
Nyatanya tidak semudah yang Kevin pikirkan membuat seseorang mencabut tuntutan nya, kondisi istri Bram masih lemah sedangkan bayi nya sudah di keluarkan dengan selamat.
Keluarga Bram masih belum mau mencabut tuntutan nya dan tidak ada nya bukti membuat Ayu semakin di beratkan dalam kasus nya.
"Sial sogok saja mereka, aku yakin dengan uang Ayu akan lebih mudah bebas" kata Kevin yang sedang marah.
"Tuan Bram adalah orang kaya tuan, mustahil dia akan mau menyetujui untuk menerima__" ucap pengacara terhenti karena di tatap tajam oleh Kevin.
"Kau sendiri melakukan pekerjaan untuk uang, lalu kenapa mereka mau menolak uang yang dalam jumlah besar? pergi kau!" kesal Kevin dengan wajah marah nya.
"Baik tuan" pengacara pun memilih pergi dari pada terkena semprotan kemarahan klien nya.
Kevin mengacak rambut nya kasar matanya terlihat jelas jika dia marah, dan Kevin tidak tau kenapa dia sampai semarah ini hanya karena masalah ini.
Kedatangan Ayu yang sudah menjadi bagian dalam hidupnya benar-benar berpengaruh besar pada nya, dan Kevin juga tak bisa menstop pemikiran nya yang selalu tertuju pada Ayu seorang.
"Dia benar-benar mempengaruhi kehidupan ku dalam sekejap mata" kata Kevin sambil mukul bantal.
Keesokan harinya Kevin menjenguk Ayu, dan hampir selama dua hari ini dia menemui Ayu terus menerus.
"Oh kak kau baru datang?" tanya Fara yang baru keluar.
"Kau dari mana? maksud ku menemui siapa di sini?" tanya Kevin sedikit kaget.
"Menemui kakak ipar lah, gini-gini kan aku juga sayang sama kakak ipar ku" balas Fara sambil tersenyum.
Membuat Kevin hanya mangut-mangut mendengar penjelasan adik nya, entah kenapa dia merasa senang karena selain dirinya ada juga yang memberikan support untuk Ayu.
"Kakak meninggalkan nya di rumah dan lihat apa yang dia alami, kakak benar-benar ceroboh" ucap Fara menyalahkan kakak nya.
__ADS_1
Dia mendengar curhatan Ayu yang di tinggalkan setelah malam pertama, dan Fara saat ini begitu gemas dengan sikap kakak nya yang lebih mementingkan pekerjaan.
"Ya kakak salah untuk hal itu" Kevin tidak menampik dan dia mengakui kesalahan nya.
"Hem, itu memang salah kakak dan aku tidak mau tau kakak harus cepat punya baby karena aku mau calon baby ku punya teman main" tegas Fara lagi membuat Kevin melihat adiknya.
"Kau hamil lagi?" tanya Kevin.
"Ya, ini sudah jalan dua minggu dan kandungan ku sehat jadi aku mau kakak segera mencetak anak, oke" sahut Fara lagi.
Dan setelah itu Fara memilih pergi karena anak-anak nya dia titipkan pada Azhela teman nya.
Fara sengaja pergi sendirian tanpa membawa suami nya, dia tidak mau membuat Ayu geer dan kembali menyukai suami nya.
Kevin pun menemui istrinya setelah adiknya pulang, dan saat melihat Ayu Kevin merasa kasihan karena Ayu nampak tidak segar seperti biasnya.
"Di sini tidak ada alat medi pedi, oh kuku yang cantik menjadi burik dalam dua hari" adu Ayu sambil melihat kuku nya yang tidak secantik biasanya.
"Tidak bawa makanan lagi?" tanya Ayu.
"Kau mau?" tanya balik Kevin.
"Tentu saja, aku mau pentol dan sosis bakar" balas Ayu dengan semangat.
"Pentol dan sosis?" Kevin mengangkat alisnya.
Dalam pikiran nya adalah Ayu yang mau bercinta dengan nya, dua pentol dan satu sosis begitu pikirnya.
Tahu akan apa pikiran suaminya Ayu mencubit pinggang Kevin, dan berhasil membuat Kevin mengaduh kesakitan.
__ADS_1
"Sakit!" kata Kevin kesal.
"Biarin, salah sendiri berpikir liar" sahut Ayu ketus.
Dan keduanya terus berbincang hal-hal yang tak pernah kedua bahas, Ayu merasa dalam situasi ini keduanya lebih dekat dari sebelumnya.
Pun dengan Kevin yang merasa jika moment yang sangat langka ini tidak pernah dia lakukan, dimana keduanya saling bercerita dan tertawa bersama.
"Aku mau pulang" tiba-tiba Ayu memeluk Kevin.
"Kita akan pulang besok" balas Kevin.
"Besok dan besok, jangan berjanji jika tidak bisa menepati" sahut Ayu mendongkakkan wajah nya menatap Kevin.
Kevin mengusap pipi Ayu, lalu mencium bibir dan pipi Ayu membuat Ayu kegelian karena Kevin memiliki janggut yang lebat dan panjang.
"Nanti setelah hamil aku mau janggut dan rambut gondrong ini di buang" kata Ayu memainkan janggut Kevin.
"Kau tak suka?" tanya Kevin.
Dan Ayu mengangguk cepat.
"Aku seperti menikahi kakek 70 tahun" sahut Ayu tanpa filter.
Membuat Kevin gemas dan mencium Ayu lagi, tapi entah kenapa Ayu tidak merasa risih melainkan dia merasa nyaman berada di dekat Kevin.
"Apa aku mulai menyukai nya, oh tidak mungkin selera ku itu oppa Korea bukan aki-aki janggutan" batin Ayu sambil memainkan janggut panjang Kevin.
๐น
__ADS_1
Sehari akan up dua ya, kalau aku khilaf mungkin bisa lebih๐
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