Pembalasan Elegan Istri Dari Korea

Pembalasan Elegan Istri Dari Korea
Benih Rasa


__ADS_3

Bandara pagi ini terasa hangat, sinar matahari samar-samar menyilaukan. Seorang laki-laki memakai setelan hitam, berdada bidang, bersepatu kulit berwarna hitam. Jam tangan bermerk Richard Mille terpakai ditangannya. Langkahnya jenjang, seseorang mengikuti di belakangnya dan membawakannya sebuah koper dan tas besar diatasnya.


Terlihat dia mengirim pesan pada seseorang. Ada senyum tipis di sudut wajahnya. Sesekali dia melihat jarum jam ditangannya. Sesekali ada seseorang yang menelponnya kemudian dia mengangkatnya.


"Makasih Pak. Biar disitu aja kopernya." pinta Aaron pada asistennya


"Baik Pak." jawab asisten Aaron.


Pagi ini, pesawat menuju Singapore akan segera take off. Aaron menyempatkan untuk mengirim pesan pada Callysta. Memastikan dia baik-baik saja. Karena kali ini Aaron akan cukup lama berada di Singapore.


Ada rasa khawatir saat Aaron jauh dari Callysta. Karena terakhir kali Callysta ada masalah yang harus dia atasi sendiri. Laki-laki itu memang menaruh perhatian pada Callysta semenjak kedekatan mereka di Korea. Kedekatan yang dirasakan Aaron terasa bahwa dia harus selalu ada untuk Callysta. Apalagi untuk saat-saat sulitnya. Saat sedih pun rasanya Aaron harus menghibur Callysta.


Aaron: Kamu udah tidur?


Callysta: Belum


Aaron: Lagi ngapain emangnya?


Callysta: Ngemasin barang, aku mau pindahan.


Aaron: Aku telpon ya.


Callysta: Ya


"Halo Ta, kamu baik-baik aja kan?" tanya Aaron khawatir.


"Iya, aku baik-baik aja. Kenapa tanya gitu?"


"Mendadak banget kamu mau pindah?"


"Biar deket aja sama kantor, jadi lebih bisa mantau keadaan kantor kan."


"Iya juga sih. Trus udah dapet rumahnya?"


"Udah Ron, kemarin aku nyari sama Dinda. Tinggal pindahan aja besok."


"Syukurlah."


"Sementara Dinda ikut nemenin aku di rumah. Biar gampang juga kan atur jadwalnya. Kamu gak tidur?"


"Ini bentar lagi. Besok jadwaku agak siang. Gih, kamu tidur Ta."

__ADS_1


"Oke Ron. Bye ya. Jaga kesehatan disana, makan jangan telat. Ngopinya jangan banyak-banyak."


"Iya, siap bu owner. Hehe"


"Ih, kamu…."


Senyum merekah diantara mereka berdua. Meskipun terbentang jarak pulau dan samudra. Aaron membayangkan wajah Callysta yang tersenyum, sembari memejamkan matanya untuk tidur.


***


Bara, asisten Aaron tergesa menemuinya. Saat Aaron selesai meeting dengan clientnya.


"Pak, ini lihat." senbari menunjukkan handphone nya.


Tertulis jelas headline berita:


OWNER LYS DIPANGGIL BPOM, BENARKAH SALAH SATU PRODUKNYA BERMERKURI?


Aaron terperanjat melihat berita. 


"Atur ulang jadwal saya Bar, kita kembali ke Indonesia besok."


"Baik Pak."


"Siap Pak."


Aaron langsung menghubungi Jonathan menanyakan bagaimana perkembangan berita tentang Callysta yang beredar. Jonathan pun kaget, karena dia tidak menyangka akan ada pemberitaan seperti itu. Dia hanya memberitahukan bahwa besok Callysta akan datang menghadiri panggilan BPOM.


Semua jadwal Aaron di rescedule ulang, yang seharusnya dia pulang selminggu lagi mendengar pemberitaan tentang Callysta tanpa pikir panjang dia langsung kembali ke Indonesia. Tanpa sepengetahuan Callysta, Aaron kembali ke Indonesia.


***


Aaron terbang menggunakan maskapai paling pagi, agar sampai di Indonesia tepat sebelum Callysta datang menghadiri panggilan. Setelah pesawat landing di bandara Soekarno Hatta, Aaron menuju ke BPOM. Sesuai yang dikatakan oleh Jonathan, hari ini jadwal Callysta ke BPOM pukul 10.00 pagi.


