
"emang kita mau kemana kak kelihatannya penting sekali"ujar Ara serta meminum susu yang di atas meja
"sebaiknya kamu cepat habis kan sarapan mu ,kakak tunggu kamu di mobil"tari meninggalkan Ara menuju garasi
tidak lama kemudian Ara masuk ke dalam mobil, tari menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang
"kak…sebenarnya kita mau kemana sih, Ara penasaran deh"""
"nanti juga kamu tau"ujar tari santai
dengan wajah cemberut Ara mengalikan pandangan nya kearah jendela, Ara merasa bete karena tari tidak memberi tau kemana tujuan mereka sebenarnya
dengan tempo satu jam tari dan Ara tiba disebuah makam, melihat hal itu Ara memeluk tari dengan hangat..
"maaf kan Ara ya kak, tadi sempat bete sama kakak"
__ADS_1
"ya udah,ayo turun"ujar tari Sentai
sudah sangat lama tari dan Ara tidak pernah mengunjungi makam kedua orangtuanya, sejak kepergian orang tua nya tari berjanji akan kembali kemakam orang tua nya bila sudah berhasil merebut kembali perusahan dan harta miliki mereka
"pa…ma…tari datang lagi dengan membawa Ara kemari, tari udah penuhi semua janji tari pada Mama dan papa, sekarang Ara udah jadi disainer terkenal dan semua harta milik kita sudah kembali ke tangan tari,jadi mama dan papa tenang di alam sana ya"tari monolog pada diri nya sendiri
Ara duduk memeluk batu nisan orang tua nya,tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipinya, Ara teringat kejadian yang menimpa mereka tiga belas tahun yang lalu we
"mama,papa Ara rindu kalian,ma…terimakasih ya telah memberikan Ara seorang kakak yang baik dan sayang sama Ara, walau pun kalian tidak ada disini Ara tidak pernah kekurangan kasih sayang dari orang tua bahkan kakak tari selalu memberikan yang terbaik buat Ara"dengan deraiyan air mata Ara berbicara pada batu nisan orang tua nya
"kak Ara rindu sama mama dan papa"dengan air mata membasahi pipinya
"kakak juga rindu sama mereka, sebaik nya kita doakan mereka supaya tentang di sana"seraya menghapus hapus bahu Ara untuk memberikan kekuatan
tari menghapus air mata Ara dengan lembut seraya membimbingnya berdiri
__ADS_1
"kita pulang ya,kakak hari ini ada rapat penting"membimbing Ara untuk meninggalkan tempat itu
Ara tersenyum seraya mengangukan kepada nya
"Ara mau kakak antar ke butik atau ke apartemen"
"ke butik aja kak Ara juga ada kerja yang lagi menunggu lagian Ara ada janji sama kak Alex"dengan wajah bahagia
mendengar nama Alex tari tersenyum ,tari merasa bahwa Ara sangat mencintai Alex"demi ke bahagian kamu kakak akan mengala"monolog tari pada dirinya sendiri
"ra…untuk beberapa hari kedepan kakak gak pulang, kakak ada rapat penting di luar kota,jadi kamu sama ibu ya"
"kakak selalu sibuk, Ara udah ada butik sebaiknya kita mengelola butik kita aja biar kita bisa memiliki waktu banyak untuk bersama-sama"dengan wajah cemberut
tari tersenyum melihat sekilas ke wajah Ara sambil mengacak acak rambut Ara
__ADS_1