Pembalasan Elegan Istri Dari Korea

Pembalasan Elegan Istri Dari Korea
LYS Launching


__ADS_3

Tidak terasa, produk kosmetik yang dinantikan Callysta akhirnya tiba di Indonesia. Segala persiapan telah dilakukannya, uji produk dan cek pabrik pun dilakukannya berkali-kali. Produk dalam proses produksi untuk kejar target seminggu lagi launching.


Beberapa perusahaan mitra sebagai pemasok bahan baku dihubungi oleh Callysta, beberapa diantaranya sudah dia datangi langsung ke kantor pusat untuk melakukan kerjasama jangka panjang. Tinggal beberapa direktur perusahaan saja yang perlu ditemuinya, salah satunya PT. Leonade milik pak Leo diamana tempat Felix bekerja. Jadwalnya hari ini Callysta akan berkunjung kesana.


Saat ini Callysta sudah memiliki supir pribadi sekaligus sekretaris yang mengatur jadwalnya sehari-hari. Berkunjung ke kantor PT Leonade pun Callysta ditemani sekretarisnya, Dinda namanya.


"Udah siap bu?" tanya Dinda sambil bersiap untuk berangkat.


"Sudah, ayo." Callysta berjalan menuju mobil.


Sepanjang perjalanan Callysta teringat jalanan yang dulu dia lalui bersama Felix. Hari ini dia membuka kembali kenangan masa lalunya. Kenangan indah sekaligus menyakitkan baginya. Hatinya sudah disiapkan untuk bertemu Felix dengan wajah barunya. Entah, Felix akan mengenalinya atau tidak.


Memasuki bangunan kantor PT. Leonade membuat hati Callysta berdebar, ada rasa gugup. Namun, dia mencoba menguatkan hatinya. Dia berjalan tegak, tubuhnya yang terlihat jenjang dengan balutan dress berwarna navy dan kaca mata hitam berlebel Dior membuatnya terlihat berkelas dan elegan. Ada Dinda yang berjalan mengikutinya di belakang.


Dari kejauhan nampak Felix berjalan diikuti oleh Tara yang masih menjadi sekretarisnya. Penampilan mereka berdua terlihat sama. Felix tersenyum lebar mempersilakan kedatangan Callysta, seakan-akan tidak tahu kalau dia Callysta. Atau memang benar-benar tidak mengenali Callysta.


"Silakan bu, lewat sini. Pak Leo sudah menunggu di dalam." Felix mempersilakan Callysta.


"Oke, thank you." sahut Callysta.


"Hallo, Callysta. Senang sekali bisa kerja sama dengan keluargamu lagi. Suatu kehormatan bagi perusahaan kami." pak Leo menjabat tangan Callysta.


"Gimnaa kabar kamu sekarang? Wah, sungguh sekarang kamu bak bidadari cocok pegang kendali di bidang ini. Luar biasa." pak Leo tidak berhenti memuji Callysta.


"Ah, pak Leo ini berlebihan mujinya. Aku sehat, seperti yang bapak Lihat."


Sementara itu, Felix dan Tara saling melihat satu sama lain. Keduanya terperanjat, tidak percaya orang yang dihadapannya adalah Callysta. Rapat berjalan sesuai yang diharapkan oleh Callysta, antara Felix dan Tara masih terheran-heran dengan penampilan Callysta.


"Tolong ya, pak Felix siapkan berkas-berkasnya." pak Leo mengakhiri rapat.


"Ba..baik pak." Felix menjawab dengan terbata, matanya tertuju pada Callysta, sampai matanya diucek-ucek tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Kalau begitu saya pamit dulu pak Leo, semoga kerjasama kita berjalan baik. Jangan lupa lusa datang di acara launching produk kami ya pak di Star hotel."

__ADS_1


"Baik. Pasti saya usahakan datang."


Felix masih tercengang melihat Callysta, ingin rasanya menghampirinya. Antara terkagum-kagum dan kaget melihat penampilan Callysta.


"Ayok, setelah ini makan siang." pinta Tara.


"Iya, emang cantik banget." Felix melantur.


"Siapa yang cantik? Kamu ngomong apa sih? Gak dengerin aku ngomong?"


"Itu Callysta. Eh, sorry. Apa kamu ngomong apa?"


"Oh, gitu. Kamu kagum sama Callysta. Sana temui mantan istrimu yang berubah jadi cantik sekarang." Tara merasa tersinggung.


