Pembalasan Elegan Istri Dari Korea

Pembalasan Elegan Istri Dari Korea
Tempat Yang Pantas


__ADS_3

Sejatinya manusia memang sering berbuat khilaf dan salah, tapi jika kesalahan itu dibuat berulangkali maka itu bukan khilaf. Kesengajaan! Itulah yang direnungkan Callysta saat ini. Lagi-lagi ia tidak menyangka dengan Felix yang terus berusaha menjatuhkannya lagi dan lagi.


Ia berpikir, dendam apa yang disembunyikan felix padanya. Apa karna penolakannya pasca cerai? Atau karna apa? Sedangkan Felix sendiri sebenarnya memiliki hubungan gelap dengan Tara hingga melahirkan Felicia. Jadi cinta Felix itu sebenarnya siapa?


Jika memang mencintainya tentu akan melindunginya seperti Aaron. Pun jika mencintai Tara, apalagi yang ia tunggu hingga kini Felicia semakin besar Tara tak kunjung dinikahinya.


Ia memandang langit-langit kamar yang meredup, lampu kamar sudah dipaamkan. Disampingnya. Laki-laki yang kini ia sebut suami tengah tertidur lelap. Wajahnya yang menenangkan sesekali ia belai, dalam-dalam ia pandangi. Ketika melihat Aaron, ia berulangkali mengucap syukur dan berterima kasih pada Tuhan. Betapa banyak harapan dan cita-cita yang ingin ia bangun bersama Aaron.


Lamat-lamat mata Callysta terpejam sembari memandangi wajah Aaron yang sudah lebih dulu tertidur. Setelah berpikir panjang tentang laki-laki di masa lalunya yang masih terus mengganggu hidupnya.


Ia bertekad lebih tangguh, kini banyak yang harus ia lindungi dan perjuangkan. Jika Felix hanya mengusik dirinya, ia masih akan berkompromi. Namun, jika sudah menyangkut rumah tangganya, masa depannya bahkan merugikan banyak pihak. Callysta tidak akan tinggal diam lagi. Ada yang harus ia lindungi, banyak orang yang kini bergantung padanya melalui pekerjaannya. Jika perusahaannya bangkrut tentu berpengaruh pada karyawan yang bekerja padanya.


***


Callysta dan Aaron kembali pada rutinitas mereka sehari-hari, sembari memantau perkembangan kasus dengan Felix. Pagi ini Callysta menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya. Secangkir kopi ia buatkan untuk Aaron.


Sembari membaca berita di platform digital Aaron menyeruput kopi yang telah disediakan istrinya. Sementara Callysta masih sibuk menyiapkan nasi goreng omlet di dapur. Sarapan yang simpel dan cepat baginya.


Aaron tidak pilih-pilih soal makanan jika itu Callysta yang membuat. Apa yang tersaji di meja ia santap dengan senang hati. Tidak banyak komentar, jika rasanya kurang sesuai di lidahnya. Ia hanya mengernyitkan dahi dan menyuruh Callysta untuk mencicipi masakannya. Sembari berkata jujur "Agak asin sayang."


Sikap Aaron yang apa adanya itu diterima dengan baik oleh Callysta. Ia tidak mempermasalahkan kritikan dari Aaron jika penyampaiannya lembut nan sopan.

__ADS_1


Keduanya berangkat bekerja bersama, Bara asisten Aaron sekaligus menjadi sopir. Ditemani oleh Dinda yang juga asisten pribadi Callysta. Terlebih dahulu mengantarkan Callysta sampai dinkantornya, lanjut ke kantor Aaron. Sesekali Callysta berangkat terpisah, hanya berdua dengan Dinda saja. Bahkan tidak jarang, jika tidak begitu padat kegiatan Callysta memilih berdiam diri untuk memasak makanan kesukaan Aaron. Menyambut kedatangan Aaron pulang.


Awal pernikahan memang moment paling romantis bagi sepasang suami istri. Nyaris tidak ada kepahitan yang terjadi, kecuali masalah yang tengah mereka hadapi dari pihak luar.


***


Dari pihak kepolisan menelpon Callysta, hari ini dilanjutkan jadwal pemeriksaan. Jika memang seluruh bukti menyatakan Felix sebagai tersangka, maka akan dilakukan sidang dalam waktu kurang dari satu bulan ke depan.


