Pembalasan Elegan Istri Dari Korea

Pembalasan Elegan Istri Dari Korea
Angin Hangat Korea


__ADS_3

Callysta dan Jonathan berada di satu apartemen. Di Korea ada beberapa Apartemen pribadi milik keluarganya. Jadi ketika berkunjung tidak perlu khawatir tentang penginapannya. Kali ini apartemen mereka menginap di apartemen yang pemandangannya tepat menghadap sungai Han di sekitar kawasan Hannam-dong.


Apartemen mewah, ada dua lantai di dalamnya. Terdapat 3 kamar yang berukuran luas. Ruang tamu yang cukup luas dan kitchen set yang lengkap. Dilengkapi dengan barang-barang canggih.


"Hari ini agenda kakak mau rapat sama direktur pemasaran ya. Kamu mau ikut atau stay disini?"


"Kayaknya aku mau stay disini dulu kak."


"Its oke, kalau butuh apa-apa atau pengen jalan keluar kamu bisa minta temenin Aaron. Nanti aku kirim nomer Aaron ya."


"Iya kak Jo, iya. Gih sana berangkat. Adikmu baik-baik aja disini."


"Tuh buka hpnya, nomer Aaron udah aku kirim."


"Thank you."


Callysta ragu-ragu ingin menghubungi Aaron. Dia mengingat masa kecilnya, sejak dulu tubuhnya memang sudah gempal berisi, pipinya chubby, rambutnya lurus dan poni yang menutup alisnya. Saat pertemuan keluarga atau relasi dengan papinya, Callysta kerap menjadi perhatian karena menggemaskan.


Saat itu kira-kira Callysta berusia 5 tahun, sedangkan Aaron seumuran dengan Andrew kakaknya sekitar 10 tahun. Sedangkan Jonathan berusia 14 tahun. Mereka bertiga, Andrew, Aaron dan Jonathan bermain bersama, berlari menendang bola. Sementara Callysta asyik memakan kue melihat dari kejauhan. Saat tiga anak laki-laki itu capek, datang mendekati Callysta yang memang dekat dengan meja hidangan. Jailnya, Aaron malah mengambil kue di piring yang sedang dimakan Callysya.


Sontak merasa kuenya diambil Callysta menangis, Andrew dan Aaron berlari tidak memedulikan tangisan Callysta. Sementara Jonathan menenangkan Callysta dan menasehati Andrew dan Aaron. Kemudian Aaron datang, meminta maaf pada Callysta. Sebagai permintaan maafnya Aaron membawa sebatang coklat. Callysta mengusap sisa air matanya dan menerima coklat pemberian Aaron. Jika teringat masa itu Callysta tersenyum, betapa konyolnya dia waktu itu tidak mau berbagi pada orang lain.


Lamunan Callysta terhenti saat hp nya berdering. Dilihatnya, ternyata dari Jonathan.


"Udah ngehubungi Aaron?"


"Belum kak."


"Yaudah, mau kakak kirimin makan siang?"


"Enggak ah, aku mau nyari makanan sendiri aja."


"Jangan sendiri. Yaudah, biar Aaron yang kesitu. Tunggu sebentar."


"Gak usah kak..."


Tuuuttt...tuutttt...tuutttt


Panggilan dimatikan.


Tidak lama setelah itu, bel rumah berbunyi. Dilihat dari layar kamera ternyata Aaron yang datang.


"Boleh, aku masuk?" tanya Aaron.


Callysta memencet tombol buka pintu. Aaron masuk ke dalam apartemen dengan membawa buah tangan.


"Nih, kamu masih suka coklat gak?" Aaron menyodorkan bingkisan yang dia bawa pada Callysta.


"Makasih, tapi gak usah repot-repot." jawab Callysta


"Enggak repot kok, sekalian jalan kesini aku beli itu tadi. Oh ya, itu dark cocholate. Jadi agak pait, tapi bagus buat kulit kamu."

__ADS_1


"Bukannya coklat bikin.jerawatan ya?" tanya Callysta


"Dark cocholate enggak. Dia coklat asli. Cobain deh. Manisnya enggak to much."


Callysta membuka bungkusan dan mengambil satu batang coklat.


"Emm, iya. Enak, rasanya light agak pait. So far enak, aku suka. Duh, tapi kalo makan ini banyak sama aja bikin gendut."


"No, ini gak bikin gendut. Tenang aja."


Keduanya ngobrol dan berbincang tentang kegiatan Aaron selama korea. Ternyata Aaron sedang melakukan perjlanan bisnis, dia merupakan anak tunggal dari keluarga pak William. PT. Snowwise merupakan salah satu mitra bisnis perusahaan milih pak Jaya.


"Oh, jadi kamu udah seminggu di Korea?" tanya Callysta.


"Iya, ini kunjungan ketiga aku di Korea. Mungkin bakal lama sih. Karena banyak yang harus aku urus."


"Oh gitu. Aku juga sebenernya baru mau merintis usaha. Launching beberapa produk kecantikan. Makanya ikut kak Jo kesini."


"Kalau kamu mau, kita ke Mall liat-liat produk kecantikan."


"Ayok, sekarang aja sekalian nyari makan siang. Tapi aku siap-siap dulu ya."


