
...Happy Reading guys, semoga kalian selalu menikmati alur ceritanya 💘...
"Heh!" bentak Prasetyo kepada Dika yang masih saja menatap Sofia.
Sofia yang mendapati pandangan Dika disana, saat itu hanya menundukkan kepalanya. Ia memilih untuk menjauhkan pandangan matanya kepada Dika yang sudah memiliki istri sekarang.
"Nggeh pak," lamunanya seketika buyar mendapati suara bapaknya menggelegar disamping telinganya.
"Baiklah Sofia, ibuk pamit pulang dulu ya. Nanti ibu tunggu kamu diruko seperti biasanya." ujar Sumitra pada Sofia.
Sofia yang masih saja menunduk, hanya mengangguk patuh pada permintaan Sumitra kala itu. Dan mereka bertiga pun meninggalkan Sofia dan neneknya disana.
Dipertengahan jalan, Dika kembali mendapati wejangan dari bapaknya. Meskipun dirinya terkenal sangat tegas terhadap putranya itu, tapi ia tidak pernah sedikitpun luput dalam memberi arahan terbaik untuk anaknya.
"Kamu juga, sudah tau ada istri dirumah masih saja ngelirik Sofia tadi. Biarkan dia melanjutkan hidupnya tanpa kamu le, dia berhak bahagia juga," wejangan Prasetyo sambil melipat ke dua tanganya ke belakang.
Dika yang mendengar hal itu, sedikit gusar dan mengalami pergulatan batin saat itu. Jauh didasar jiwanya, ia masih tidak rela jika harus melihat Sofia bahagia dengan lelaki lain selain dirinya.
Selama ini ia sudah bersusah payah mendapatkan hati Sofia yang dikagumi oleh semua lelaki desa ini. Dan kini ia harus melepaskan begitu saja, suatu hal yang mustahil bagi Dika jika dirinya menyerah begitu saja.
Pagi telah tiba dan meninggalkan petang malam begitu cepat, Sofia terlihat sudah bersiap untuk segera pergi ke pasar dan bekerja seperti biasanya. Dengan senyuman ia mengawali pagi yang sedikit mendung dan berkabut pagi itu.
Hawa sejuk dan hamparan sawah yang begitu hijau membuat pemandangan semakin indah pagi itu, membuat Sofia menghirup udara segar pagi dengan menarik nafas dalam-dalam.
Saat ia hendak memanggil salah satu tukang ojek disana, lagkahnya pun dihentikan oleh sebuah motor yang tiba-tiba terhenti tepat dihadapannya. Lelaki tersebut mengenakan setelan celana jeans dan kaos putih polos beserta jaket kulit hitam dan sebuah sepatu coklat.
Ketika lelaki tersebut membuka helmnya, betapa terkejutnya bahwa yang berhenti didepannya saat ini adalah Dirga, asisten Prasetyo bapak Dika mantan kekasihnya.
"Eh, mas Dirga. Aku kira siapa mas" ucapnya yang masih terkaget dengan kedatangan Dirga.
"Mau berangkat kan, ayo naik bareng sama aku aja sekalian kerja," Dirga menawarkan tumpangan gratis pada Sofia.
Karena Sofia mengenal Dirga dengan baik, ia pun dengan segera naik ke atas motor tersebut dengan cepat. Kini ke duanya sudah siap untuk menuju pasar tempat Sofia bekerja.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka berdua pun saling berbincang satu sama lain.
"Mas ..." panggil Sofia ditengah gemuruh suara angin yang menerpa wajahnya disana.
Dirga yang mendengar suara panggilan Sofia, sedikit melambatkan laju motornya dengan segera. Agar dirinya dapat mendengar dengan baik setiap ucapan Sofia yang berada tepat dibelakang punggungnya.
"Iya ada apa Sof?," sahut Dirga sambil membuka kaca helm miliknya.
"Sofia boleh tanya mas" sahut Sofia sambil menengok ke arah wajah Dirga.
Angguk Dirga dengan segera.
"Sebenarnya, kerja mas Dirga itu apa?. Soalnya Sofia tidak pernah melihat mas Dirga bertugas di kelurahan hari-harinya." ujar Sofia yang ingin tahu tentang dirinya.
Mendengar hal itu, Dirga lalu menghentikan motornya ditepi jalan saat itu juga. Masih dengan mengenakan helm miliknya, ia memberikan penjelasan ke arah Sofia.
