
Keesokkan harinya, jam pertama pelajaran di isi oleh pak Adit yang tidak lain juga wali kelas mereka. Pak Adit sangat disukai oleh siswa di kelasnya karna dia adalah guru yang rela melakukan apa saja untuk melindungi anak-anak muridnya.
Hari ini pak Adit membawa seorang siswi baru pindahan dari daerah Landak. Pak Adit menyuruhnya menunggu di depan pintu dulu karna pak Adit akan memberi salam dulu.
"Pagi anak-anak, bagaimana kabar kalian hari ini?" ucap Pak Adit
"Pagi pak, Baik." ucap seluruh siswa dikelas tersebut.
"Hari ini kita kedatangan siswa baru, silakan masuk." ucap Pak Adit dan mempersilakan siswi baru tadi masuk.
Siswi baru itu terus berjalan menuju ke samping pak Adit, semua siswa menyorakinya. Dia pun memperkenalkan diri.
"Pagi semua. Nama saya Titha, pindahan dari sekolah star high school di kabupaten Landak. Saya pindah karna mengikuti ayah saya yang dipindah tugaskan. Saya harap kita bisa berteman dengan baik" ucap Titha seraya melihat se isi kelas yang hingga akhirnya menemukan sesosok orang yang sngat tidak asing baginya.
Loly yang melihat kehadiran Titha kaget dan menatapnya dengan tatap tidak suka namun dia tetap harus tenang karna disini identitas dia bukan Lulu tapi Loly.
"Baiklah, Titha silakan duduk di bangku kosong itu ya." ucap pak Adit menunjuk sebuah bangku no 2 dari depan barisan kedua dari kiri.
"Baik pak, Terimakasih" ucap Titha lalu berjalan sambil memperhatikan Loly dengan senyumam liciknya.
Pak Adit pun melanjutkan pelajarannya, hingga jam istirahat pun tiba. Loly, Dita, Filla dan dua teman dekatnya pun keluar ke kantin untuk bersantai. Saat sedang bercanda, tiba-tiba Titha dan meminta izin untuk duduk bersama dengan mereka, mereka pun mengijinkannya.
__ADS_1
"Kami baru saja pergi berlibur ke kab.Landak" ucap Filla membuks pembicaraan ke Titha.
"Iya" ucap Filla.
Loly yang duduk disamping Titha sesekali menatap Titha dengan tatapan tidak suka.
"Apa kau asli disana?" ucap salah satu teman Loly.
"Iya, dan ayah saya dipindahkan tugas disini" ucap Titha sambim tersenyum.
Tiba-tiba Raga muncul dengan membawa sebuah kotak yang berisi cemilan yang diberikan dari para adik kelas penggemar Raga dan Raga pun memberinya kepada Loly dan langsung pergi.
"Hei Raga, apa kau mau pergi berlatih?" Tanya Dita sedikit berteriak. Raga hanya membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum.
"Bukankah dia pelari yang terkenal itu?" Tanya Titha.
"Iya kau benar" jawab Dita sambil memakan cemilan didepannya.
"Seperti kau sangat dekat dengannya" ucap Titha ke Loly. Loly hanya menatapnya tajam.
"Siapa? Loly? Dia sangat dekat, dia sudah bersahabat sejak kecil." ucap Dita memberitahukan dan tetap sambil masih mengunyah cemilan didepannya.
__ADS_1
"Aku mau ketoilet dulu" ucap Loly lalu berlalu pergi.
Titha yang melihat kepergiaan Loly lalu menyusulnya.
***
Ditoilet, Loly sedang merapikan baju dan mencuci tangannya. Tiba-tiba Titha datang namun Loly tidak menghiraukannya.
"Apa kau tak mengingatku?" tanya Titha.
"Aku tidak mengingatmu" jawab Loly singkat.
"Di Rumah sakit hari itu, saya berbuat salah kepadamu" ucap Titha mengingatkan saat kejadian dirumah sakit.
"Oh rupanya itu kau" ucap Loly menatap benci Titha.
"Waktu itu aku salah, aku punya seorang teman yang tidak baik, aku kira itu kau" ucap Titha.
"Teman? Kau bersikap seperti itu apa bukankau yang tidak baik?" ucap Loly membuat Titha terdiam.
"Ah, aku ada alasan berbuat seperti itu, aku minta maaf, mulai sekarang marilah kita berbaik kan" ucap Titha sambil memegang tangan Loly. Mendengar itu Loly hanya menatapnya tajam dan melepaskan tangannya dari tangan Titha lalu beranjak pergi meninggalkan Titha.
__ADS_1
Titha hanya terperanjat melihat sikap Loly kepadanya.