
Ara sangat senang karena bisa dekat dengan mommy nya Alex, secara Marta sangat baik dan ramah, Ara banyak bercerita dengan nya sehingga lupa waktu
"tante…Ara pulang dulu ya, sekarang sudah sangat larut malam"menyudahi obrolan mereka
"oh…sebaiknya bermalam di sini aja nak"tawar Marta
"gak perlu Tante lagian supir Ara udah datang untuk menjemput ara"tolak Ara dengan lembut
"Alex seharusnya kamu yang antara Ara pulang, karena tadi Ara datang bersama mu"ujar James
"gak apa apa Om,kak Alex lagi capek mungkin"ujarnya walaupun sebenarnya Ara sangat kecewa namun Ara berusaha sekuat mungkin
"Ara gak bisa pulang sama sopir kan"ujar Alex
Ara tersenyum dan mengangguk seraya berpamitan kepada orang tua Alex
Alex tidak beranjak dari sofa, tangan nya sibuk menghubungi no tari tetap tidak ada balasan, rasanya Alex sangat marah seraya melepar ponselnya keatas meja
__ADS_1
"kamu dari mana, kenapa baru pulang ,terus ponsel kamu kenapa tidak bisa di hubungi"Alex mencecar tari dengan banyak pertanyaan
"kak Amel ada kerja yang mendadak dan tidak bisa aku tinggal kan,ponsel aku habis batrenya makanya gak bisa di hubungi"bohong Tari
"kamu punya asisten,punya orang kepercayaan itu buat apa kalau semua hal kamu harus tangani sendiri"ujar Alex dengan suara lantang karena menahan amarahnya sedari tadi
"kakak kenapa kelihatan nya sangat marah"ucap tari dengan ketus seraya menuju kamar nya
"kamu tanya kenapa,aku sudah nungguin kamu dari tadi dan berusaha menghubungi kamu Serta asisten kamu yang bodoh itu tapi tidak ada jawaban satupun"ujar nya dengan kesal
"ada hal apa sehingga kakak menunggu Amel"
"ya Tuhan hanya karena perkara itu kakak semara ini pada Amel"
"kak lain kali kita bisa buat janji makan bersama dan disitu bisa kakak mengenal kan dia sama Amel jadi gak perlu marah marah "ujar tari
"iya seharusnya kamu beritahu kakak kalau kamu tidak bisa bergabung tadi"
__ADS_1
"ponsel Amel kehabisan baterai kak"
"sebaik nya kakak istirahat, Amel mau mandi terus istirahat Amel capek"
"kamu ngusir kakak"ujar Alex berjalan mendekati Amel,melihat hal itu Amel menjadi takut dan mundur menjau dari Alex sehingga Ara jatuh di atas ranjan
wajah Alex dan tari sangat dekat, Alex ******* bibir tari dengan kasar, Tari berusaha menghindari nya namun Alex menahan tari sehingga ia tidak bisa bergerak
sekilas tari menikmati ciuman itu namun ia teringat pada Ara yang membuat tari berontak sekuat tenaga
"kak Alex kenapa selalu melakukan ini padaku, sekarang Amel minta tolong keluar dari kamar ku"ujar tari dengan sedih
"Amel maafkan kakak"memeluk tari dengan erat, Alex tidak tahu kenapa ia bisa berubah seperti tadi menyerang tari tiba tiba
"Mel jangan marah sama kakak ya, kakak mohon Amel boleh hukum kakak sekarang Tapi Amel jangan marah ya, Amel boleh pukul dan tendang kakak sekara"rayu Alex pada tari
"ok…Amel maafkan kakak tapi ada syaratnya"
__ADS_1
"baik lah,asal kamu tidak marah sama kakak"
"Amel harap kakak jangan lakukan itu lagi sama Amel, bukanlah kakak sudah punya pacar seharusnya kakak melakukan itu dengan dia bukan Amel"Alex hanya tersenyum dan mengangguk