
Fyi : Di Bab ini dan Bab-Bab selanjutnya, Loly dan Lulu akan bertukar peran. Loly menjadi Lulu dan Lulu menjadi Loly. Jadi, jangan sampai bingung yaa. Kalo mau tau kenapa Lulu menjadi Loly baca kembali ya Bab sebelumnya. Terimakasih !!
Sesampainya dirumah sakit, Mamanya Loly langsung menuju meja informasi dan menanyakan keberadaan Loly.
"Permisi sus" Ucap mamanya Loly.
"Iya Bu, ada yang bisa saya bantu?" jawab suster tersebut.
"Iya sus, ini sus saya mau bertanya dimana kamar pasien atas nama Loly Permatalia?" Tanya mamanya Loly. Nama Permatalia di nama Loly adalah nama mamanya Loly. Dia hanya menambahkan namanya dan tidak mengganti nama asli Loly yang hanya Loly saja.
"Oh kamar Ibu Loly Permatalia ada di ruang anggrek 2A ya bu, ada dilantai dua, silakan Ibu naik melalui lift. Liftnya ada di lorong sebelah kiri didepan yaa Bu" ucap Suster tersebut setelah melihat daftar nama di komputernya.
__ADS_1
"Ohiya, makasih ya sus" ucap mamanya Loly dan berlalu pergi menuju kekamar yang dimaksud suster tadi.
Sesampainya di kamar yang dimaksud tadi, mamanya Loly langsung menuju ke kasur nomor tiga dan langsung membuka horden yang menjadi setiap batas bilik kasur di rumah sakit itu.
Mamanya Loly langsung kaget karna yang terbaring ada benar-benar anaknya yang sudah hilang selama 2 hari lamanya. Mamanya Loly langsung menangis karna melihat anak kesayangannya itu terbaring dengan luka dikepala yang sudah diperban, alat bantu pernapasan dan infus di tangannya. Mamanya Loly sangat terpukul melihat anaknya itu karna mamanya Loly tau anaknya itu sangat jarang bahkan hampir tidak pernah memakai infus ditangannya.
Dokter pun datang dan menghampiri mamanya Loly untuk berbicara tentang kondisi anaknya itu.
"Bu, bisa kita bicara dulu?" Ucap Dokter kepada mamanya Loly yang sedang menangis dipunggung tangan anaknya itu.
"Baik Bu, mari ke ruangan saya" Ucap dokter itu lagi sambil berlalu pergi menuju ke ruangannya.
__ADS_1
Mamanya Loly pun mengikuti dokter tersebut dari belakang dan menuju ke keruangan dokter tersebut. Dalam perjalanan menuju ke ruangan dokter tersebut, mamanya Loly sangat khawatir karna dia takut mendengar akan terjadi sesuatu kepada anaknya itu dan mamanya Loly terus berdoa agar tidak terjadi apa-apa.
Sesampainya di ruangan dokter tersebut, mamanya Loly di duduk dan mendengarkan penjelasan dari dokter yang menangani Loly.
"Jadi begini Bu, Anak ibu mengalami geger otak yang lumayan parah karna benturan yang terjadi mungkin saat dia melompat kelaut, jadi dia lupa atas segala ingatan-ingatannya. Tapi tenang, ingatan nya itu bisa kembali kapan saja, namun tidak tau akan berapa lama untuk kembali. Jangan terlalu memaksanya mengingat karna itu bisa saja menyakiti kepalanya karna terlalu keras untuk mengingat, perlakukan dia secara normal seperti dia yang dulu, mungkin dengan begitu bisa mengembalikan ingatannya." Jelas dokter kepada mamanya Loly.
"Selain itu, apa ada masalah lain lagi dok di anak saya?" tanya mamanya Loly yang masih terlihat khawatir.
"Selain itu sudah tidak ada Bu. Itu saja yang perlu ibu ingat, jangan terlalu memaksanya mengingat karna itu akan menyakiti kepalanya." jawab dokter itu menunjukan wajah kalo semua baik-baik saja.
"Alhamdulillah terimakasih dok. Ohiya dok, apa anak saya bisa saya bawa pulang, dan memasukkannya di rumah sakit di daerah saya?" Tanya mamanya Loly.
__ADS_1
"Bisa Bu, asal saat ibu sampai, ibu langsung membawanya kerumah sakit dan membiarkannya dirawat mungkin 2-3 hari, agar dia bisa beristirahat lebih baik lagi." Jawab dokter sambil mengambil sebuah kertas ijin keluar dan surat rujukan dan memberikannya kepada mamanya Loly.
Mamanya Loly berterimakasih dan berlalu pergi meninggalkan dokter itu dan keluar dari ruangannya dan menuju kembali kekamar anaknya untuk mempersiapkan membereskan barang-barang anaknya.