
Loly dan Titha sudah berada di taman sekolah, Titha duduk di kursi taman yang telah disediakan sekolah, sedangkan Loly berdiri menunggu apa ingin di ucapkan Titha.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Loly
"Aku ada sedikit masalah" ucap Titha
"Apapun itu aku tidak ingin mendengarkannya, carilah orang lain" ucap Loly sambil ingin berlalu pergi
"Waktu itu di Sekolah ku yang dulu" ucap Titha yang menghentikan langkah Loly yang ingin berlalu pergi
"Ada seorng anak terbuang, dia murid yang populer tapi dia tidak sadar diri dan hidup musnah dalam sekejap. Maksudku, sesama teman boleh bercanda, tetapi dia bunuh diri dan karna itu aku harus pindah padahal aku tidak salah" lanjut Titha
Loly pun berbalik dan bertanya
"Lalu? apa yang mau kau katakan?" tanya Loly
"Bolehkan orang yang sudah mati hidup kembali, memakai identitas oranglain dan menipu semua orang? Jadi tujuan ku mencari tau apakah anak terbuang itu masih hidup atau sudah mati?" tanya Titha dengan raut wajah menindas.
"Jadi temanmu mati dan kau cuma memikirkan tentang dirimu? sungguh kasihan sekali hidupmu" ucap Loly dengan amarahnya.
__ADS_1
" Sudah kuduga kau akan berkata seperti itu anak yang terbuang, Lulu kau tak berubah" ucap Titha tersenyum penuh kemenangan.
Loly kaget karna Titha mengetahui dirinya, namun dia tetap berusaha menutupi tentang siapa dirinya.
"Hei tahukah kau apa yang kulalui sejak kabar kematian mu karna ku hah?" ucap Titha marah sambil mendorong tubuh Loly terus menerus, tetapi saat Titha ingin mendorongnya lagi, Loly langsung menahan tangan Titha dengan tatapan tajam nya.
Titha yang tidak terima langsung mengangkat tangan nya dan ingin menampar Loly, akan tetapi tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang.
"Hei apa kau mau mati?" ucap Iqbal sambil memegang tangan Titha. Mereka terkejut dengan kedatangan Iqbal tanpa mereka sadari ternyata Iqbal sedang tidur dekat tempat mereka sedang berbicara.
"Aku sangat benci dengan orang yang mengganggu tidurku" ucap Iqbal lagi lalu melepaskan tangannya dan menatap tajam kearah Titha
"Maaf aku" ucap Titha menunduk
"Aku pun ada yang ingin ku bilang" ucap Loly langsung
"Tentang kembaran ku, Lulu yang tinggal Panti, yang kau sebutkan tadi. Semua temanku disini tidak ada yang mengetahuinya. Aku ke sana setelah mendengar kabar tentang kematiannya karna dibully disekolah, dan ternyata kau pelakunya" ucap Loly dengan wajah yang sangat marah.
"Hei kau, aku tau semua apa yang telah kau perbuat kepada kembaranku, apa perlu kulakukan itu kepadamu, tapi aku masih perlu memikirkannya" Sambung Loly lalu berlalu pergi meninggalkan Iqbal dan Titha.
__ADS_1
Titha terperanjat dan diam membatu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Loly, dia merasakan sebuah ketakutan yang muncul dari perasaannya. Sedangkan Iqbal yang melihat kepergiaan Loly langsung menyusulnya pergi.
***
Dikelas, jam pelajaran pun dimulai akan tetapi Iqbal terlihat berpikir setelah kejadian di taman sekolah itu, Iqbal terus memperhatikan Loly, ada rasa penasaran yang muncul diperasaannya, dia ingat Loly pernah mengatakan apapun yang dia katakan jangan mempercayainya karna itu semua menipu, tapi disisi lain Loly terlihat seperti Loly yang dulu.
Hingga jam istirahat pun tiba. Loly dan kedua sahabatnya itupun pergi kekantin untuk makan.
Saat dikantin, Iqbal yang mencari tempat duduk untuk makan melihat tempat duduk yang kosong di tempat duduk Loly dan sahabatnya, tetapi tiba-tiba Titha datang dan berkata kepada Iqbal untuk makan bersamanya, Iqbal pun menyetujuinya dan mencari meja lain untuk makan bersama Titha.
Setelah mendapatkan meja, Titha dan Iqbal pun makan bersama, mereka berdua diam, Iqbal yang fokus menyantap makanannya sedangkan Titha seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Iqbal.
"Kukira kau mengajak ku makan? kenapa kau tidak makan?" tanya Iqbal melihat Titha yang diam tidak menyantap makanannya.
"Hmm, masalah yang ditaman tadi, bolehkah jangan beritahu siapa-siapaa" tanya Titha yang akhirnya memberanikan diri untuk meminta tolong kepada Iqbal.
"Oh soal itu, kau tenang saja, disekolah ini tidak ada yang percaya dengan kata-kataku sekali pun itu benar karna aku di cap gila di sekolah ini" Ucap Iqbal santai sambil terus memakan makanan.
"Seharunya bukan aku yang seharusnya kau mintaii tapi seseorang yang disana yang harus kau mintai karna sifat yang dingin dan kejamnya yang tidak bisa di prediksi" Lanjut Iqbal sambil melirik ke arah Loly yang sedang asyik makan dengan sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
Titha yang mendengar itu hanya tersenyum kecil sambil memikirkan bagaimana cara untuk mengungkap identitas Loly yang sebenarnya.