
Marta merasa heran melihat tingkah anak nya, Ia mengikuti Alex dari belakang dengan penuh tanda tanya
"Lex…ada apa dengan mu, kenapa kamu kalihata nya begitu marah pada mommy"James yang melihat kejadian itu juga merasa heran
"Alex…Daddy minta kamu berhenti, "James memerintahkan putranya untuk berhenti
"kalau ada masalah sebaiknya kita bicarakan jangan di hindari, sekarang kata kan ada apa ini"
"Daddy tanya ada apa ? ucap Alex dengan wajah marah
"kenapa Deddy dan mommy ijinkan Amel pergi dari rumah, Deddy dan mommy tau kan kalau Alex sayang sama Amel"ucap Alex dengan suara lantang
"Lex…Amel juga harus memikirkan masa depan nya, tidak mungkin dia akan selalu bergantung pada kita terus"James menerangkan pada anak nya
"apa kamu mau lihat Amel itu hidup sendiri terus dan di sibukkan oleh perusahaan kita"ujar nya lagi
__ADS_1
"Amel tidak akan pernah sendirian karena dia memiliki kita sebagai keluarga nya"ucap Alex
"kamu tidak boleh egois Lex,apa kamu pikir Daddy dan mommy itu bisa hidup seribu tahun lagi dan apa kamu tidak akan membina sebuah rumah tangga"
"kalau semua itu terjadi bagaimana dengan Amel, Daddy dan mommy juga sayang sama Amel dan tidak rela kalau Amel itu jauh dari kita, tapi kita harus bisa menghargai keputusan nya sendiri?"tanya James
Marta hanya diam saja melihat James memberikan penjelasan kepada putranya, sementara Alex menundukkan kepalanya untuk mencerna setiap ucapan Daddy nya
"lex…apa kamu mencintai Amel?"tanya Marta
Alex tidak menjawab dia hanya diam saja
Alex diam tidak tau mau bicara apa lagi ia berpikir apa yang dikatakan oleh orangtuanya itu ada benarnya juga
"Lex…apa kamu mencintai Ara?"tanya Marta lagi
__ADS_1
"Alex tidak tau mom, awal nya Alex hanya ingin bersama dia karena mereka memiliki wajah yang sama dan Alex bisa membuat Ara pengantin Amel saat Amel sibuk "begitu jelas Alex
"Lex…kamu tidak boleh egois, kedua gadis itu adalah wanita baik baik, jangan buat mereka sedih"
"mommy, Deddy, maafkan Alex"ujar Alex
"kamu tidak perlu minta maaf kepada mom dan dad cukup kamu lakukan yang terbaik dan benar jangan sampai kamu nanti menyesal"ujar Marta lagi
"baik mom"
Alex kembali menuju kamar tari yang sudah kosong, Ia menatap setiap sudut ruangan itu yang tersimpan banyak kenangan Antara dirinya dengan Tari
di elus nya ranjang yang selalu Ia dan tari gunakan,ada rasa rindu di hati nya di mana Ia dapat memeluk tubuh mungil tari yang selalu di sebut sebagai adiknya
"apakah benar kalau aku cinta padamu Mel, kakak bingung, aku hanya takut bila rasa ini hanya sayang sebatas kakak dan adik"monolog Alex
__ADS_1
"tapi di sisi lain kakak juga takut kehilangan kamu, kakak mau kamu selalu ada di dekat kakak"Alex membuang nafas nya dengan berat ia bingung membedakan antara cinta dan sayang
"sekarang kamu ada di mana Mel,kamu tega sama kakak sampai pergi pun tidak ijin sama kakak"lirih nya sedih