Callysta dan pak Leo sebagai pihak penggugat diminta untuk selalu menghadiri sidang itu. Baik Callysta maupun pak Leo menyewa masing-masing pengacara.


"Halo, dengan bu Callysta? Kami dari pihak kepolisian. Mohon ibu hadir hari ini, untuk mengetahui hasil putusan dari kepolisian tentang tergugat ya bu."


Setelah meminta izin Aaron, Callysta menuju kantor polisi bersama Dinda. Ternyata disana sudah ada pak Leo dan pengacaranya yang tengah menunggu proses putusan penyidikan usai.


Tak lama berselang, seorang perempuan dengan wajah yang cemas tergesa-gesa datang. Menoleh ke kanan dan ke kiri seolah-olah mencari sesuatu. Perempuan berambut sebahu itu, Tara. Ya, ia mencari Felix dengan wajah penuh cemasnya. Dari kejauhan Callysta hanya melihatnya saja, tidak ada niatan untuk menghampiri.


Raut wajahnya yang sedih dan khawatir menunggu putusan dari penyidikan. Ia tampak berusaha menenangkan diri, melihat Felix yang dicecar pertanyaan oleh polisi membuatnya iba.


Seorang polisi menghampiri Callysta yang tengah duduk bersebelahan dengan pak Leo. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil putusan dan bukti-bukti yang diterima Felix harus ditahan sampai waktu sidang datang. Ia terbukti sebagai pelaku utama yang mencampurkan merkuri di kosmetik produksi LYS.


Callysta lega mendengar ucapan dari pihak kepolisiam. Begitu juga dengan pak Leo yang terlihat lega, namun wajahnya tetap datar tanpa ekspresi. Namun, di sebrang sana ada seorang wanita yang menangis tersedu-sedu. Melihat kedua tangan Felix yang diborgol, dua polisi mengajaknya untuk masuk ke ruang tahanan.

__ADS_1


Sesekali Tara menahan, meminta waktu pada pihak kepolisian untuk berbicara dengan Felix. Wajah Felix tertunduk, lusuh. Lebih dari sehari ia berada di kantor polisi masih mengenakan baju yang sama. Sudah semalam ia ditahan, kali ini ia tidak tau akan sampai kapan ia mendekam di ruang tahanan.


***


"Emang dia pantas ada disitu! Walaupun begitu kita harus tetap waspada aja, sidang putusan belum berakhir. Entah berapa tahun ia akan mendekam di penjara." ucap Aaron setelah mendengar cerita dari Callysta tentang yang terjadi di kepolisian hari ini.


"Iya sayang. Aku bersyukur, setidaknya ini putusan yang terbaik saat ini buat berbagai pihak." jawab Callysta sembari menuangkan air putih pada gelas yang ada di sebelah kanan Aaron.


Di depannya sudah tersaji berbagai masakan dan lauk kesukaan Aaron. Kali inj menu makan malam mereka bukan masakan Callysta, ia pesan secara online melalui aplikasi. Mashed potato dengan steak daging sapi pilihan Aaron untuk menu makan malam hari ini. Sementara Callysta memilih makanan khas Indonesia, sate lilit bali, bebek peking dan cah kangkung.


Callysta lahap menyantap makan malam, hampir semua lauk ia habiskan. Bahkan dua kali ia menambah nasi. Barangkali karena ia kelelahan dan membutuhkan banyak tenaga akhir-akhir ini. Makanya selera makannya meningkat.


"Seneng banget liat kamu makan selahap ini. Kayanya selama bareng sama kamu, baru kali ini aku liat kamu makan lahap gini, nyenengin deh diliatnya." ucap Aaron sembari tersenyum melihat wajah Callysta yang kenyang setelah menyantap habis makanannya.


"Kamu ngledek nih? Aku laper banget tau, mungkin efek akhir-akhir ini banyak kegiatan kali ya."


"Enggak sayang, aku malah seneng kalau kamu makannya lahap gini.


Aaron terkesima melihat Callysta yang lahap makan, ia jadi teringat Callysta kecil yang selalu lahap makan saat ada pertemuan keluarga. Kini sosok kecil itu akhirnya muncul pada Callysta dewasa. Senyum merekah di wajah Aaron.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2