Sementara Aaron tiba di Bandara pukul 09.00, waktu akan cukup jika dia langsung menuju kantor BPOM.


Di kantor BPOM terlihat Callysta bersama Dinda, wajahnya terlihat sangat tegang. Beberapa berkas dan produk pendukung dia bawa sebagai bukti. Segalanya dia persiapkan untuk menangkis bahwa produknya mengandung merkuri.


"Begini Ibu, bahwa ada temuan di produk LYS body serum whitening. Setelah kami uji lab, memang benar adanya mengandung merkuri 0,75%. Tentu ibu sudah mengetahui produk yang mengandung merkuri harus ditarik dari pasaran karena sangat berbahaya." seorang pegawai dengan berseragam jas putih memakai sarung tangan menjelaskan dan menunjukkan produk yang diduga mengandung merkuri.


"Mohon maaf bu. Namun, dari awal kami produksi tidak ada yang mengandung merkuri. Ini data ingredient produknya. Dan ini produk yang dari awal kami produksi. Apabila berkenan ibu dan rekan bisa menguji yang ini juga. Bisa ibu lihat, ini expirednya lebih cepat dibandingkan produk yang sudah ibu uji. Itu artinya, produk yang saya bawa ini lebih dulu diproduksi." Callysta memaparkan bukti-buktinya.

__ADS_1


"Baik ibu, kami terima produknya. Mohon tunggu sebentar akan kami uji lagi."


Callysta berdebar-debar menunggu hasil uji produk yang barusan dia bawa. Dari kejauhan terlihat, Aaron datang memasuki ruangan. Callysta yang tengah fokus menunggu hasil lab, sampai tidak sadar ada Aaron yang datang menemuinya.


"Bu, ada pak Aaron datang." Dinda menunjukkan pada Callysta.


"Ah, ngaco kamu. Aaron masih di Singapore. Salah lihat kali." Callysta tidak percaya.


"Iya, bu. Beneran pak Aaron itu." Dinda tersenyum ke arah Aaron.


Diikuti Callysta melirik ke arah datangnya Aaron. Sesekali Callysta mengedip-ngedipkan matanya, tanda tidak percaya bahwa benar Aaron yang datang.


"Hi, gimana? Kamu baik-baik aja Ta?" tanya Aaron sembari menyapa Callysta.


"Kamu ngapain disini? Bukannya masih di Singapore kan?" Callysta tidak percaya di depannya sudah berdiri Aaron.


"Aku mau temenin kamu. Boleh kan?"


"Boleh kok. Kamu tuh ya, bikin kaget aja tiba-tiba udah disini."


"Tapi kamu seneng kan aku datang?" tanya Aaron memastikan.


"Aku ngerasa lebih tenang kalo ada kamu. Berasa bakal baik-baik aja gitu."


"Good. Memang harus begitu. Btw, ini udah sampai mana?"


"Masih nunggu hasil lab Ron. Semoga ada titik terang."


"Everything gonna be oke." Aaron mengelus punggung Callysta mencoba menenangkannya.


Hasil yang ditunggu pun akhirnya selesai. Petugas mengumumkan bahwa ada ketidak sesuaian antara produk yang dia temukan debgan produk yang dibawa oleh Callysta. Oleh karena itu, produk body serum whitening yang diduga bermerkuri masih ditangguhkan. Artinya, tidak ditarik dari pasaran namun untuk sementa proses produksi dihentikan. Karena temuan merkuri ada pada produk terbaru.


Disatu sisi Callysta merasa lega karena produknya tidak ditarik dari pasaran. Namun, disisi lain penghentian produksi membuat kerugian bagi perusahaannya.


"Kamu tenang aja, kita cari ketidaksesuaian ini asalnya dari mana. Pasti ada titik terang." Aaron berusaha menenangkan Callysta.


"Untuk kerugian, kamu gak usah terlalu mikirin itu. Namanya berbisnis pasti ada pasang surut. Adakalanya rugi ada kalanya untung. Itu hal yang biasa terjadi." sambung Aaron.


"Thank you Ron. Ya, kali ini harus ketemu siapa yang udah bikin seperti ini. Kalopun itu karyawanku atau dari pihak manapun bakal aku adili. Bukan masalah kerugian, tapi berita udah terlanjur up ke media." Callysta penuh dengan emosi.


"Cepat atau lambat pasti akan ketemu. Ini cuma masalah waktu aja."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2