Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi

Pelakor Cantik Milik Mantan Nafi
Nomor tak di kenal


__ADS_3

Dua hari berlalu Ayu lalui dengan penuh kekesalan, bagaimana tidak kesal karena Kevin pria yang menikahi nya masih belum pulang.


Ayu kesal karena dia belum memastikan harta Kevin menjadi atas nama nya, dia benar-benar tidak mau di tipu untuk yang kesekian kalinya oleh pria.


Drett..


"Halo"


"Ya? ini tukang asuransi ya maaf banget aku nggak suka nyimpen uang sembarang" sahut Ayu dengan mata terpejam nya.


"Ayu" panggil seseorang di sebrang telpon nya.


"Ck, sudah aku bilang aku sudah menabung dan tidak akan ikutan asuransi" sahut Ayu kesal dan kembali menutup mata nya.


Ayu berniat tidur kembali karena ini masih sangat pagi, Ayu akan bangun nanti di jam dia harus lari pagi.


"Jangan main-main Ayudia! kau ingin mempermainkan ku!" suara itu nampak tidak asing.


Ayu melebarkan mata nya, dia melihat ponselnya yang menunjukkan panggilan dari nomer yang tidak di kenal.


"Hey kamu siapa kenapa tahu nama ku?" tanya Ayu sambil mendekatkan ponselnya ke telinga nya.


Dan Kevin yang menelpon Ayu memilih mengalihkan panggilan nya menjadi panggilan Vidio call, membuat Ayu yang melihat itu langsung mengangkat nya cepat.


Ayu melihat ke arah layar ponselnya yang semula gelap, dia terus melihat karena saking penasarannya.


"Hey mana wajah mu" kata Ayu tidak melihat apa-apa selain gelap.

__ADS_1


Kevin di sebrang telpon melihat apa yang di lakukan Ayu, dia menzoom gambar nya hingga wajah Ayu memenuhi ponsel nya.


"Halo kamu siapa?" tanya Ayu dengan muka bantal nya.


"Cuci wajah mu, ada bekas iler di sudut bibir mu" kata Kevin sambil tersenyum kecil dan tangan nya masih menutupi bagian kamera.


"Biar saja aku akan menjilat nya nanti" sahut Ayu sambil melihat ke layar ponsel nya yang masih gelap.


Ayu terus melihat ke ponselnya dia mengerutkan keningnya merasa tak asing dengan suara itu, tapi Ayu tak yakin jika dia mengenal si penelpon.


"Jangan menjadi jorok cuci wajah mu lalu mandi, aku akan menelpon mu satu jam lagi" kata Kevin.


"Hey kau sia___"


Tut !


Panggilan langsung di matikan sepihak oleh Kevin, membuat Ayu menggerutu kesal.


Ayu berpikir akan siapa yang menelpon nya, dan dia malah semakin pusing memikirkan siapa yang menelpon nya.


"Apa dia penguntit? atau mungkin masa lalu Kevin Angkasa? atau mungkin mantan-mantan hot Daddy ku" lanjut Ayu sambil menguap.


Karena rasa kantuk nya yang masih ada Ayu pun memilih tidur, dia akan tidur sampai jam delapan dan Ayu tak mendengarkan ucapan pria tadi, dia mematikan ponselnya.


Siang nya Ayu baru terbangun dia jam 10 siang, dan saat bangun Ayu melihat belasan panggilan tak terjawab dari nomor yang sama.


"Dia seperti nya sangat menyukai ku suara ku, astaga ini nomer siapa sih" gumam Ayu sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Ayu memilih mandi agar tubuhnya lebih segar, dan setelah mandi dia memakai pakaian olahraga niatnya Ayu ingin berolahraga karena Ayu melihat ruangan gym milik suaminya.


"Oh aku benar-benar menjadi wanita kaya, suamiku pria kaya dan aku akan kecipratan uang nya" ucap Ayu melihat ruangan gym milik Kevin yang sangat luas.


Peralatan olahraga yang komplit pun takalah menjadi pusat perhatian Ayu, dia benar-benar merasakan sensasi menjadi seseorang yang kaya raya.


"Setelah ini aku harus shoping, ya aku harus banyak menghabiskan uang Kevin Angkasa dan meminta lebih banyak lagi setelah habis" lanjut Ayu sambil tersenyum puas dan memulai latihan nya.


Di tempat lain Kevin terlihat uring-uringan karena Ayu sama sekali tak mengangkat telpon nya.


Belasan kali dia menelpon bahkan Kevin sampai dua kali ganti nomer tapi tak sekalipun Ayu mengangkat telpon dari nya.


"Apa yang dia lakukan saat ini, jangan bilang dia sedang pergi ke luar mencari suami orang seperti kebiasaan nya sehari-hari" kesal Kevin sambil mengacak rambut nya kesal.


Membayangkan Ayu yang mendekati pria lain entah kenapa membuat Kevin kesal, dia tidak tau perasaan apa yang dia miliki tapi Kevin sangat tak suka jika milik nya di sentuh orang.


"Sial!" Kevin menggebrak meja kaca dengan sangat keras.


Dan seketika membuat darah segar mengalir di tangan nya, nona Shen yang kebetulan akan mengantarkan makanan terkejut melihatnya kejadian itu dia langsung mendekati Bos nya.


"Tuan tangan anda berdarah" nona Shen panik.


"Ya, panggil dokter dan perhatikan raut wajah mu, aku tak suka di kasihani" kata Kevin dingin.


Nona Shen hanya diam mendengar penuturan CEO yang begitu kasar, dia memilih menelpon dokter karena nona Shen tau bos nya sedang menahan sakit.


"Jika benar dia berani menjual diri demi uang awas saja, darah akan mengalir kembali dari tangan-tangan dia yang kotor" batin Kevin sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2