Pembalasan Elegan Istri Dari Korea

Pembalasan Elegan Istri Dari Korea
Fitnah Netizen


__ADS_3

Plakkkk.....


Sebuah tamparan melayang ke pipi Callysta. Sontak membuat Callysta kaget dengan tamparan yang tiba-tiba di pipinya. Dari arah belakang, seorang wanita berjalan cepat menamparnya dan berusaha menjambak rambutnya. Dinda berusaha melindungi Callysta dan memisahkan cengkeraman wanita itu dari Callysta. Namun, cakaran mengenai leher dan sebagian pipi Callysta hingga berdarah.


Wanita itu memaki-maki Callysta dan menangis berteriak-teriak. Mengeluarkan handphone nya untuk merekam yang baru saja dia lakukan. Ternyata perempuan itu dari tadi sudah mengamati Callysta dan Felix.


"Dasar wanita ******!!! Merebut laki-laki orang. Nih liat, owner LYS kalian tahu kan? Wanita rendahan!!"


Felix menenangkan Tara, diapun kaget mengapa tiba-tiba Tara sudah berada disini dan melakukan hal itu.


"Kamu apa-apan Ra? Matikan gak hapenya?" pinta Felix.


"Oh gitu, kamu belain dia? Belain selingkuhan kamu?" Tara semakin tersedu-sedu dan tidak berhenti merekam.


"Stop!!! Kamu gak usah sembarangan ya kalau ngomong. Tindakan kamu ini termasuk pencemaran nama baik. Apa yang kamu tuduhkan tidak benar. Aku bisa bawa ini ke jalur hukum kalau mau." Callysta menatap Tara tajam dan menghentikannya.


Sementara pengunjung lain banyak yang menatap mereka, melihat kejadian itu. Ada dari mereka yang merekam dan mem foto. Berbisik-bisik, dan menatap Callysta penuh dengan tatapan hina.


"Aku bakal bawa ini ke jalur hukum, kamu udah nampar aku. Kalian berdua ya, , , ," Bulir air mata turun ke pipi Callysta yang memerah, dia menahan rasa perih bekas cakaran.


"Bu, saya telpon sopir sekarang ya bu. Kita perlu ke Rumah sakit buat cek kondisi ibu." Dinda sigap menawarkan, Callysta hanya mengagguk.


"Ta, Callysta. Tunggu..., maaf. Maafin Tara." Felix berusaha mengejar Callysta namun dihentikan oleh Tara.

__ADS_1


"Ra, kamu tahu gak yang kamu lakuin ini gak bener! Aku dan Callysta gak ada hubungan apapun." Felix menjelaskan.


"Mana ada maling ngaku? Udah deh, gak usah banyak alasan. Sekarang kamu jujur, aku bakal maafin kamu kok kalau kamu jujur."


Pengunjung yang sedari tadi mengamati mereka satu persatu pergi. Ada yang masih mengamati dan merekam. Tara semakin percaya diri dan lantang dengan yang dia katakan, agar pengunjung respect padanya. Felix tidak tahan menanggung malu, akhirnya pergi menyeret Tara keluar dari depan restoran yang ada di mall ini.


Callysta menuju rumah sakit untuk mengobati lukanya, Dinda memfoto bekas cakaran di wajah Callysta. Di perjalanan, saat Dinda membuka sosmed kaged dengan video yang viral kejadian tadi. Dinda langsung menunjukkan pada Callysta, betapa banyak komentar negatif yang ditujukan padanya. Banyak dari netizen percaya bahwa Callysta adalah selingkuhan Felix. Mereka memaki Callysta di kolom komentar. Akhirnya banyak video lain yang muncul tentang latar belakang Callysta, begitupun dengan brand LYS miliknya.


Padahal masih dalam waktu sekejap, namun sudah viral dan begitu banyak komentar negatif tentang dirinya. Bahkan, ada beberapa telpon dari wartawan yang masuk. Namun, tidak satupun diangkatnya.


***


Aaron pun melihat berita yang sedang viral. Kaget dengan pemberitaan di sosial media. Kemudian dia menghubungi Callysta.


"Kamu udah liat berita yang beredar ya?"


"Iya, sekarang kamu dimana?"


"Aku masih di RS ini."


"Lho, siapa yang sakit?" tanya Aaron penasaran.


"Ini, ada luka kecil kena cakar Tara tadi."

__ADS_1


"What?? Aku kesitu sekarang. Kirimin alamatnya."


Aaron bergegas mendatangi Callysta di RS. Dia merasa prihatin dengan yang dialami Callysta. Sudah mendapatkan fitnah, wajahnya pun jadi korban.


"Ta, ini bikin kerugian lho. Kamu harus ambil kasus ini ke jalur hukum. Udah dia nganiaya kamu, belum lagi berita yang beredar."


"Rencananya sih gitu."


"Biar aku urusin."


Aaron meyakinkan Callysta.


"Thank you Ron. Aku gak tau lagi gimana nasib LYS. Baru aja launching, gimana kalau kena dampak dari berita ini."


"Kamu gak usah khawatir. Kalaupun kamu menang dari kasus ini, LYS bakal bersinar lagi."


Callysta terlihat lesu, dengan pemberitaan yang beredar. Hingga dia tidak berani membuka handphone nya.


"Bu, banyak yang komplain ke produk kita." Dinda menunjukkan, beberapa komplain yang masuk dan minta ganti rugi.


"Udah, kasih aja ganti ruginya. Pengembalian dana." Callysta menjelaskan.


"Kita selesein satu persatu Ta, gak papa. Semua bakal baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2