
Setibanya di tempat Loly menginap, Ibu Loly langsung masuk keruang tunggu dan menemui Pak Adit dan wali kelas lainnya yang sedari tadi menunggu hasil perkembangan dari pihak yang berwajib.
"Mana Loly ku?" tanya Ibu Loly sambil menangis.
"Kenapa Loly ku bisa hilang? apa yang terjadi padanya? siapa yang menyakitinya? dari semua murid yang pergi, kenapa cuma anak ku yang hilang?" ucap Ibu Loly lagi sambil menangis keras sejadi-jadinya.
"Mohon bersabar Bu, kami juga sedang menunggu hasil perkembangan dari polisi" ucap Pak Adit berusaha menenangkan Ibu Loly. Akan tetapi, Ibu Loly tidak bisa menerimanya.
"Ayo kita pergi, kita tidak bisa diam begini, anak ku akan takut diluar sana, ayo kita pergi" ucap Ibu Loly sambil menarik-narik tangan Pak Adit. Namun, Pak Adit menahannya.
"Sabar Bu, diluar sana polisi sedang menyisir semua tempat, kita menunggulah disini" ucap Pak Adit sambil menahan tarikan Ibu Loly.
"Apa yang kalian pikirkan. Kalian tidak tau apa yang terjadi semalam kepada anakku" teriak Ibu Loly lalu terduduk lemas dilantai.
Ibu Loly pasrah dan hanya bisa menangis sekuat mungkin menunggu hasil dari kepolisian setempat yang sedang mencari anaknya.
***
Disisi lain, Lulu yang berniat bunuh diri itu akhirnya melompat dari jembatan.
Setelah melompat dan tidak sadarkan diri, tiba-tiba ada yang menolong Lulu, dan membawanya ke suatu tempat.
__ADS_1
Lulu dibawa kesebuah rumah terpencil kota itu, dan disana sudah ada Loly yang menunggu.
"Saat kita mengatur rencana" ucap Loly kepada dua pengawalnya itu.
"Apa rencana selanjutnya bos?" tanya salah satu pengawal Loly.
"Bawa dia ke rumah sakit dan bilang kerumah sakitnya untuk mengabari kepada mamanya setelah 2 hari dengan data diri atas namaku" ucap Loly
"Siap bos. Tapi bos akan kemana selama rencana ini dijalankan?" tanya pengawalnya itu.
"Sudah selesaikan saja itu dulu, setelah itu kita bertemu lagi dan kita bicarakan selanjutnya" Jawab Loly menyudahi percakapannya dan akan berlalu pergi.
pengawal Loly pun pergi membawa Lulu kerumah sakit dan Loly pun pergi entah kemana.
***
2 hari kemudian...
Dirumah Ibu Loly tidak henti-hentinya menangis menunggu kabar tentang anaknya, sudah 2 hari ini dia susah makan susah tidur. Bi Sumi, pembantu dirumah Ibu Loly jadi khawatir melihat majikannya itu.
"Non, makan dulu. Sudah 2 hari non tidak istirahat dan tidak makan, nanti Non sakit, gimana Non?" ucap Bi Sumi kepada majikan nya sambil membawa nampang berisi makanan dan minum.
__ADS_1
"Bi, saya tidak mau makan, bagaimana bisa saya makan sedangkan saya tidak tau bagaimana anak saya diluar sana. Apa dia sudah makan, apa dia baik-baik saja? Bagaimana bisa saya makan bi memikirkan itu semua?" ucap Ibunya Loly menangis dan menolak makanan yang dibawakan oleh bi Sumi.
Mendengar itu bi Sumi sudah tidak bisa berkata-kata lagi, karna percuma saja ditawarkan, jawabannya akan sama seperti itu lagi. Akhirnya, bi Sumi meninggalkan majikannya itu yang sedang berlarut dalam kesedihannya.
**
Sementara itu, Ibunya Loly terus menangis menatap foto anaknya di selembar kertas yang dia cetak dan dia bagikan ke semua orang agar bisa menelponnya jika dia melihat anaknya.
Kring kring kring...
Telpon Ibunya Loly berbunyi, telpn dari nomor yang tidak diketahui.
"Halo" Ucap Ibunya Loly.
"Halo betul ini dengan Orangtua Loly?" sahut seseorang dari telpon itu.
"Iya betul, ini siapa ya?" tanya ibunya Loly.
"Kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan bahwa anak ibu sekarang sedang dirawat dirumah sakit karna luka yang cukup parah, ibu bisa mengeceknya langsung dirumah sakit" ucap seorang dari pihak rumah sakit.
Mendengar kabar itu, Ibunya Loly langsung menutup telpon dan mengambil kunci mobilnya menuju ke rumah sakit yang dimaksud. Dia tidak sabar ingin melihat apakah itu benar anaknya.
__ADS_1