"Kamu tanya kerjaku ya, kerjanya itu dikhususkan untuk menjaga Dika termasuk kamu saat masih bersama Dika waktu itu," jelas Dirga ditepi jalan.
Sofia tertegun dengan setiap penjelasan Dirga disana. Ia sedikit bingung dengan kata-kata Dirga saat itu, jika memang ia ditugaskan untuk menjaga Dika berarti selama ini apapun tingkah Dika kepada dirinya Dirga sudah mengetahui semuanya.
"Ah, enggak kok mas." sahutnya singkat.
"Pasti hati kamu bilang gini, berarti mas Dirga tau semua tentang aku dan Dika. Lalu aku jawab, iya aku tahu semuanya," jelas Dirga yang juga menggoda Sofia disana.
Wajahnya merah padam karena tersipu malu, bagaimana tidak semua ulah Dika kepada dirinya diketahui dengan baik oleh Dirga.
Tetapi lain dengan Dirga, dirinya justru kasihan melihat Sofia selama berjalan dengan Dika belakangan tahun ini. Ia adalah saksi hidup perjalanan kisah cinta keduanya kala itu, tak sedikit juga Dirga melihat Dika memperlakukan Sofia dengan tidak baik.
Sudah lama Dirga juga diam-diam memendam rasa terhadap dirinya, tetapi rasa itu harus terhalang dengan keberadaan Dika. Ia harus mengalah dan menikam dengan kuat segala perasaannya terhadap Sofia. Tapi tidak untuk kali ini, ia memiliki peluang yang sangat besar ketika Dika sudah meminang gadis lain selain Sofia.
Meskipun ribuan lelaki mencoba mendekati Sofia, kali ini ia pun tak akan gentar untuk ikut serta merebutkan hati Sofia.
"Sudah kan, kita lanjut jalan ya" pungkasnya mengakhiri topik pembicaraan.
__ADS_1
Sofia masih tertunduk dan menyembunyikan rasa malu yang begitu kuat menghampiri dirinya saat ini.
Setelahnya sampai dipasar, Dirga pun menurunkan Sofia dan meninggalkan dirinya disana. Sofia pun mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Dirga saat itu.
"Sof, kuncinya ibuk simpan di lemari ya" ucap Sumitra yang tengah mendapati kehadiran Sofia saat itu.
"Buk, hari ini ruko yang satunya tutup?" Sofia tidak menjumpai Dika disana saat itu.
Dengan wajah tersenyum tapi nadanya terlihat lemah saat menyampaikan hal itu pada Sofia.
"Ditutup sementara sama bapak Sof, bapak nggak mau Dika tergantung terus sama kami. Dia kan sudah menikah" ujar Sumitra.
Sekian detik Sofia berpikir keras ditengah perbincangan itu, dan mencoba mencari jawaban terbaik untuk Sumitra.
"Maaf ya buk, kalau Sofia lancang. Tapi, ada baiknya jika ini menjadi sumber penghasilan buat mas Dika dan Gendhis saat ini. Kalau bukan bekerja disini, mas Dika akan kerja dimana buk" ia mencoba memberi penjelasan kepada Sumitra agar memandang lebih luas lagi masalah ini.
"Ibuk pun awalnya berpikir seperti itu, tapi apa daya ibuk jika bapak sudah berucap. Hanya bisa diam dan patuhi semua perintahnya Sof," jelasnya menahan rasa getir didasar hatinya.
Rasanya Sofia ingin lebih jauh lagi bertanya dalam hal ini, tapi ia sadar betul siapa dia dan apa posisinya saat ini. Hanya sebuah kedekatan antara seorang karyawan dan majikan saja yang ia miliki sekarang.
Tapi, karena ke dua orang tua Dika sudah Sofia anggap seperti orang tua sendiri terkadang dirinya juga masih berani memberikan sepatah dua patah kata dalam memberikan masukan.
...----------------...
Hai guys, ini adalah karya ke tiga othor. Aku berharap semua karya recehku ini bisa menghibur kalian dari kepenatan dunia nyata ya. ❤️❤️❤️
🔻Jangan lupa tekan tombol ikuti agar kalian mendapatkan notif setiap harinya.
🔻Jangan lupa like , vote dan favoritnya juga yah.
🔻 Kalau mau kasih hadiah juga sangat diperbolehkan ❤️
🔻 Ditunggu komen yang membangun untuk karya othor.
__ADS_1
Terimakasih