
tari berjalan dengan gontai memasuki lorong menuju apartemen nya tubuhnya terasa lelah karena semalaman tidak istirahat.
"Bu…apa Ara sudah berangkat kerja?"tanya tari pada ibu angkatnya
"sudah non"menatap heran tari
"aku masuk dulu Bu mau istirahat"
"bibi buat kan sarapan ya nona"
"gak usah Bu ,tari mau istirahat aja dulu,tari lelah sekali"seraya berjalan menuju kamarnya.
***
Ara memeriksa grafik penjualan pada butiknya,ternya melaju dengan pesat ,dirinya sangat puas dengan kerja keras timnya
dret…, dret…,dret…
"hallo…"dengan suara lembut Ara menyapa orang yang menghubungi hp nya.
"hallo… Ara sebentar lagi aku tiba di butik kamu kita makan siang bersama ya"Ara tersenyum mendengar suara pria yang menghubunginya
kerja sama antara Ara dan Alex ternyata berjalan dengan baik dan juga hubungan Alex dan Ara semakin dekat
Ara sangat mencintai Alex dan sekarang mereka menjadi sepasang kekasih.
__ADS_1
"hai…sayang"Ara menyambut kedatangan Alex dengan bahagia.
"sebaik nya kita langsung aja ya,aku udah lapar sekali"ujar Alex seraya menjalankan mobilnya menuju restoran xx
"kelihatannya kamu sangat murung,ada apa?"tanya Ara
"aku sangat kuatir dengan saudara ku ,sudah dua hari tidak pulang dan tidak ada kabar"ujar Alex
"apa kamu sudah menghubunginya"
"sudah, bahkan sekretaris nya juga sudah aku hubungi namun hp nya tidak aktif"
Ara sangat penasaran dengan saudara Alex yang selalu saja iya ceritakan padanya setiap kali mereka bertemu.
kadang Ara cemburu karena Alex selalu saja menceritakan tentang saudaranya sementara Alex tidak pernah memuji dan menyatakan cinta pada nya walau pun kini dirinya telah menjadi kekasihnya
"sebaiknya kamu tenang dulu mungkin dia ada kerja di luar kota "menenangkan Alex
"hai…Lex,hai …Ara,"Alex mencari sumber datang nya suara tersebut.
"hai…dam,mari gabung dengan kita"ujar Ara
"ada apa dengan mu Lex,wajah mu seperti kertas kusut"cemooh Adam seraya memakan makanan yang ada di piring Alex.
"Amel…"
__ADS_1
"Amel lagi,ada apa lagi dengan nya,apa wanita itu tidak memberi mu kabar"ujar Adam di menyela ucapan Alex
"ayo lah Lex, kamu terlalu kuatir padanya,aku bisa jamin kalau dia itu baik baik saja"ujar Adam
Adam menghubungi seseorang dari hpnya
"monik di mana Amel"ujar Adam
"nona Amel di hotel tuan!"
"kenapa dua hari ini kalian tidak memberi kabar dan kalian juga tidak dapat di hubungi"Alex merebut hp Adam dan menumpahkan amarahnya pada Monik
"maaf tuan,dalam dua hari ini nona Amel sangat sibuk jadi tidak sempat memberi kabar"ujar Monik
"apa kamu sudah puas, sebaiknya kita makan saya udah sangat lapar"cemooh Adam
wajah Alex kembali ceria saat mengetahui kabar tentang tari dan wajah itu penuh senyuman
Adam dan Ara hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"sebegitu berartinya kah Amel bagi mu,dua hari saja diri mu tidak mendapat kabar darinya kamu sudah sangat kacau."monolog Adam dalam hatinya.
Alex tidak sadar bila dirinya menjadi pusat perhatian Adam dan Ara,terutama Ara yang memiliki banyak pertanyaan dalam benaknya.
Ara merasa makan siang kali ini sangat membosankan karena.
__ADS_1