
Kabar akan kehamilan Ayu sudah terdengar di telinga sang adik ipar, Fara yang tak tau apa-apa itu membawa banyak hadiah untuk ipar tersayang nya itu.
"Navisa Nando beri selamat pada aunty kalian sayang" titah Fara pada kedua anak nya.
"Baik Mom" Nando duluan menyahut.
"Selamat Aunty" kata Nando sambil tersenyum.
"Ahk terimakasih sayang" balas Ayu sambil tersenyum.
"Aunty apa baby nya perempuan?" tanya Navisa duduk di dekat Ayu.
Ayu terdiam sejenak lalu dia mengedikan bahu nya tak tahu.
"Entahlah, Aunty belum tahu" balas Ayu apa adanya.
"Hem aku berharap perempuan, aku akan mengajak nya main di dunia princess" ucap Navisa tersenyum cerah.
Ayu hanya terkekeh mendengar ucapan keponakan cantik nya itu, Aldy dan Kevin sama-sama sedang bekerja.
Sebenarnya Fara sengaja tak membawa suaminya entah kenapa dia masih takut untuk membawa suami nya bertemu dengan Ayu.
Bukan takut Ayu jatuh cinta lagi pada Aldy, tapi takut Aldy yang akan terpesona dengan kecantikan Ayu yang menurut Fara pesona nya jauh lebih besar dari pada dirinya.
"Aku tak tau kalau kak Kevin begitu hebat, kalian menikah dua bulan dan lihat kau hamil itu benar-benar hebat" kata Fara sambil tersenyum.
Ayu yang hanya tersenyum kecil, dia mengusap perutnya yang sudah masuk bulan pertama itu.
"Apa Kevin mengatakan sesuatu?" tanya Ayu.
__ADS_1
"Mengatakan apa?" tanya balik Fara.
"Tidak" balas Ayu lega.
Fara menatap bingung ipar nya, menurut nya akhir-akhir ini ada yang berbeda dari Ayu dan kakak nya.
Meski jarang bertemu karena kesibukan masing-masing tapi Fara yakin ada hal yang di sembunyikan kakak nya itu.
"Apa jangan-jangan mereka berniat bulan madu lagi, oh itu bagus tapi harusnya baby moon bukan honeymoon kan?" batin Fara yang pikiran nya ke arah ranjang.
Di kantor nampak Kevin yang senang mendapatkan kabar dari Regi, teman nya itu sudah berhasil melakukan penipuan besar-besaran pada Mom Cilla.
"Mereka miskin dan di pastikan tidak mampu membayar pengacara" jelas Regi.
"Kerja bagus, lalu bagaimana dengan bibi Lin?" tanya Kevin ingin tahu.
"Ahk wanita tua itu sudah aku kirim ke tempat jauh, dia bisa menata hidup baru nya di sana" jelas Regi lagi.
Tak ada satu polisi yang mencium kejahatan mereka, Kevin dan Regi memilik kecerdikan sama di bidang ini maka dari itu mereka tak terlalu percaya dengan hukum yang ada.
"Kakak mu memberi salam, dia bilang kau harus segera tobat" kata Kevin mengalihkan topik pembicaraan nya.
Shifttt..
"Dia memang so bijak" balas Regi.
Meski terbilang jahat Regi begitu mencintai keluarga kecilnya, dia sudah menikah dan memiliki satu putri yang baru dua tahun.
Karena tak ada urusan lagi Regi pun meminta bayaran nya, dan Kevin mengirimkan sejumlah uang ke rekening teman nya itu.
__ADS_1
Regi merasa beruntung karena dia mendapatkan double uang dari dua pihak, dari Mom Cilla dan dari Kevin teman nya, tapi meski begitu Regi bukan orang yang gila harta dia akan membagikan uang hasil penipuan nya pada orang-orang yang tidak mampu.
"Jahat boleh, tapi jangan lupakan jika sebagian dari harta yang di miliki adalah milik orang lain" pepatah itu yang Regi miliki, meski menjadi hacker Regi juga adalah lulusan pesantren meski hanya satu tahun.
Kevin menghembuskan nafas nya panjang setelah kepergian Regi, dia melihat ponselnya dimana ada pesan yang di kirim nona Shen.
"Dia pikir hanya dengan maaf aku bisa melupakan itu? tidak, mereka akan hancur lihat saja apa yang akan aku lakukan pada nya setelah ini" gumam Kevin tersenyum misterius.
Di tempat lain Nona Shen sangat miris melihat nasib malang keluarga nya, mereka baru di tipu dan terpaksa harus pindah karena semua uang mereka lenyap.
"Nona apa kamu masih punya tabungan?" tanya Mom Cilla.
"Hem, ada sedikit Mom" balas nona Shen.
Untuk tabungan nya dia juga harus melelang tas branded nya dengan harga miring, dia tidak punya cara lain karena semuanya di sita.
"Dad apa Dad menangis?" nona Shen menatap Dad nya dengan wajah berkaca-kaca.
"Sudah Dad bilang jangan mengusik kalian tau kan apa akibatnya?" Dad Beldy nampak sedih karena istrinya begitu di liputi dendam.
"Tapi kalau bukan karena mereka Celine masih ada sayang" Mom Cilla berteriak histeris.
"Celine sudah mati dari kecil, itu yang harus kita tahu mereka yang membuat putri kita punya kesempatan menemani kita sampai 21 tahun, apa itu masih harus di tanyakan lagi Cilla?" tanya Dad Beldy.
Mom Cilla diam dalam tangis nya, nona Shen memeluk Dad nya dan mengusap air mata di wajah sang Dad.
"Tidak apa Dad, sekarang kita akan memulai hidup baru, apapun yang terjadi aku tetap sayang pada kalian" nona Shen memeluk Dad nya dengan rasa sesak di dada.
"Aku harus kuat, Mom dan Dad butuh aku dan tak boleh lemah" batin nona Shen yang akhirnya membawa kedua orang tuanya keluar dari rumah yang sudah berganti nama pemilik nya itu.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