"Sorry, sorry. Aku bener-bener kaget gak percaya."


Felix geleng-geleng.


"Eh, eh. Gitu aja kamu marah. Tunggu Ra." Felix mengejar Tara.


"Aku harus memastikan. Ya, aku bakal datang di acara launchingnya produk Callysta."


***


Ini adalah waktu yang paling mendebarkan bagi Callysta. Segala persiapan untuk launching brand LYS sudah siap. Mulai dari tamu undangan hingga bintang tamu sudah mulai berdatangan. Di sebuah ballrom Star Hotel yang megah, sudah berkumpul banyak orang termasuk wartawan dan media untuk meliput. Nuansa biru putih menjadi tema utama brand kosmetik LYS. Gaun biru muda yang dikenakan Callysta dan make up flawless korean look yang merias wajahnya terlihat sempurna. Sekarang gilirannya menyambut para tamu undangan, kemudian membuka acara.


"Kepada semua tamu undangan, partner bisnis, media dan seluruh pihak yang terlibat demi kesuksesan acara ini. Saya sampaikan ucapan hormat dan terima kasih. Teruntuk orang tua saya, dan keluarga besar Atmajaya sebagai support sistem terbaik dalam hidup saya. Tanpa kalian, saya bukan siapa-siapa dan tidak akan bisa berdiri di sini dengan pencapaian seperti ini. Semoga kedepannya brand LYS ini dapat dicintai dan menjadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia. Thank You."


Sambutan Callysta mendapat tepuk tangan riuh dari hadirin. Sebuah bucket bunga diberikan oleh Papi dan Maminya di atas panggung. Callysta memeluk Papi dan Maminya disusul oleh kakaknya Jonathan dan Andrew beserta istri-istri mereka.


Etalase-etalase produk dipenuhi oleh pengunjung yang hadir. Setiap tamu undangan yang hadir mendapat goodie bag berwarna putih biru berisi produk LYS.


Seorang pria berjalan dari kejauhan dengan penampilan stylish mengenakan setelan warna biru cerah semi casual membawa bucket bunga kombinasi warna biru dan putih. Tersenyum menghampiri Callysta.

__ADS_1


"Congrats ya, You get it. Good Job."


"Thank you Aaron, kapan kamu datang? Bukannya kamu lagi di Singapore kemarin?"


"Aku sengaja kesini buat ngerayain launching brand kamu."


"Thank you banget, aku terharu dan gak percaya. Sempet khawatir juga kalau kamu gak datang. Ah, tapi ternyata kamu disini. Udah lengkap rasanya." Callysta menghirup bunga yang diberikan Aaron.


"Yes. I'll beside you know."


Dari kejauhan Felix melihat senyum bahagia Callysta dengan wajah cantiknya. Disampingnya ada sosok laki-laki berparas rupawan. Sementara Felix ditangannya sudah membawa bucket bunga berwarna biru. Ada keraguan untuk menghampiri Callysta, namun jauh dalam hatinya ada rasa penasaran dengan sosok laki-laki yang nampak serasi dengan Callysta.


"Selamat ya, semoga sukses kedepannya."


Felix memberanikan diri menghampiri Callysta untuk memberikan bunga.


"Oh, ya. Thank you." Callysta menerima bunga pemberian Felix kemudian memberikannya pada Dinda.


"Silkan lihat-lihat, kami tinggal dulu ya." Callysta mengajak Aaron untuk melihat etalase produk yang sedang dipadati oleh pengunjung. Sementara Felix dia tinggalkan begitu saja.


Ada rasa kecewa dihati Felix, dia terus bertanya.


"Apa dia udah lupa sama aku?"


Callysta terlihat begitu bahagia bersama Aaron, bucket bunga yang diberikan Aaron masih terus dia bawa sambil berkeliling. Keduanya nampak akrab dan bahagia. Hati Felix terasa cemburu melihat kebahagiaan Callysta.


"Kenapa dia semudah itu melupakan aku? Ini gak bener, kalaupun dia bahagia harusnya sama aku. Kenapa saat udah cantik dia malah ngelupain aku?"


Pertanyaan itu terus bertubi-tubi menghujani hati Felix. Ada rasa kecewa, cemburu dihatinya. Ada keinginan untuk mengambil kembali keadaan yang didapatkan oleh Callysta saat ini.


"Aku harus mengembalikan ini ke tempat semula."


......................

__ADS_1


__ADS_2