"Silakan."


***


Menyusuri jalanan di Korea saat siang hari ternyata tidak begitu buruk. Karena udaranya sejuk, saat ini sedang musim gugur. Dedaunan berjatuhan dan bunga-bunga ikut berjatuhan, cuaca panas namun udara terasa sejuk. Gedung-gedung yang tinggi menjulang, orang-orang yang antri di lampu merah untuk menyebrang tampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tidak ada bunyi klakson yang bersautan, lalu lintas sangat tertib.


Akhirnya dia membeli berbagai macam produk dari berbagai macam merk mulai dari lipstik, sunscreen, mouisturizer, masker wajah, cushion dan masih banyak lagi yang lainnya. Dia kegirangan, karena produk-produk yang dibelinya banyak sekali macamnya.


"Thanks ya Aaron. Udah anter aku kesini. By the way, kamu udah paham ya rekomendasi tempat-tempat di Korea gini." tanya Callysta penasaran.


"Karena relasi juga sih. Aku tiap tahun ke Korea, mungkin bisa 5 atau bahkan 10x. Itu untuk urusan bisnis semua ya. Kamu juga tau, perusahan Papa kita bergerak di bidang yang sama. Bedanya, kalo perusahaan Papa ku memang paling tinggi ekspor produknya ke Korea. Makanya relasi kita di sini harus di perkuat."


"Oh gitu, iya bener banget sih."


"Kamu mau makan siang apa nih?"


"Apa aja deh, rekomendasiin kamu aja."


"Oke, kita makan samgyetang aja. Habis muter-muter gini pasti kamu capek."


"Samgyetang? sejenis ramyeon?" tanya Callysta penasaran.


"Nanti kamu liat sendiri. Pasti suka."


Keduanya keluar dari mall menuju restoran Goryeo Samgyetang. Memasuki restoran sudah tercium aroma sup yang menggugah selera makan. Ketika makanan disajikan, terlihat semangkuk penuh terisi sup dan seekor ayam utuh yang masih panas. Dari aromanya tercium bau jahe yang cukup dominan. Beberapa bumbu pelengkap lainnya seperti lada, garam, cabai bubuk disajikan di wadah yang berbeda. Tidak ketinggalan semangkuk kimci dan acar lobak sebagai pelengkap menu utama. Nasi yang disajikan di mangkuk bulat terlihat sedikit, namun jika diurai porsinya cukup banyak.



"Wah, sebanyak ini?" tanya Callysta.

__ADS_1


"Itu ayam muda, kecil kok. Cobain deh, pasti kamu suka."


"Aku cobain ya."


Slruuupppp......


"Hmmm, cocok dilidah aku. Enak."


"Daginya juga empuk, lembut. Jadi pake sumpit aja udah bisa buat misahin daging sama tulangnya."


Callysta makan dengan lahap. Keduanya bercerita tentang masa kecil mereka masing-masing. Tidak sedikitpun Aaron menyinggung tentang status hubungan Callysta begitupun sebaliknya. Mereka menikmati momen yang ada di Korea.


"Kita jalan kaki aja ke apartemennya, biar kayak orang Korea gitu." pinta Aaron


"Apartemennya udah dekat ya?"


"Tuh sebrang situ aja. Oh iya, setelah riset pribadi, next kamu mau ngapain lagi nih buat produkmu?" tanya Aaron.


"Aku mau berkunjung ke pabrik kosmetik Innisfree, maunya sih gitu. Tapi sayangnya perusahaan kita gak jalin kerjasama."


"Innisfree? Kebetulan banget tuh, perusahaanku punya relasi kesitu. Nanti biar aku aturin jadwalnya gimana?"


"Serius?" tanya Callysta dengan wajah yang berbinar-binar.


"Tentu. Tapi gak gratis dong?" Aaron menggoda.


"Kamu mau aku bayar berapa? Sini kirim no rekeningnya."


"No. Kamu cukup traktir aku beliin tuh bungeoppang sama kopi." Aaron menunjuk kedai yang ada di pinggir jalan.


"Hah roti ikan? Cuma itu aja? Tapi gak ada kopinya tuh." Callysta terkejut dengan permintaan Aaron.


"Harus ada kopinya dong."


"Duh, kemana nih aku nyarinya? Nanti aku beliin deh pasti."


"Beneran ya? Kopi yang terkenal di Korea."


"Siap deh. Kayak di kasih tugas nih aku ya, apa tuh kopi yang terkenal disini.?"


"Cari tau sendiri dong. Wkwk" Aaron menggoda Callysta.


"Oke, baik. Pak Aaron Wlilliam, besok kutraktir kopi yang paling terkenal di Korea ya."


"Hahahaha......"



Dua bungkus bungeoppang panas, menemani perjalanan mereka menuju apartemen Callysta. Begitu banyak yang mereka berdua bicarakan. Hati Callysta terasa hangat, meskipun di Korea akan datang musim dingin. Akankah, hati Callysta terus hangat hingga musim dingin datang? Entahlah, setidaknya saat ini menyibukkan diri dengan bekerja membuat Callysta terasa bersemangat.


*************

__ADS_1


__ADS_2