
undangan yang di cetak oleh Ara telah di sebarkan kepada rekan kerja Alex dan tari, rekan kerja lokal maupun luar negeri, undangan itu juga tertera di media massa dan majalah bisnis
setiap orang yang membaca majalah itu merasa bangga karena kedua calon mempelai itu pembisnis mudah yang lagi naik daun,bila mereka bergabung tidak akan ada yang dapat menyaingi bisnis mereka
berbagai komentar membanjiri media massa,ada komentar yang mendukung mereka ada juga yang tidak menginginkan mereka untuk bersatu, mereka melakukan itu karena memiliki alasan tersendiri
kabar itu juga telah sampai kepada keluarga James dan tari
dret…dret…suara ponsel tari yang bergetar
"selamat ya tari, kalian adalah pasangan yang sangat cocok"ujar salah seorang rekan kerja tari
"maksudnya apa ya, Aku gak paham"tari merasa heran atas ucapan selamat yang di berikan rekan bisnis nya itu
"apa sih yang harus kamu sembunyikan, undangan pernikahan kamu' itu sudah tersebar kemana-mana dan sekarang menjadi top terending di media massa"
"pernikahan Aku…? jangan mengada ada deh,mungkin yang kamu maksud itu undangan pernikahan adik kembaran aku"ujar Tari
__ADS_1
"Aku serius,di undangan itu tertera nama kamu dan Alexsander CEO JM grup,"
"kalau kamu tidak percaya cek aja media massa,lagi aneh kamu masa tidak tahu kalau kamu mau menikah"ujar orang tersebut
tanpa memberikan aba aba tari memutuskan sambungan telpon secara sepihak langsung memeriksa media massa,mata tari terbelalak saat membaca nama yang tertera di kartu undangan itu,bahkan banyak komentar yang mengucapkan kata-kata selamat buat dirinya
tari mengucek kucek mata nya ingin memastikan kalau apa yang tertera di undangan itu salah, dirinya ingin memastikan semuanya itu
"ini mata saya yang salah atau kartu undangan ini yang salah"monoblok Tari
"atau memang ada orang yang sengaja melakukan ini untuk menghancurkan hubungan ku dengan Ara, Tapi siapa yang berniat melakukan itu"ucap tari pada dirinya sendiri, tari merasakan pusing dan bingung siapa gerangan yang melakukan ini, dirinya merasa tidak memiliki musuh
"saya mau kamu cari tahu siapa yang membuat undangan ini"tanpa basa-basi tari memerintahkan Monik begitu Monik masuk ke dalam ruangan kerja tari
"baik nona, saya permisi"Monik meninggalkan ruangan itu dan langsung bergerak dengan cepat, Monik meminta anak buahnya untuk langsung mencari informasi itu
sementara Tari yang masih membaca setiap komentar yang masuk akun media sosial nya, ucapan selamat terus saja membanjiri akun sosial nya
__ADS_1
tok…tok…tok
"masuk"perintah tari
"maaf nona saya sudah mendapatkan informasi siapa yang membuat undangan itu"ujar Monik
"siapa orang itu"tampak penasaran
"maaf nona,nona ar…Ara yang membuat nya"Monik merasa gugup
"Monik saya sedang tidak bercanda, kamu tau apa konsekuensinya kalau informasi itu salah"
"maaf nona"Monik menundukkan kepalanya tidak ada keberanian untuk menatap bos nya itu
"Ara apa apaan ini, apa yang ada di pikiran nya"tari merasa kesal melihat sikap Ara
"nona Ara di bantu oleh tuan Adam"
__ADS_1
"apa…mereka sudah gila, melakukan ini tanpa berpikir dulu"tari semakin marah dirinya binggung dengan jalan pikiran Ara yang tiba-tiba berubah