
"Dia mirip kamu" Ayu melihat bayi mungil di gendongan nya.
"Rambut nya, hidung nya dan matanya" lanjut Ayu masih menatap putrinya.
Kevin diam tak bisa mengatakan apa-apa, dia menahan diri untuk tak memberitahukan kejujuran pada istrinya.
Regi memilih pulang duluan, dia akan memberikan ruang untuk Kevin dan Ayu bisa menerima takdir untuk putri kecilnya.
"Honey" Ayu melirik suaminya.
"Ya" Kevin menatap istrinya.
Mata Ayu kembali tertuju pada bayi cantik di gendongan nya, dia membelai pipi si baby cantiknya dengan lembut.
"Jadi nama nya Zoe?" Ayu menatap sang suami.
Kevin hanya mengangguk dan tak mengatakan apa-apa.
"Zoe ini Mommy, kamu mau asi kan?" Ayu membuka kancing atas nya.
Dan saat akan memberikan ASI Ayu harus menelan pil pahit karena ASI nya tidak keluar, Kevin melihat itu dia memasangkan kembali kancing atas istri nya.
"Jangan sedih dokter bilang jika asi mu belum keluar itu wajar, setelah keluar dari rumah sakit dokter akan memberikan vitamin agar kamu cepat pulih dan baby Zoe bisa minum ASI dari Mommy nya" jelas Kevin dengan suara tenang nya.
Ayu mangut-mangut mendengar penjelasan yang sedikit membuat nya tenang itu, lalu dia kembali melihat pada putrinya.
Entah kenapa Ayu merasa pandangan putrinya tidak fokus pada nya, mata putrinya hanya melihat ke satu arah dan itu adalah tatapan untuk atap bukan pada nya.
"Tidak mungkin" Ayu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Kevin menyadari jika Ayu sudah sadar akan mata putrinya yang tidak seperti bayi pada umum nya, dia mencoba untuk menunggu Ayu bertanya.
"Kapan kita pulang?" tanya Ayu memilih mengalihkan perhatian.
Batin nya mengatakan jika ada yang aneh dari tatapan putrinya yang kosong, tapi Ayu mencoba menepis pikiran anehnya itu dan berpikir positif.
"Kamu mau kapan?" tanya balik Kevin.
"Sekarang, aku mau di rumah saja agar bisa menjaga baby Zoe" balas Ayu sambil tersenyum.
Kevin mengangguk, lalu dia keluar untuk meminta izin pada dokter yang meninggalkan Ayu sendirian di ruangan VIP.
Ayu menatap wajah putrinya sekali lagi, tangan nya terulur untuk melambaikan tangan kepada sang putri.
Deg..
Jantung Ayu terasa berhenti saat itu juga.
"Tidak!" Ayu menutup matanya.
Air matanya mulai jatuh, Ayu sekali lagi memberanikan diri nya untuk menatap putrinya dan ya apa yang dia takutkan kembali terjadi.
Putrinya tak memberikan respon tangan atau gerakan ekor mata saat melihat seseorang, dan dia tau apa arti dari semua ini.
Beberapa menit berlalu..
Kevin kembali untuk membawa Ayu pulang, Ayu bisa di bawa pulang dengan catatan membawa suster agar kondisi Ayu bisa lebih sehat.
Dan Ayu tak masalah dengan hal itu, selama dia bisa bersama putrinya Ayu akan melakukan nya.
__ADS_1
Selama di perjalanan keduanya tak saling bersuara, Ayu memendam rasa penasaran nya dan Ayu tau apa yang membuat suaminya tak begitu terlihat semangat.
"Tahan tangis mu, jangan lemah" batin Ayu sambil melirik putrinya yang tertidur di pangkuan suster.
Sesampainya di rumah Ayu melihat Anha istri nya Regi, dia hanya menyapa lalu masuk ke dalam kamar nya.
"Aku titip Zoe" kata Kevin pada Regi dan Anha.
"Selesai kan masalah kalian, aku harap Ayu bisa legowo dengan takdir dari Tuhan" balas Regi.
"Semoga saja" balas Kevin lalu berjalan pergi ke arah kamar.
Kevin berhenti sebentar di depan pintu kamar nya, dia memejamkan matanya lalu menghembuskan nafas nya panjang.
Ceklek..
"Honey" Ayu melihat suaminya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kenapa putri kita___" Ayu tak sanggup melanjutkan ucapan nya.
Kevin berjalan cepat dan memeluk tubuh istrinya dengan hati yang berusaha untuk tetap kuat, bertahan menahan tangis nya.
"Putri kita berbeda, tapi meski begitu dia tetap putri kita, buah hati kita" kata Kevin sambil mengusap kepala sang istri.
Tak bisa berkata-kata Ayu hanya bisa menangis di pelukan suaminya, hatinya sangat sakit karena takdir begitu kejam untuk putri kecilnya yang tak berdosa.
Ayu tau ini semua adalah karma dari masa lalu suaminya, dan dia tak bisa menyalahkan suaminya karena ini murni takdir Tuhan yang tidak di buat-buat.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