sakit Kevin begitu kaget karena istri nya kejang-kejang, Kevin bulak balik di luar ruangan dengan wajah yang begitu panik.


"Tenanglah, Ayu wanita kuat selama ini dia bertahan dan itu bukti kekuatan nya" kata Regi.


Regi memang menemani Kevin dua hari ini, dan begitupun dengan istrinya dan putra nya yang saat ini menunggu di rumah Kevin.

__ADS_1


Niatnya Regi dan istrinya akan menginap selama Ayu belum sembuh, istri Regi yang bernama Anha merasa kasihan pada Zoe yang tidak mendapatkan pelukan seorang ibu.


"Hem, aku harap dia bisa bertahan karena dia adalah kekuatan ku saat ini" balas Kevin dengan wajah panik nya.


Tak lama setelah itu dokter keluar dari ruangan VIP yang di tempati Ayu.


"Selamat tuan" ucap dokter tiba-tiba menjabat tangan Kevin.


Kevin yang belum paham itu tentu di buat binggung oleh ucapan si Dokter.


"Apa maksud nya?" tanya Kevin wajahnya terlihat bodoh.


"Istri anda sudah siuman tuan" jelas dokter tersenyum.


Suatu kebahagiaan tersendiri untuk seorang dokter saat memberitahu kabar jika pasien nya sudah siuman dan membaik.


Kevin tak bisa berkata-kata, dia masuk terburu-buru untuk melihat istrinya dan Ayu yang sudah bangun dari koma nya nampak tersenyum melihat suaminya.


Dia tentu mengenali suaminya, Kevin sudah kembali menjadi pria brewokan dengan rambutnya yang panjang.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2