
Alex masih terlihat bingung dengan suasana di kediaman orang tua nya walaupun suasana di tempat itu sangat harmonis namun dirinya masih bingung karena belum ada yang menjawab tentang nama yang ada di undangan pernikahan itu.
melihat kebingungan Alex Ara merasa bersalah
"kak Alex…Ara minta maaf atas perubahan nama di kartu undangan itu, benar semua itu adalah perbuatan Ara"
"semua itu Ara lakukan karena ingin melihat kak tari bahagia"
"kenapa kamu begitu yakin kalau kakak kamu akan bahagia bila menikah dengan saya"ucap Alex
"karena Ara tau kalau kak Alex sangat mencintai kak tari, jauh sebelum Kak Alex kenal pada Ara
"apa kamu seorang peramal, jadi kamu bisa tau isi hati dan pikiran orang lain"ucap Alex
__ADS_1
"Ara bukan peramal, tapi Ara itu punya mata yang jelih untuk melihat, setiap gerak gerik kak Alex"
"sekali lagi Ara minta maaf kepada kakak dan juga mommy dan Deddy, karena Ara telah bertindak sendiri tanpa harus bertanya,bukan niat Ara untuk mempermainkan hati dan juga perasaan mom dan dad,karena suatu pernikahan itu tidak akan bahagia bila tidak saling mencintai yang satu dengan yang lain"ucap Ara dengan penuh keyakinan
"Ara minta tolong kepada kak Alex jangan pernah membuat kak tari menangis, Ara akan menghukum kak Alex bila hal itu terjadi"ancam Ara
Alex hanya tersenyum mendengar ucapan Ara, lalu Alex Duduk di sebelah tari hendak memeluk tari namun di cegah oleh Adam
"sabar dulu bro,mau nyosor aja"ucap Adam
"bukan sirik bro,tapi lihat dulu di sekitar kamu ada orang tua dan ada kami yang lagi jomblo, jangan sembarang nyosor aja"gerutu Adam
"sebenarnya kamu aja yang bergerak lambat seperti siput, sudah jelas jelas disamping kamu itu ada cewek cantik kenapa tidak kamu sikat aja"ucap Alex
__ADS_1
Adam hanya cengar cengir mendengar ucapan Alex serta menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dilihat nya diri Ara yang hanya duduk cuek di sebelah Adam seolah olah tidak mendengar ucapan Alex
"selamat ya sayang,keinginan mu telah terjadi , semoga kalian bahagia dan tetap bersama hingga maut menjemput"ucap Marta
"terima kasih ya mom, untuk doa nya"jawab Alex
kebahagiaan terlihat jelas di mata Alex,di peluk nya tubuh tari dengan eratnya,seakan tak ingin jauh dari sisinya
tari merasa bahagia karena orang yang ada di sekitar nya selalu sayang kepada dirinya dan mendukung setiap Apa yang dirinya lakukan, dari awal perjuangan nya untuk membalas dendam dan merebut kembali perusahaan miliknya semua itu mendapat dukungan
tari berpikir memang sudah saatnya dirinya berhenti, karena apa yang dirinya inginkan telah tercapai,balas dendam yang dirinya rencana kan sejak kecil telah terbayar, merebut harta miliknya juga telah berhasil begitu juga dengan mengobati Ara dari trauma atas meninggalnya orang tua juga telah berhasil sekarang saatnya untuk membahagiakan dirinya sendiri dan saat nya menikmati hidup
disaat Tari sibuk dengan pikirannya, Ara dan yang lainnya disibukan dengan menentukan tanggal pernikahan tari dan Alex.
__ADS_1
Ara juga telah menentukan lokasi untuk melakukan foto prewedding dan juga sudah menentukan tanggal nya jadi rencana pernikahan Alex dan Tari kini telah rampung tinggal pelaksanaan nya saja